Bisakah pasien asma pergi ke gym?

Dilihat 1,65 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1


Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Selain sulit bernapas, penderita asma juga dapat mengalami gejala lain seperti nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma dapat diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.


Penderita penyakit asma tetap dapat aktif, namun  anda harus tetap  harus melakukan pengobatan yang disarankan oleh dokter   serta menghindari hal-hal yang memicu kambuhnya penyakit asma anda. Kekambuhan asma terjadi karena  tersumbatnya jalan nafas karena adanya spasme atau penekanan jalan nafas oleh otot pernafasan.  Kekambuhan asma berawal dari banyak faktor, emosi yang memuncak, stres, kelelahan yang sangat dan sebagainya. Semua itu berawal dari nafas. Bahkan jangan heran jika salah mengambil nafas mungkin dapat memicu asma anda kambuh. Batuk, bersin berulang dan tertawa terbahak-bahak juga termasuk beberapa kegiatan yang melibatkan nafas yang dapat memicu asma anda kumat. Oleh karena itu mengatur nafas atau bernafas yang benar sangat di anjurkan bagi penderita asma yang salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas olahraga yang berhubungan dengan senam pernapasan. Untuk mengetahui jenis olahraga apa yang cocok bagi penderita asma baca terus artikel dibawah ini sampai habis.


Olahraga Untuk  Penderita Asma


Tidak ada larangan olahraga untuk penderita asma. Kegiatan berolahraga bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun yang harus diperhatikan adalah  pemilihan jenis olahraga bagi penderita asma harus dipertimbangkan dengan baik agar tidak dapat memicu terjadinya sesak napas kambuh.  Pilihlah jenis olahraga yang aman. Jika  anda memiliki alergi terhadap debu atau serbuk sari ada baiknya anda  menghindari berolahraga di luar ruangan dan selalu sediakan inhaler atau obat-obatan yang dapat meredakan gejala asma anda. Berikut ini adalah beberapa pilihan olahraga yang disarankan bagi penderita asma :


  • Jalan Kaki


Olahraga ini dikatakan cocok  untuk penderita asma karena manfaatnya  untuk melancarkan pernafasan. Salah satu studi menyebutkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki tiga kali seminggu selama dua belas minggu dapat membantu meningkatkan kontrol terhadap penyakit asma. Polanya adalah dengan melakukan lima menit pemanasan dan lima menit pendinginan. Sebelum jalan kaki dilakukan pemanasan terlebih dahulu, lalu jalan kaki, dilanjutkan dengan pendinginan lima menit. "Pemanasan sangat penting untuk membantu toleransi tubuh saat berjalan," terang dokter penyakit dalam Lianne Marks, MD.  Jalan kaki terbukti efektif untuk meningkatkan stamina tubuh dan tetap bugar tanpa serangan asma. Namun udara dingin dan kering sering disebut sebagai salah satu pemicu terjadinya asma sehingga salah cara terbaik melakukan adalah dengan melakukan olahraga dalam ruangan seperti pergi ke gym, sehingga dapat memperkecil terjadinya serangan asma. Anda dapat mencoba berolahraga dengan menggunakan  alat threadmill atau angkat beban yang sekiranya tidak memberatkan Anda.  Ahli medis  berpendapat bahwa  latihan gym dapat  meringankan penyakit asma namun penderita  asma harus berhati- hati khususnya saat pemanasan dan pendinginan.



Sebuah studi juga menunjukkan bahwa berlatih Hatha Yoga selama dua setengah jam setiap minggu selama sepuluh minggu dapat mengurangi ketergantungan pada obat asma. Yoga merupakan olahraga yang fokus pada gerakan tubuh dan pernapasan.  Olahraga yoga  dapat mengontrol napas. Fokus utama dari olahraga ini adalah melatih pernafasan. Latihan pernapasan dapat mengaktifkan kinerja paru-paru. Yoga mampu untuk melatih tubuh dengan baik, menenangkan pikiran dan membantu memerkuat otot anda. Pada umumnya, sebagian besar yoga dilakukan di dalam ruangan sehingga kemungkinan terjadinya serangan asma lebih kecil daripada berolahraga di luar ruangan.

Rutin melakukan yoga menurut sebuah penelitian dapat mengurangi pemakaian inhaler sebanyak 43%. Logikanya efek dari yoga adalah pengaturan nafas yang baik. Irama dan ritme jantung menjadi stabil dan tekanan darah menurun. Semua keadaan tubuh di atas disebut rileks. Nah, keadaan rileks sangat erat kaitannya dengan kekambuhan asma. Orang yang sedang kambuh mengakibatkan otot pernafasan menegang, karena itulah dengan rutin ber-yoga akan sangat membantu mencapai kondisi tubuh yang stabil sehingga perbaikan kualitas pernafasan bagi penderita bisa terwujud.

Yoga yang tidak melibatkan pose-pose yang menuntut stamina atau latihan napas tingkat tinggi sangat bagus untuk membantu menyembuhkan asma. Yoga dapat membantu penderita asma untuk menenangkan pikiran serta mengurangi kecemasan (yang dapat memicu asma). Selain itu, yoga juga bisa membantu mencegah asma berkembang menjadi serangan asma bronchial yang lebih sulit disembuhkan. Akan tetapi, dalam melakukan terapi yoga untuk asma, harap melakukannya dengan pendampingan profesional.

Berikut ini adalah beberapa pose yoga yang baik bagi penderita asma:


  1. Sukhasana, yaitu pose yoga termudah namun sangat efektif. Duduk bersila (seperti ketika hendak bermeditasi) dengan punggung tegak. Tarik perut ke arah dalam namun jangan memaksakan diri. Konsentrasi dalam pernapasan sambil mempertahankan pose ini untuk menegakkan tulang punggung serta menenangkan pikiran.
  2. Shoulder lifts, yaitu pose yoga untuk meningkatkan kelenturan dan mengurangi ketegangan di pundak dan kepala yang bisa menjurus pada serangan asma. Memutar separuh tulang punggung merupakan cara terbaik untuk merilekskan otot-otot.
  3. Berbaring telentang dan bawa salah satu lutut anda sampai hampir menyentuh kening. Tarik tulang kering sedekat mungkin dan jaga tulang punggung selurus mungkin. Jika sudah terasa tidak nyaman, ganti kaki. Pose senam yoga ini bisa menenangkan pikiran, melancarkan pencernaan dan mengeluarkan gas yang menumpuk di dalam perut.
  4. Bernapaslah dengan hanya satu lubang hidung sambil menutup lubang hidung yang satu lagi dengan jempol. Lakukan 50 kali penarikan dan penghembusa napas, lalu ganti ke lubang hidung satunya. Beri jeda selama 5 menit sebelum mengulangi gerakan ini tanpa berhenti. Lakukan ini dimanapun dan kapanpun anda mau.
  5. Half spinal twist  merupakan gerakan yang bagus untuk menguatkan tulang punggung. Akan tetapi, harap mencari bantuan profesional sebelum melakukannya.
  • Bersepeda


Jenis olahraga untuk penderita asma lainnya adalah bersepeda. Bersepeda adalah salah satu olahraga yang dapat menyehatkan dan baik bagi penderit asma. Bersepeda ternyata dapat melatih kekuatan otot jantung dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bersepeda secara rutin juga dapat membantu tubuh memiliki kondisi yang sehat secara fisik. Namun jangan sampai memaksakan diri saat bersepeda. Pasalnya, bersepeda secara berlebihan dapat memperburuk kondisi asma anda karena tubuh merasa kaget. Lebih baik memulai dengan perlahan dan kemudian secara bertahap meningkatkan porsi latihan. Mengayuh sepeda untuk balapan mungkin dapat menjadi sebuah pemicu penyakit asma anda kambuh, tetapi tidak akan terjadi jika mengayuh sepeda dilakukan dengan santai. Asma pada penderita akan kambuh saat bersepeda biasanya dipicu karena napas yang ngos-ngosan tidak terkontrol sehingga saluran napas mengalami kekeringan dan asma pun kambuh kembali.


  • Berenang


Berenang adalah salah satu olahraga yang baik  untuk asma karena berenang akan melatih seluruh otot pernafasan, mulai dari dada, perut, bahu, dan pundak. Asma dipicu oleh udara kering, karena berenang maka pernafasan terjadi di dekat permukaan air. Uap membuat udara yang masuk tidak kering. Perasaan penderita asma  yang merasa tubuhnya makin lemah akan membuat mereka cenderung membatasi aktifitas fisik. Dengan begitu, berenang akan mengingkatkan rasa percaya diri dan semangat hidup serta secara psikologis akan mengurangi jumlah serangan. Berenang dapat membuat seluruh tubuh bekerja tanpa resiko terkena cedera sendi, sehingga cocok untuk semua usia. Anda harus memilih kolam renang di dalam ruangan agar udaranya hangat dan lembab, sehingga saluran udara tidak akan mengering dan memicu terjadinya asma. Dr. Holbreich mengatakan bahwa olahraga yang ideal untuk pengidap asma adalah berenang karena bisa bernapas di udara yang lembabdan kadang hangat. Berada dalam posisi horizontal ketika berenang juga bisa membebaskan mukus atau lendir yang mengendap di dasar paru-paru. Namun anda juga perlu waspada akan kandungan klorin dalam kolam renang yang terlalu banyak dapat memicu terjadinya asma. "Olahraga bagi mereka yang memiliki asma adlaah berenang karena menghirup udara yang sangat lembap dan hangat," terang dokter Holberich.


Posisi tubuh horizontal pada saat berenang akan melonggarkan lendir pada paru-paru Anda. Tapi awas, klorin terlalu tinggi dalam kolam renang bisa memicu asma. Olahraga air ini adalah salah satu olahraga yang sangat dianjurkan untuk penderita asma, berenang dapat melatih sistem pernafasan Anda, memperbaiki kerja otot pernafasan dan meningkatkan toleransi terhadap tindakan yang bisa memicu serangan asma.


Demikian sedikit ulasan mengenai jenis olahraga untuk penderita asma.

Pada saat berolahraga, anda juga harus tetap membawa inhaler untuk menjaga jika tiba-tiba anda terserang asma. Apabila terjadi serangan asma saat anda sedang berolahraga, hentikan aktivitas olahraga anda, janganlah panik, karena hal  ini akan memperburuk kondisi anda. Tetap tenang, minum air putih dan langsung hirup obat asma anda. Segera cari bantuan medis jika anda kesulitan untuk mengendalikan asma yang anda derita.


Bagi penderita asma, juga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan olahraga. Selain melakukan cara  ini, lakukan beberapa tindakan pencegahan untuk mencegah serangan asma. Hindari pergi ke tempat-tempat yang terlalu dingin atau lembab, bila terpaksa melakukannya, jaga agar tubuh tetap hangat. Selamat beraktivitas :)

Anda dapat membaca tauta berikut sebagai bahan referensi: Makanan apa yang baik untuk seorang penderita asma?

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang