Bisnis di Indonesia: Mengapa banyak perusahaan software besar tidak membuka kantornya di Jogja dan Bandung, dibandingkan dengan Jakarta?

Dilihat 291 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ini tidak hanya bicara tentang talenta, biaya hidup yang lebih rendah, dll. Pastinya tergantung pada motif yang signifikan, entah itu yang tersembunyi atau terang-terangan. Bisa karena klien, zona waktu, atau apapun itu. Satu-satunya alasan mengapa perusahaan itu, yang saat ini bekerja sendiri, memulai usaha pembuatan software nya di Jakarta adalah karena mempunyai klien di Jakarta. Klien ini cukup signifikan untuk memberi kontribusi bagi pertumbuhan perusahaan (permulaan klien ini adalah contoh kasus sukses dalam mengimplementasi software kita di wilayah Asia Tenggara/APAC).

Hubungannya tidak hanya tentang pertumbuhan perusahaannya tapi juga tentang keberlanjutan layanan terhadap klien ini dan membuat kustomisasi mengikuti proses bisnisnya yang berkembang. Ketimbang mengimpor begitu banyak ekspatriat, mereka memilih untuk memulai di kantor Jakarta untuk melayani secara lokal.

Motif yang sama saya temukan pada sebuah perusahaan yang dibuat oleh seorang warga negara Australia di Indonesia. Perusahaan ini membangun kantornya di Bali karena kedekatan pulaunya dengan Australia dan karena zona waktunya GMT+8. Pada saatnya nanti mereka akan membangun kantor di Bandung dan Yogyakarta.

Dan mengapa Jakarta begitu menarik? Yah, sudah lama Jakarta menjadi tempat berbaur segala jenis orang. Apapun yang ingin anda cari di Indonesia dapat mudah ditemukan disini. Kotanya memiliki kewenanangan sendiri untuk membanggakan nama sebutannya sendiri, Durian Besar. Sayangnya, ketertarikan ini tidak merata diantara kota-kota lainnya.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang