Cerita terbaik tentang persahabatan yang seperti apakah yang pernah kau dengar hingga saat ini?

Dilihat 1,16 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hmmm.. Ini adalah cerpen persahabatan yang terbaik yang pernah saya dengar sejauh ini. 


"Kamu masih suka kuku - kuku itu dan pohon api merah yang menyala" kata Sudha. (catatan: pohon api mereka merupakan pohon gulmohar besar yang ketika berkembang mengeluarkan banyak bunga berwarna merah. Terlihat seperti api seperti namanya. Pohon ini juga memiliki daun yang dapat berubah strukturnya yang dapat disematkan di kuku dijadikan cakar buatan. Anuradha tertawa, "Dan lihatlah dirimu wanita tua. Kamu masih saja suka dengan mawar china itu". Mereka berdua tertawa. 


Mereka sudah saling mengenal selama 53 tahun. Ya! Persahabatan mereka berawal ketika remaja saat mereka satu sekolah di umur 16 tahun. Itu adalah masa yang menyedihkan bagi Radha. Ayahnya meninggal ketika berperang di perbatasan dan ibunya meninggal dalam kesedihan. Dia tidak memiliki siapapun dan hanya dapat meratap sendiran. Tetangganya merasa kasihan. Dia adalah seorang mantan tentara, Rathore yang kemudian mengadopsinya. Anak perempuan Rathore, Anu menjadi sahabat Radha.


Mereka tidak pernah menganggap bahwa mereka bersaudara karena menurut mereka persahatan jauh lebih indah dan memiliki ikatan yang lebih kuat. Ikatan persahatan mereka semakin kuat dengan segala aktifitas yang mereka lakukan bersama, dengan perbedaan pendapat dan lain sebagainya. Mereka sering bertengkar, tapi biasanya hanya bertahan beberapa hari. Ketika Sudha bersumpah tidak akan mau melihat wajah Anu lagi, Anu pergi memanjat jendela Radha untuk memperlihatkan wajahnya.


Masa - masa itu sangat menyenangkan. Mereka masih muda dan dapat bermain dan berlari ke manapun mereka mau. Terlepas dari pertengkaran mereka, perbedaan kasta dan kebudayaan, mereka adalah sahabat. Sekarang mereka terbaring di rumah sakit di usia 69 tahun, bergantung pada anak - anak yang meninggalkan mereka di rumah jompo. Sudha sakit parah dan hanya memiliki waktu beberapa hari lagi untuk hidup. Mereka berdua mengetahuinya dan  berjanji untuk berbagi bahkan perjalanannya ke surga bersamanya. Coba tebak, dia menepatinya.


Dua hari setelah itu, suster yang biasa merawat mereka menemukan keduanya sudah meninggal dengan sebuah surat terletak di atas meja di antara tempat tidur mereka. Kami muda, selalu muda, kami sahabat yang sejak dulu hidup bersama dan sekarang pun akan bersama, saya melihatnya meninggal dengan tenang tanpa rasa sakit, namun dia meninggal rasa sakit di hati saya dan saya akan mengikuti jejaknya jadi selamat tinggal, kamu dan dunia. Dan di sini kita berpisah, tapi pastikanlah bahwa kami akan dikubur bersama. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang