Bisakah seseorang tidur hanya 4 jam?

Dilihat 4,02 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Berapa lama sebenarnya waktu tidur yang dibutuhkan oleh setiap orang? Mungkin itu adalah pertanyaan yang ada dalam benak kita selama ini. Seperti yang telah kita semua ketahui bahwa waktu tidur selama delapan jam setiap hari diangggap sebagai rentang waktu tidur yang ideal yang diperlukan oleh tubuh manusia. 


Namun, tidak dapat dipungkiri hidup di zaman sekarang yang menuntut kerja keras, aktivitas yang padat, berjuang dengan rutinitas, tugas dan pekerjaan membuat seseorang semakin sulit mendapatkan jumlah waktu tidur yang ideal. Sekarang ini, karena tuntutan pekerjaan, banyak orang yang tidur hanya empat sampai lima jam saja dalam sehari


Harus dipahami bahwa menggunakan jam tidur untuk bekerja tidak selalu menjadi produktif. Kerja sampai larut malam – jam 21:00 – 02:00 – tidak seproduktif ketika bekerja dari pukul 08:00 – 17:00. Namun memang harus diakui bahwa tuntutan hidup sekarang ini seolah-olah mengharuskan seseorang untuk bekerja sampai larut, walaupun mungkin tidak dilakukan setiap hari. 


Lalu bagaimana dampak kurang tidur bagi kesehatan? Satu hal yang pasti, berkurangnya waktu tidur akan berdampak buruk untuk kesehatan tubuh, walaupun tidak terasa sekarang, namun pasti berdampak untuk jangka panjang. Untuk lebih jelasnya, yuk simak uraian berikut ini…



Efek Samping Kurangnya Waktu Tidur






Tidur merupakan kebutuhan bagi setiap orang dan jika waktu tidur yang kita jalani selama ini ternyata tidak mencukupi, maka bersiaplah dengan segala resikonya. Sebenarnya tubuh tidak akan mengalami masalah serius jika begadang/tidur larut malam tidak dilakukan setiap hari, karena ketika tidur sel-sel dalam tubuh beradaptasi dan mengalami proses regenerasi untuk mengganti sel yang rusak. 


Namun jika begadang dilakukan secara terus menerus tentunya tubuh juga akan bereaksi. Kurang tidur akan membuat tubuh rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.



Beberapa dampak kurang tidur yang sering dialami oleh sebagian besar orang adalah:


  • Mengalami Pusing, Migrain atau Vertigo – Jika kondisi sudah parah, kurang tidur dapat menyebabkan migraine bahkan vertigo (kepala terasa berputar-putar) hingga menyebabkan mual bahkan muntah. 
  • Hipertensi - Penyebab hypertensi salah satunya adalah kebiasaan begadang. Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan munculnya penyakit stroke, serangan jantung atau gagal jantung kronis.
  • Penyakit Jantung – Kebiasaan begadang akan mempengaruhi kerja dan pacu jantung, kerja jantung tidak akan efektif, sehingga peluang terkena resiko penyakit jantung terbuka lebar. 
  • Resiko Stroke – Telah banyak penelitian dilakukan untuk membuktikan bahwa kebiasaan kurang tidur dapat menyebabkan penyakit stroke. Dimulai dari seringnya merasa pusing, mengidap hipertensi ,jantung, maka resiko untuk terkena penyakit stroke akan lebih tinggi.  
  • Obesitas dan Diabetes - Obesitas berkaitan erat dengan Diabetes. Begadang akan membuat Anda mengalami obesitas karena proses metabolisme tubuh yang lambat. Seseorang akan mengalami penurunan kadar hormon akibat kurang tidur. Penelitian tersebut dapat menjelaskan bahwa orang yang terlalu sering begadang rentan terhadap obesitas. Pola tidur pada larut malam dan kurang dari empat jam setiap hari akan memunculkan rasa lapar ketika malam, akibatnya Anda akan merasa lapar dan membiasakan diri untuk makan ketika tengah malam, yang selanjutnya dapat mengakibatkan menumpuknya kadar gula di dalam tubuh, sehingga timbul penyakit diabetes. 
  • Alzheimer – Begadang mempunyai keterkaitan yang erat dengan penyakit alzheimer. Alzheimer adalah penyakit pelupa atau lupa ingatan baik secara permanen maupun sementara. Lupa mengingat terhadap orang, tempat, serta waktu. Alzheimer biasanya menyerang usia lanjut. 
  • Hormon Pertumbuhan Menurun - Hormon-hormon pertumbuhan paling banyak diproduksi pada saat tidur, karena saat itulah, tubuh memperbarui dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Jika kurang tidur, secara otomatis Anda berarti membatasi produksi hormon yang dihasilkan tubuh, sehingga tubuh akan kekurangan hormon yang berakibat buruk bagi kesehatan. 
  • Stress dan depresi - Salah satu dampak kurang tidur yang terkadang tidak disadari oleh banyak orang adalah terganggunya aspek psikologis. Seseorang yang memiliki jam tidur kurang dari empat sampai lima jam sehari selama tujuh hari berturut-turut akan menyebabkan kondisi emosional yang kurang stabil (mudah stress, sedih, marah, lelah) dan tentunya dapat berakibat munculnya depresi. 




Dapatkah seseorang tidur hanya 4 jam dalam sehari?



Sebagian orang mungkin akan merasa cukup dengan tidur hanya dengan 4-5 jam saja, namun sebagian yang lain mungkin tidak. Di sisi lain, banyak juga orang yang mengharuskan tidur selama 8 jam, namun angka ini bisa jadi tidak berlaku untuk anda. Sudah menjadi pemahaman umum bahwa waktu ideal untuk tidur adalah 8 jam sehari. 


Namun, beberapa pendapat sekarang ada yang menyatakan bahwa lamanya waktu tidur hanya 6 jam sehari sudahlah cukup! Berbagai pendapat itu semuanya akan sangat bergantung kepada kondisi, usia dan aktivitas Anda sehari-hari


Seringkali kita tidur larut malam atau bahkan begadang bukan karena kita yang menginginkan hal tersebut, namun tuntutan pekerjaan dan tugas lah yang membuat kita melakukan hal itu. Oleh karenanya, jika memang memungkinkan hindari begadang sebisa mungkin. Tubuh kita telah dirancang agar seimbang, ada saatnya bekerja dan ada saatnya juga untuk beristirahat atau tidur. Dan intensitas lamanya waktu tidur, amat berhubungan erat dengan intensitas aktivitas sehari-hari.


Memperbaiki kualitas tidur sangat disarankan jika Anda ingin kondisi tubuh tetap sehat dan selalu bugar. Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa kualitas tidur tidak didapat dari berapa lama kita tidur dalam semalam, melainkan berapa jam kita dapat tidur secara efektif. Karena lamanya waktu tidur tak selalu berbanding lurus dengan kualitas tidur yang diperoleh seseorang. 


Dengan kata lain yang dibutuhkan oleh setiap orang adalah tidur yang berkualitas bukan lamanya jam tidur. Jadi bisa saja seseorang tidur hanya 4 jam dalam sehari - meskipun jika dilakukan secara terus menerus dapat berdampak bagi kesehatan - namun mulailah memperbaiki kualitas tidur Anda.





Cara Mengatasi Susah Tidur



Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi susah tidur dan meningkatkan kualitas tidur Anda meskipun waktu tidur hanya sebentar:


  • Membiasakan tidur secara rutin, aturlah jam tidur Anda sebaik mungkin.
  • Memperbaiki pola makan dan rutin berolahraga 
  • Jangan makan terlalu banyak menjelang tidur 
  • Kurangi atau hentikan kebiasaan mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. 
  • Berhenti merokok dan minum alkohol 
  • Membuat ruangan tidur senyaman mungkin – Anda dapat mengatur suhu AC pada temperature yang sesuai dan nyaman bagi tubuh atau dapat juga merubah dekorasi kamar secara berkala 
  • Hindari kebiasaan berbicara melalui telepon sebelum tidur  
  • Mematikan lampu kamar dan matikan perangkat elektronik 
  • Menjauhkan binatang peliharaan dari kamar 
  • Rencanakan persiapan hari esok. Dengan membuat rencana yang terukur mengenai apa-apa saja yang harus dilakukan keesokan hari, dapat membuat Anda bersemangat, sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi kondisi tubuh untuk tidur dan beristirahat lebih cepat demi menyambut datangnya hari esok. 




Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda dapat tidur dengan nyenyak dan berkualitas. Sekali lagi untuk mengatasi susah tidur hindari begadang jika memang benar-benar tidak diperlukan. Dengan menjaga waktu tidur – berapapun lamanya – akan berdampak bagi kesehatan tubuh Anda sendiri. Tidur terlalu lama pun juga tidak baik. Oleh karenanya jalani semua aktivitas dengan porsi seimbang, termasuk aktivitas untuk tidur. Selamat Mencoba!  


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang