Apakah penderita sirosis hati boleh mengonsumsi Paracetamol?

Dilihat 11,3 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tubuh manusia tidak akan selamanya mengalami keadaan sehat, suatu saat pasti akan mengalami yang rasa sakit, baik itu disebabkan oleh kecelakaan, virus, bakteri, peradangan, jamur dan lainya. Untuk membantu mempercepat penyembuhan dari rasa sakit tentunya kita perlu masukan nutrisi (makanan) dan istirahat yang cukup, selain itu juga kita kadang-kadang membutuhkan obat agar rasa sakit yang kita rasakan bisa cepat sembuh. Salah satu obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas adalah Paracetamol selain penggunaannya sudah dipercaya ampuh untuk menghilangkan berbagai rasa sakit yang menyerang tubuh kita. 


Dengan ketersediaan obat yang beranekaragam di pasaran, masyarakat diharapkan mampu untuk menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan. Yang tentunya harus secara tepat, aman dan rasional dan disertai dengan informasi yang tepat sehingga menjamin penggunaan yang tepat dari obat tersebut. Salah satu obat yang bisa kita gunakan dengan bebas adalah Paracetamol. 


Apakah yang dimaksud dengan Paracetamol?

Paracetamol adalah obat analgesik dan obat antipiretik yang digunakan untuk melegakan dan meringankan sakit kepala, demam, dan sakit ringan. Paracetamol akan aman apabila diberikan dalam dosis standar walaupun tetap ada efek samping Parasetamol jika kita mengonsumsinya melebihi dosis yang disarankan. Pada saat sekarang obat-obatan memang sudah sangat banyak di jual bebas di pasaran dengan berbagai macam jenis obat dan merk, sehingga kita tidak susah lagi untuk mencarinya. 


Bisakah paracetamol diberikan pada penderita sirosis hati?

Pertanyaan yang sangat bagus, menurut The Therapeutic Use of Analgesics in Patients With Liver Chirrosis: A Literature Review and Evidence-Based Recommendations (terapi penggunaan analgesik pada pasien sirosis hati sebuah tinjauan literatur dan bukti berbasis rekomendasi) asalkan dosis harian disesuaikan (diturunkan) parasetamol dapat diresepkan untuk pasien sirosis hati. 


Untuk lebih jelasnya, mari lihat penjelasannya lebih lanjut.


paracetamol



Manfaat Paracetamol Obat Penghilang Rasa Sakit 


Paracetamol adalah salah satu obat penghilang rasa sakit  yang tidak tergolong dalam obat jenis obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dalam dosis normal, tidak menyakiti janin atau mengganggu gumpalan darah serta tidak akan merusak ginjal. Parasetamol merupakan obat yang terkenal di masyarakat, yang dapat kita peroleh tapi sebaiknya berkonsultasikan dengan dokter untuk pemakaian bagi orang yang menderita sirosis hati.

Manfaat paracetamol antara lain: 

  • Obat parasetamol merupakan obat yang memiliki nama lain acetaminophen (baca: asetaminofen) obat ini termasuk sebagai analgesic (antinyeri) dan antipiretik (penurun panas). Mekanisme kerja parasetamol yaitu sebagai inhibitor prostaglandin yang lemah. Jadi mekanisme kerjanya dengan menghalangi produksi prostaglin, yang merupakan bahan kimia yang terlibat dalam pesan transmit pesan rasa sakit ke otak dengan mengurangi produksi prostaglandin.  
  • Parasetamol membantu sebagai obat pereda rasa sakit (sakit kepala dan gigi). Selain untuk pereda rasa sakit juga bisa untuk meredakan migraine (sakit kepala sebelah).   
  • Parasetamol sebagai obat penurun panas, flu, serta menurunkan demam. untuk semua usia, itu juga digunakan bila suhu tubuhnya memang benar-benar tinggi serta membutuhkan penurun panas.
  • Parasetamol juga dapat membantu mengurangi rasa pegal pada bagian tubuh. Untuk mendapatkan hasil dan manfaat yang tepat, maka untuk mengonsumsi parasetamol harus mengikuti anjuran serta dosis yang tepat.

paracetamol


Secara umum dosis yang dianjurkan untuk mengonsumsi 1 tablet parasetamol 500 mg, tergantung dari usianya. 

Dosis obat Paracetamol yang disarankan adalah sebagai berikut: 

  • Usia 2-6 bulan takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 60 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya.  
  • Usia 6-24 bulan takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 120 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya. 
  • Usia 2-4 tahun takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 180 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya. 
  • Usia 4-6 tahun takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 240 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya. 
  • Usia 6-8 tahun takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 300 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya. Usia 8-10 tahun takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 360 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya. 
  • Usia 10-12 tahun takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 480-500 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya.  
  • Usia 12-16 tahun takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 480-750 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya.  
  • Usia 16 tahun ke atas takaran maksimal dari dosis parasetamol adalah 500-1000 mg selama 4 s/d 6 jam per harinya  

Dari penjelasan tersebut, terlihat jelas bagi mereka yang sudah berusia di atas 16 tahun, ketika mengalami rasa sakit atau demam disarankan untuk mengonsumsi obat yang mengandung parasetamol 500 hingga 1000 mg per 4-6 jam dalam satu hari selama rasa sakit atau selama demam belum sembuh. 

Jadi kira-kira apabila masih belum sembuh, maksimal 4-6 kali mengonsumsi obat dengan kandungan parasetamol. 

Jika lebih dari itu, maka kita akan mengalami kelebihan/overdosis dan akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. 

      paracetamol



Paracetamol Bisa Digunakan Untuk Penderita Sirosis Hati? 


Sirosis hati merupakan jenjang akhir dari proses fibrosis hati, yang merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. 

Penyakit ini akan berkembang secara perlahan-lahan yang akan mengakibatkan jaringan yang sehat akan digantikan oleh jaringan yang rusak yang bisa mengakibatkan hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Inilah kondisi yang disebut dengan istilah gagal hati (kerusakan pada hati). Oleh karena obat paracetamol adalah obat yang dapat berpengaruh pada fungsi hati jika dikonsumsi secara berlebihan, orang yang menderita sirosis hati seringkali merasa takut untuk mengonsumsi obat ini. 


Padahal sehubungan dengan hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Divisi Hevatologi, Departemen penyakit dalam FKUI/RSCM Irsan Hasan telah mengatakan bahwa dalam dosis terapi, parasetamol masih aman dikonsumsi oleh pasien hepatitis sekalipun, asalkan tidak melebihi dosis yang disarankan dokter untuk penderita tersebut. Dengan syarat dosisnya diturunkan 2-3 gram/dosis.


paracetamol


Intinya paracetamol selain memiliki segudang manfaat, namun juga memiliki efek samping parasetamol bagi penggunanya. Efek samping dari parasetamol  mungkin saja bisa terjadi walaupun sangat jarang, seperti mual atau muntah, peradangan pada lambung jika penggunaan dosis yang lebih tinggi, resiko kerusakan pada ginjal jika dikonsumsi jangka panjang dan berlebihan, dapat juga menyebabkan kerusakan hati jika digunakan melebihi dosis atau overdosis. 

Mudahnya, parasetamol dapat diresepkan untuk penderita serosis hati dan parasetamol aman pada pasien dengan penyakit hati kronis dengan catatan dosis dikurangi lebih kurang 2-3 gram/dosis atau sesuai dengan anjuran yang disarankan dokter bagi penggunaan jangka panjang. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang