Bisakah satu atau angka kecil benturan kencang memiliki dampang jangka panjang pada kecerdasan?

Dilihat 456 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Aku percaya aku bisa menawarkanmu jawaban yang kamu cari, dari pandangan orang yang berkualifikasi.

Waktu itu aku mengendarai motor bebek ku kerumah pada Juli 2007, perjalan yang sudah kulakukan 1000an kali sebelumnya dengan kecepatan lambat 25mph dari pusat kota Madison, WI. Aku aku terpaksa keluar dari jalur karena mobil yang melaju datang dijalurku, dan aku menghindar secara mendadak ke jalur mobil untuk menghindari tabrakan dengan sesuau yang lebih besar dariku dengan faktor 100. Ada lubang jalan di jalur mobil, dan aku tidak memakai helm ku. Aku terbang kepala duluan melewati stang, dan bahuku kena dan menghancurkan dinding kayu yang dibuat dengan ambang kereta api. Hal ini meninggalkan dua besi bar sisa dalam posisi vertikal setelah bahuku melepaskan kayunya, dan dengan hukum fisika, lobus temporal kananku ditembus sedalam 3 cm dengan baja rebar 10mm. Aku tetap diam dalam posisi ini selama waktu yang singkat karena petugas polisi yang dua mobil dibelakangku melihat hal ini terjadi. Mereka langsung menyebutnya ke stasiun pemadam kebakaran, menyambungkan komunikasi ke pusat, dan kru paramedis dan sebuah mesin merespon dengan cepat.

Waktu antara kejain kecelakaan dan sampainya aku di universitas departemen rumah sakit darurat, dimana waktu itu digolongkan sebagai pusat trauma Level 1 (hahnya rumah sakit pada 70 mil radius yang punya kualifikasi tersebut), itu 17 menit. Itu karena pegobatan bertahap dan tim perawat spesialis hingga aku dapat bertahan hidup. Aku berada dalam koma medis selama 14 hari, dengan kepercayaan kurang dari 1% kemungkinan bertahan hidup menut dokter, tapi aku akhirnya bisa melewatinya. Setelah sebulan dalam Neuro ICU, aku sudah dipercaya cukup stabil untuk dibebaskan ke rehabilitasi rawat inap. Bulan berikutnya adalah ketika aku belajar untuk berjalan lagi.Aku tidak ingat apapun pada tahun itu -sebelum atau sesudah 1 Juli 2007. Rehabilitasi yang dimulai di rumah sakit itu fisik, tapi secepatnya menjadi rhabilitasi kognitif tepat setelah aku kembali kerumah ke rumah orang tuaku di Chicago. Rehabilitasiku, dengan cepat setelah kejadian ku terjadi, membiarkanku untuk melakukan rehabilitasi itu menjadi sangat berhasil. Otak tetap kbanyakan plastik ketika berada dalam keadaan rusak baru, karena otak berada dalam tahap penyembuhan dan peningkatan, dan koneksi neuron itu di ulangi sekitar area yang terluka dengan proses yang disebut Neuroplastisitas.Itu sudah lama, menantang, menyakitkan, tapi memberikan penyembuhan pada otakku. Namun, aku mengerti kalau aku bernasib lebih baik dari beberapa yang tidak mendapatkan perawatan ahli dan rehabilitasi seperti itu. Otakku akan dengan cepat membentuk koneksi aksonal baru, atau asosiasi, seperti proses "pembelajaran ulang" yang terjadi setelah kecelakaan. Kalau kali ini keliatan otak tidak berperan dengan tiba=tiba ketika dianggap aman oleh dokter, lakukannya, koneksi adalah pembentukan yang mungkin yang merupakan halpaling ideal, dan akan jauh lebih sulit untuk "melupakan pembelajara" daripada "mengulangi pembelajaran" karena otak itu ditekankan untuk tidak memperbaiki apa yang ia percaya koneksi neuron baru sehat dalam otak.

....Setelah menyadari aku sudah menyimpang dari menjawab pertanyaan awal, kuharap aku telah menetapkan kualifikasi untuk memberikan jawaban langsung lebih ke pertanyaan ini.

Benturan keras itu masih dipertimbangkan sebagai cedera otak traumatis. Pergeseran aksonal yang terjadi pada tingkat yang lebih kecil daripada apa yang terjadi dalam situasiku adalah tubuhmu itu menantang untuk diperbaiki. Dengan penelitian dan kesadaran lebih akan pentingnya merawat otak, kamu bisa menyadari hal paling baru, pemain NFL harus duduk dalam satu permainan kalau mereka kehilangan kesadaran dari tbenturan kuat, karena kalau tidak, mereka bisa memperparah kerusakan yang sudah terjadi, dan kemungkinan mati dari menaruh kembali otak yang baru rusak ke situasi traumatis. Pemain ini harus duduk keluar dari pemainan, dan harus diawasi oleh dokter dan atau suster, dan mendapatkan pemindaian CT dan mungkin MRI untuk memastikan pengobatan yang tepat. Selanjutnya, mari lihat ke peinju. Selagi pukulan mungkin kurang begitu traumatik daripada tackle helm ke helm di lapangan sepak bola, petinju itu terkena pada ratusan dari ribuan trauma yang lebih kecil pada otak mereka selama latihan dan pertandingan tinju. Mereka mungkin tidak kehilangan kesadaran selama latihan tapi di gelanggang, ada alasan mereka bisa dibuat pingsan, atau mereka jauh tapi mendapatkan kesadarannya dengan cepat untuk kembali ke dalam pertandingan. Ini penting untuk beberapa menit, tapi tetap bahaya kalau tetap menyimpan kerusakan dari semua pukulan yang didapat pada kepala mereka, dan seberapa kali mereka dibuat pingsan, atau mereka "melihat bintang" selama beberapa detik dan memeluk bahu petinju lain untuk menjaga pendirian mereka. Setiap cedera otak traumatis bertambah, pada akhirnya ketika kamu terus merusak otakmu dengan latihan dan pertandingan, kerusakan itu bisa terjadi.

Muhammad ali tidak memiliki penyakit Parkinson sebelum ia memulai tinju. Aku tidak tahu tentang kesulitan bicara Tyson- "-Itu mungkin hanya cara standar berbicara Mike Ththon." Tapi dengan sangat banyak cedera otak traumatik, seberapa menit pun, mereka merupakan gabungan dari banyak kerusakan ang dilakukan pada otak, dan lebih dari waktu periode, kerusakan sudah dilakukan. Otak menjadi ganjil sama seperti otot- kalau kamu terus menegangkannya, otot akan menjadi lebih dan lebih rentan terhadap cedera. yaitu, "pergelangan kaki yang buruk" berulang dan cedera bahu dari sepak bola di SMA yang tidak pernah kamu lakukan rehabilitasi fisiknya karena itu tidak serius. Benturan ini terjadi terus dan terus, yang menyebabkan kerusakan yang meninggalkan jaringan bekas luka yang membangun setiap saat. Kecerdasan (istilah luas...), epileps, peningkatan resiko terkena penyakit Parkinson atau Alzheimer, semua ini datang ketka otak terlalu banyak mengalami trauma, yang tidak bisa se efektif rehabilitasi seperti satu kali lebih intens trauma yang dirawat dan direhabilitasikan dengan cepat setelah kejadian untuk mengambil keuntungan pada periode paling liat pada otak.

Seperti yang orang lain katakan: ini adalah situasional. Setiap otak itu berbeda, dan banyak, banyak faktor lain yang datang untuk bermain seperti usia, diet, gaya hidup, substansi penggunaan/penyalahgunaan, seberapa sering hal ini terjadi, dan seberapa sering aktivitas rutinmu memanfaatkan pemikiran kritis. Bacaan yang sangat baik untukmu pada topik ini: "The Brain That Heals Itself" Oleh Norman Doidge.

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang