Apakah fibromyalgia adalah penyakit yang mematikan?

Dilihat 545 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Berbicara tentang kesehatan dan penyakit bisa membuat kita senang karena menambah pengetahuan, namun terkadang juga menakutkan karena kita khawatir, jangan-jangan penyakit tersebut ternyata ada pada diri kita atau keluarga kita tanpa kita duga atau ketahui sebelumnya. 


Di zaman sekarang ini, pola dan gaya hidup masyarakatnya sudah banyak berubah, keadaan lingkungan seperti hutan yang asri sudah hampir tidak ada sehingga oksigen atau udara bersih menjadi tercemar oleh debu dan polusi, suhu lingkungan dan cuaca yang ekstrim serta tidak menentu. Tentu saja hal-hal tersebut membawa dampak negatif pada penduduk bumi, terutama manusia. Salah satunya adalah timbul berbagai penyakit modern. 


Salah satu penyakit modern yang belakangan banyak muncul di masyarakat adalah fibromyalgia. Penyakit ini menyerang tulang dan otot yang mengakibatkan rasa nyeri di sekujur tubuh. 

Pengertian fibromyalgia adalah sindrom yang menyebabkan rasa nyeri yang amat sangat pada otot dan tulang, dapat menjalar di sekujur tubuh dan tentu dapat melemahkan penderitanya. Terapi khusus atau mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dapat dilakukan sebagai salah satu cara menyembuhkan fibromyalgia, namun tentunya harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang terpercaya.


Namun apakah fibromyalgia dapat menghilangkan nyawa kita? Jika ya, seperti apakah ciri-ciri dan penyebabnya?


Mari kita simak penjelasan berikut.


fibromyalgia

Fibromyalgia dan Gejala-gejalanya 


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengertian fibromyalgia adalah sakit pada tubuh yang berupa rasa nyeri pada tulang dan otot, dan penyakit ini menyebar ke seluruh bagian tubuh atau sebagian tubuh tertentu yang sangat peka terhadap nyeri sehingga jika disentuh akan terasa sakit.

 

Keadaan seperti ini bisa menyerang seluruh tubuh dan dapat bertahan hingga beberapa tahun lamanya. Karena beberapa gejala yang sama, beberapa pihak menyamakan penyakit ini dengan sindrom kecapaian atau kelelahan yang terus menerus dalam waktu yang lama.

Walaupun dari keduanya mempunyai kesamaan dari beberapa hal, namun ada perbedaan dari segi gejala umum yang dirasakan oleh penderita. Fibromyalgia diiringi oleh rasa nyeri dan kekakuan pada tubuh, sementara sindrom kelelahan kronis ditandai oleh kelelahan yang hebat. Umumnya, penderita fibromyalgia mempunyai paling sedikitnya sebelas area di tubuhnya yang sangat peka dan dapat menyebabkan rasa nyeri yang amat sangat ketika disentuh. 


Fibromyalgia bisa dialami oleh siapa saja baik anak-anak ataupun dewasa, namun paling banyak dialami oleh orang dewasa antara usia 30-50 tahun dan wanita mempunyai resiko lebih tinggi terkena fibromyalgia daripada pria. 


Dengan pengertian fibromyalgia di atas, kamu dapat mengetahui penyakit tersebut, dampak yang ditimbulkannya bagi tubuh, dan siapa saja yang paling beresiko terserang penyakit ini. 

Adapun gejala yang umum terjadi pada penderita fibromyalgia adalah rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh. Sakit yang dirasakan oleh penderita fibromyalgia berupa rasa seperti ditusuk-tusuk, panas terbakar, dan rasa nyeri yang dapat terus dirasakan setidaknya selama 12 minggu. Tanda ini akan berlangsung secara kontinyu dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. 


fibrimyalgia


Beberapa gejala yang lebih spesifik yang sering kali dirasakan oleh para penderita fibromyalgia adalah sebagai berikut:

  • Susah tidur dan kelelahan. Sulit tidur pada penderita fibromyalgia ini lebih disebabkan oleh rasa sakit yang berlebihan dan akhirnya menyebabkan kelelahan.
  • Tubuh sangat sensitif terhadap rasa sakit.
  • Sering lupa dan sulit berkonsentrasi
  • Otot akan terasa kaku
  • Sakit kepala
  • Timbul depresi dan kecemasan
  • Kram perut dan sindrom iritasi usus
  • Kepanasan atau kedinginan, gejala ini mungkin terjadi karena penderita tidak mampu mengatur suhu tubuh.
  • Pada wanita terjadi haid yang disertai rasa nyeri yang sangat

Dengan mengetahui gejala-gejalanya maka kita akan dengan mudah mengatasinya. Fibromyalgia secara umum dialami setelah adanya luka fisik, infeksi atau pembedahan, dan juga adanya beban psikologi yang berat. Tetapi ada juga kasus-kasus lain dengan gejala-gejala yang muncul perlahan tanpa ada pemicunya. 


fibromyalgia

Apakah Kita Bisa Mati Karena Fibromyalgia?


Tingkat keseriusan gejala fibromyalgia umumnya berbeda-beda pada setiap penderita, hal ini dipicu oleh tingkat stress, banyaknya aktivitas yang dilakukan penderita, bahkan perubahan cuaca yang tidak menentu. 


Tapi, dapatkah fibromyalgia merenggut nyawa kita?


Sebenarnya penyakit ini tidaklah mengancam pada jiwa, hanya saja penderita fibromyalgia tidak dapat menjalani hidup yang nyaman. Rasa sakit yang tiba-tiba menyerang di tengah malam dan membangunkanmu dari tidur, rasa nyeri yang menyerang tiba-tiba dan menghambat aktivitas, serta rasa ngilu yang menyerang hampir seluruh bagian tubuh dan bertahan cukup lama inilah yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami depresi, stress, dan tertekan, yang kemudian berujung pada bunuh diri.


Fibromyalgia adalah penyakit yang sedikit sulit untuk dipercaya, karena hanya sang penderitalah yang dapat merasakannya dan hanya 1 dari 20 orang yang pernah merasakannya. Penderita akan merasa terisolasi dan kesepian karena penyakitnya menghalanginya dari berbagai aktivitas sosial, dan ini adalah salah satu yang memicu depresi. Dokter akan memberikan obat anti depresi, namun tentu saja obat semacam ini memiliki efek jangka panjang dan tak jarang penderita depresi tewas karena overdosis.



Faktor-faktor Penyebab Fibromyalgia


Para dokter belum dapat mengetahui secara pasti mengenai penyebab utama fibromyalgia, namun beberapa teori memperkirakan bahwa seretonin merupakan bagian yang berpengaruh terjadinya fibromyalgia. Seretonin berperan sebagai penghantar syaraf yang dihasilkan oleh usus dan otak dan juga memiliki peran lain dalam tubuh seperti mengatur nafsu makan dan suasana hati. Beberapa teori lain berpendapat bahwa penderita fibromyalgia menghasilkan seretonin yang lebih sedikit dari yang normal, sehingga syaraf akan lebih peka terhadap sakit.


Faktor-faktor yang bisa memicu fibromyalgia tersebut adalah:


  • Jenis kelamin. Wanita mempunyai resiko lebih tinggi terkena penyakit fibromyalgia daripada pria.
  • Umur/usia. Orang-orang berusia 30-50 tahun sangat rentan untuk terserang penyakit ini.
  • Faktor gen atau keturunan. Hampir seperti diabetes, resiko terserang fibromyalgia akan meningkat apabila ada anggota keluarga dengan garis darah yang cukup dekat yang juga memiliki penyakit ini.
  • Adanya kadar yang tidak normal pada senyawa-senyawa dalam sistem syaraf pusat. Kadar yang tidak normal ini menyebabkan sistem saraf pusat memiliki sensitifitas berlebihan dalam menerima sinyal rasa sakit.
  • Senyawa dopamine, serotonin, atau senyawa kimia lainnya dalam otak tidak seimbang.
  • Trauma fisik karena cedera, pasca operasi, infeksi virus, atau trauma emosional karena suatu kejadian yang menimbulkan guncangan batin.
  • Penyakit yang berhubungan dengan sendi, otot, dan tulang seperti penyakit asteoartritis, lupus, dan yang lainnya.
  • Insomnia atau gangguan tidur, seseorang yang mengidap insomnia cenderung memiliki sensitivitas akan rasa sakit lebih tinggi daripada orang lain tanpa gangguan tidur.
fibromyalgia

Pengobatan Fibromyalgia


Salah satu cara yang paling sering dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan tes titik lunak, dengan cara menekan 18 titik lunak khusus untuk tubuh yang berada di kedua pundak, belakang lutut, kedua sikut, leher, leher belakang, serta di bawah pinggang. 


Jika penderita merasa sakit minimal di 11 titik lunak (yang cenderung akan berdenyut ketika disentuh) maka ia didiagnosis positif terkena fibromyalgia. Namun juga, bila titik sakit kurang dari 11, masih mungkin didiagnosis terserang fibromyalgia jika terdapat gejala seperti sulit tidur, kelelahan, masalah pada saraf, terganggu fungsi kognitif, masalah endokrin, dan kekakuan.


Karena fibromyalgia sulit untuk diobati dikarenakan tidak ada obat yang pasti, pengobatan yang diberikan pun hanya untuk meringankan gejalanya saja, dan dapat dilakukan dengan obat-obatan serta pengobatan alami. 


Ada beberapa solusi rumahan yang dapat dilakukan sebagai cara menyembuhkan fibromyalgia, antara lain:

 
  • Program latihan jangka panjang telah lama dipercaya untuk mengurangi gejala fibromyalgia secara efektif. Gerakan yang dilakukan berupa latihan duduk, berjalan, latihan kekuatan, latihan fleksibilitas, latihan kesimbangan serta aerobic air. Alangkah baiknya jika latihan ini dimulai dari yang ringan dan pelan-pelan untuk menjaga agar gejalanya tidak menyebar.
  • Rendam tubuh dalam bak yang berisi campuran garam Epsom, karena akan membantu dalam penyerapan magnesium. Secara garis besar, mandi air hangat dengan dicampur air garam telah lama dikenal sebagai pengobatan, selain menenangkan,  dapat mengurangi rasa sakit, dan merenggangkan otot tubuh.
  • Akupresur dan akupuntur dapat dilakukan untuk mengatasi fibromyalgia, karena membantu mengendalikan gejala fibromyalgia dengan meningkatkan energi vital dan meningkatkan neurotransmitter di otak dan sumsum tulang belakang.
  • Konsumsi asam lemak omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh. Asam lemak ini dapat membantu mengurangi peradangan, nyeri neuropatik, juga dapat menahan nyeri sendi dan kekakuan.
  • Cuka sari apel dapat membantu meredakan gejala fibromyalgia seperti skit kepala dan perdangan karena cuka apel memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan tingkat keasaman atau pH tubuh manusia.
  • Konsumsi jahe. Rempah ini dikenal memilki sifat-sifat anti inflamasi dan penghilang rasa sakit, maka dapat membantu meredakan atau bahkan mampu menghilangkan gejala fibromyalgia.

fibromyalgia



Pada dasarnya fibromyalgia tidak menimbulkan kematian jika penyakit itu bisa di atasi dengan baik dengan melakukan terapi dan memperbaiki psikoligis orang tersebut sehingga tidak menimbulkan stres atau depresi yang berkepanjangan. 

Tapi tidak menutup kemungkinan apabila dalam keadaan depresi seseorang akan merasa sakit yang luar biasa yang mengakibatkan kejang otot jika tidak bisa dikontrol bisa juga melakukan bunuh diri untuk mengurangi rasa sakitnya.


Pada banyak kasus, penderita fibromyalgia akan sembuh dengan sendirinya, tentunya dengan dukungan keluarga dan teman terdekat yang dapat mengurangi depresi karena fibromyalgia yang diderita oleh mereka. Melakukan olahraga, diet, dukungan dan mungkin mengonsumsi obat-obatan yang disarankan dokter akan benar-benar penting dalam memiliki kehidupan yang lebih baik dengan Fibromyalgia. Semoga bermanfaat!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang