Bisakah saya donor darah setelah terjangkit penyakit Hepatitis A?

Dilihat 3,37 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah yang dapat digunakan untuk orang-orang yang membutuhkan nantinya. Mendonasikan darah merupakan tindakan yang mulia. 


Dengan mendonorkaan darah, kita memberikan sedikit darah kita kepada orang lain yang membutuhkan. Satu orang mendonasikan darah secara rutin dapat menyelamatkan sekitar 1.000 nyawa.


galena donor darah


Donor darah bisa dilakukan oleh siapa saja yang dengan sukarela mendonorkan darah dan ada beberapa syarat donor darah yang harus anda penuhi untuk menjadi pendonor darah. Syarat donor darah tentunya harus benar-benar terpenuhi agar tidak terjadi sesuatu pada orang yang menerima donor darah anda nantinya.


Anda tidak perlu khawatir. Di bawah ini akan dijelaskan tentang hal-hal apa saja yang berkaitan dengan donor darah dari syarat donor darah sampai dengan manfaat donor darah untuk anda sekalian.



Manfaat Mendonorkan Darah


galena darah yang didonorkan

Darah adalah sesuatu dalam diri kita yang tidak akan pernah habis, karena tubuh kita akan terus mengisi ulang dan menggantikan darah kita yang hilang.  Rata-rata orang dewasa memiliki 5 liter darah yang terus berputar dalam tubuh. Pada umumnya, tiap sel darah akan dipecah untuk kemudian diganti dengan sel darah baru setiap 120 hari. Sebaliknya, darah hasil donor ini hanya bisa bertahan hingga 42 hari. Karena usia yang pendek inilah kita perlu untuk mendonasikan darah kita secara teratur.


Mendonorkan darah anda merupakan tindakan mulia, karena darah tersebut akan digunakan untuk orang-orang yang membutuhkan nantinya. Menurut data WHO, sebanyak 25 persen dari kita akan membutuhkan transfusi darah di beberapa titik dalam hidupnya. Itulah alasan betapa pentingnya donor darah sangat penting karena dengan hal itu, kita bisa membantu sesama. 


Mungkin untuk sebagian orang berpikir bahwa donor darah adalah sesuatu yang sepele dan kecil di mata orang, namun dampaknya sangat besar untuk orang lain. Selain bermanfaat dan membantu menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah juga memberi manfaat bagi anda yang mendonorkan darah. 


Beberapa manfaat donor darah adalah:


  • Menjaga kesehatan jantung dan memperlancar peredaran darah. Satu penelitian menunjukkan bahwa 88% orang yang rajin mendonorkan darahnya dapat menurunkan resiko terserang penyakit jantung, bahkan dapat menghindarkan kita dari penyakit stroke dan kanker. Selain itu rutin melakukan donor darah juga dapat membuat kadar zat besi dalam darah menjadi stabil.
  • Meningkatkan produksi sel darah merah. Ketika donor, sel darah merah akan berkurang. Sumsum tulang belakang pun segera memproduksi sel darah merah baru guna menggantikan yang hilang. Rutin melakukan donor darah berarti membuat tubuh kita menstimulasi pembentukan darah baru yang segar.
  • Dapat cek kesehatan secara cuma-cuma. Setelah anda melakukan donor darah, darah yang telah diambil untuk didonorkan tersebut akan dikirim ke lab untuk melakukan serangkaian pemeriksaan. Jika ada sesuatu yang bermasalah terjadi padamu, pihak dokter akan segera memberitahukannya.


Syarat Untuk Mendonorkan Darah


Ada beberapa kondisi di mana seseorang membutuhkan donor darah seperti; kecelakaan yang parah hingga sang korban kehilangan banyak darah, transplantasi organ, memiliki penyakit seperti kanker atau anemia. Donor darah memang merupakan suatu tindakan mulia yang bisa menyelamatkan banyak nyawa, namun tentu saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan memenuhi syarat untuk menjadi seorang pendonor darah.


galena pendonor darah


Jika anda ingin mendonorkan darah, anda diharuskan untuk mengisi formulir pendaftaran ada beberapa syarat yang harus anda penuhi tentunya. 


Syarat-syarat sebagai seorang pendonor darah antara lain:


  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Calon pendonor harus berusia antara 17-65 tahun
  3. Memiliki berat badan minimal 45 kg
  4. Kadar hemoglobin dalam tubuh >12,5g% sampai dengan 17,0g%
  5. Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg dan (distol) 70-100 mmHg
  6. Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat celsius
  7. Tidak memiliki gangguan dengan pembekuan darah (hemofilia)
  8. Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
  9. Rentang waktu penyumbang minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 1 tahun)

Setelah sekiranya anda memenuhi syarat-syarat barulah anda bisa dinyatakan menjadi pendonor darah. Jika, anda tidak bisa memenuhi syarat-syarat tersebut, tentu saja anda tidak bisa melakukan donor darah. 


Namun selain syarat-syarat tersebut, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan anda tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah seperti mengidap suatu penyakit atau sedang melakukan pengobatan tertentu. Karena itulah syarat utama untuk menjadi seorang pendonor darah adalah dalam keadaan sehat dan sedang tidak mengidap penyakit berbahaya apapun yang dapat ditularkan melalui darah ataupun tidak membahayakan sang penderita yang akan mendonorkan darah. 


Tapi menurut beberapa daftar dari Palang Merah tentang syarat-syarat yang memperbolehkan donor darah, ada beberapa daftar penyakit yang menyebabkan anda tidak bisa menjadi pendonor darah, seperti:

  • Penderita diabetes
  • Pengidap penyakit autoimun (seperti tiroid, ankylosing, dan spondylitis), serta hepatitis. 


Namun kebijakan ini sepertinya berbeda di setiap negara. Di Belanda, Sanquin, pengelola donor darah hanya melarang orang yang terkena penyakit Hepatitis sebelum memasuki bulan ketiga. 


Kebijakan ini juga berlaku untuk Hepatitis A, B C, HIV, dan Sifilis. 


Tapi disarankan jika anda tidak melakukan donor darah agar tidak melakukan donor darah agar orang yang mendapat donor darah tidak tertular dengan penyakit-penyakit tersebut. 


Untuk penderita diabetes melitus ringan yang sedang tidak melakukan pengobatan seperti suntik insulin, hanya dikontrol melalui perubahan gaya hidup dan diet masih bisa diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya. 


Sedangkan pengidap penyakit tiroid tidak semuanya bisa mendonorkan darahnya, tergantung tipe penyakit tiroid seperti apa yang diderita. Penderita tiroid karena proses autoimun tentu saja tidak bisa mendonorkan darahnya karena dapat mengganggu sistem kekebalan imun serta menularkan penyakitnya kepada orang yang menerima donor darah. Namun penderita tiroid dinyatakan boleh mendonorkan darahnya jika kadar tiroidnya dalam keadaan normal dan tidak sedang mengonsumsi obat anti tiroid.


Bagi para pengidap hepatitis, hanya yang pernah mengidap Hepatitis A yang diperbolehkan untuk mendonorkan darah mereka. 

Mereka yang pernah mengidap Hepatitis B dan C atau pernah kontak dengan seseorang yang mengidap penyakit tersebut tidak diperbolehkan mendonorkan darah. 


Hepatitis A, B, dan C merupakan jenis penyakit peradangan hati, namun yang membedakan ketiga penyakit ini adalah media penularannya. 

Penyakit Hepatitis A menular melalui kotoran atau tinja penderita; biasanya melalui makananan. 

Sedangkan untuk Hepatitis B, dan C menular dengan cara yang sama yaitu melalui darah. Itulah alasannya mengapa para penderita Hepatitis B dan C tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah mereka karena dikhawatirkan dapat menularkan penyakit mereka melalui darah yang didonorkan. 


Untuk mereka yang sebelumnya pernah kontak dengan penderita Hepatitis B, diperbolehkan untuk melakukan donor darah setidaknya 12 bulan dari waktu kontak, menerima vaksin lengkap Hepatitis B, dan mempunyai bukti respon antibodi Hepatitis B dalam kurun waktu 5 tahun sebelum tanggal donor darah.


galena larangan donor darah untuk wanita hamil


Ada pula kondisi lain yang melarang anda untuk melakukan donor darah adalah saat sedang hamil atau menyusui. 


Pada saat hamil, anda disarankan untuk tidak mendonorkan darah atau saat 6 minggu setelah melahirkan. Jika kelahiran dilakukan secara operasi sesar, maka anda perlu menunggu 6 bulan setelah kelahiran jika ingin melakukan donor darah. Jika anda sedang menyusui, disarankan untuk tidak mendonorkan darahnya. Hal ini disebabkan karena mendonorkan darah dapat menyebabkan kekurangan zat besi, sehingga dapat mengurangi kandungan zat besi yang penting untuk bayi anda.


Sebelum mendonor darah, anda biasanya akan ditanyakan apakah mengidap suatu penyakit sebelum mendonorkan darah dan dimintai surat keterangan kesehatan. Pastikan anda mengetahui riwayat penyakit yang anda derita sebelum mendonorkan darah anda.


Itulah syarat-syarat yang perlu anda penuhi sebelum mendonorkan darah anda serta manfaat yang anda dapatkan menjadi seorang pendonor darah. Kenali kondisi anda sebelum mendonorkan darah. 


Pastikan anda dalam keadaan sehat dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan apapun. Ayo donorkan darah anda untuk membantu menyelamatkan banyak nyawa di luar sana. Karena setetes darah kita bermanfaat bagi nyawa mereka.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang