Bisakah mual datang dan pergi ketika anda mempunyai sakit usus buntu?

Dilihat 2,43 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pada penyakit usus buntu, gejala ditimbulkan mungkin bisa disalah artikan sebagai gejala dari penyakit umum lain seperti misalnya sakit lambung. Penting halnya untuk mengenali gejala usus buntu dan menanganinya secara tepat karena jika tidak, hal ini bisa menjadi cukup berbahaya bagi seseorang. 


Di sini saya akan membahas beberapa informasi dan gejala yang perlu Anda ketahui mengenai penyakit usus buntu.



Penyebab usus buntu


Penyebab terjadinya penyakit usus buntu atau yang biasa dikenal dengan apendisitis masih belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa argumen yang menyatakan bahwa penyakit usus buntu disebabkan oleh penyumbatan jalan masuk usus buntu. 


Saat obstruksi ini terjadi, produksi lendir pada usus buntu akan meningkat dan menyebabkan pembengkakan/peradangan. Bakteri akan mulai keluar dari dinding usus buntu yang terinfeksi ini, dan pada akhirnya akan menyebabkan pecahnya usus buntu. Hal ini sangat berbahaya dan dapat berakhir pada kematian seseorang. 

         

Gambar 1. Perbedaan usus buntu yang normal dan mengalami peradangan, yang berujung pada penyakit usus buntu.

Jika Anda merasa mungkin mengidap usus buntu, berkonsultasilah ke dokter secepatnya. Jangan menunggu hingga usus buntu tersebut pecah/meletus



Gejala usus buntu


Ada beberapa gejala umum dari usus buntu yang perlu Anda ketahui:


  • Nyeri berkepanjangan dekat pusar atau perut bagian atas yang menjadi semakin parah terutama pada perut bagian kanan bawah. Hal ini biasanya merupakan tanda awal.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan/ atau muntah segera setelah sakit perut dimulai.
  • Perut membengkak
  • Demam dengan suhu rata-rata 99-102 derajat Fahrenheit.
  • Tidak bisa untuk buang gas

Gambar 2. Bagian yang biasanya sakit saat ditekan, terutama jika Anda sedang menderita penyakit ini.

Beberapa gejala usus buntu lainnya juga bisa diamati pada ciri-ciri berikut:


  • Nyeri terus menerus atau tajam di mana saja di bagian atas atau bawah perut,  punggung atau dubur.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Muntah sebelum mengalami sakit peut
  • Kram hebat
  • Sembelit atau diare yang disertai dengan buang gas


Gejala ini mungkin akan bervariasi pada setiap orang. Pada satu kasus, sakit atau nyeri yang dirasakan masih bisa tertahankan bahkan pada saat pagian kanan bawah perut sedang ditekan atau pada saat seseorang sedang beraktivitas. Jika Anda mengeluhkan soal gejala mual yang sering muncul dan hilang saat mengalami usus buntu, mungkin gejala ini adalah gejala yang normal terjadi. 


Hal ini bisa disebabkan oleh rasa tidak nyaman yang seringkali muncul akibat penyumbatan yang terjadi. Gejala yang serupa dengan gejala sakit lambung ini merupakan salah satu alasan mengapa usus buntu seringkali salah didiagnosa dengan penyakit maag. 


Jika anda memiliki salah satu dari gejala yang disebutkan, carilah segera bantuan medis. Jangan makan, minum atau menggunakan obat rumahan apapun, antasida, obat laksatif/pencahar,  atau bantalan pemanas, yang dapat menyebabkan usus buntu meradang dan pecah. 


Temuilah dokter Anda, dan Anda akan diminta untuk melakukan serangkaian tes untuk memastikan apakah Anda benar terkena penyakit usus buntu. Diagnosis yang tepat waktu dan perawatan yang tepat sangatlah kritikal dalam menangani usus buntu.  

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang