Apakah tekanan darah tinggi menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk?

Dilihat 408 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1



Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan jenis gangguan pada pembuluh arteri darah hingga tekanannya melebihi batas normal. Tekanan darah tinggi tidak pandang usia. Dari remaja atau anak-anak hingga orang tua beresiko terkena serangan darah tinggi. Banyak orang masih menganggap penyakit ini sepele padahal penyakit ini dijuluki 'silent killer' atau pembunuh senyap, karena jarang memiliki gejala yang jelas. Hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa gejala yang jelas dapat memengaruhi organ tubuh lain seperti jantung dan otak. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah.


Saat jantung berdetak, darah dipompa ke seluruh tubuh untuk menyalurkan kepada mereka energi dan oksigen yang dibutuhkan. Sewaktu mengalir, darah juga mendorong ke sisi-sisi dinding pembuluh darah dan kekuatan dorongan darah inilah yang disebut sebagai tensi atau tekanan darah. Hipertensi adalah saat ketika tensi atau tekanan darah terhadap dinding-dinding pembuluh darah menjadi terlalu kuat atau terlalu tinggi. Keadaan ini memberi beban ekstra bagi pembuluh darah dan bagi organ jantung. Apabila dibiarkan seperti ini, maka kondisi tersebut bisa mengakibatkan serangan jantung atau stroke.


Pemeriksaan tekanan darah secara rutin bisa membantu diagnosis penyakit darah tinggi pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengonsumsi obat.

Nah jadi sebenarnya, apa sih penyebab darah tinggi tersebut? Apa saja gejalanya? Dan apakah tekanan darah tinggi dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk? Penasaran kan? Yuk, kita lihat penjelasannya lebih lanjut dibawah ini! 


Penyebab Darah Tinggi




Penyebab darah tinggi atau hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus yang ada. Dalam kasus di mana sama sekali tidak ada penyebab atau faktor jelas, hipertensi dikenal sebagai hipertensi primer. Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Usia - Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Faktor keturunan - Orang dengan anggota keluarga yang mengidap hipertensi memiliki risiko tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.
  • Merokok - Rokok dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus menyempitkan dinding arteri.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas - Kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan darah akan diukur oleh tubuh sesuai dengan berat badan. Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak. Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kurang olahraga - Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kadar garam yang tinggi dalam makanan - Kadar garam yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian akan meningkatkan tekanan darah.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras - Kandungan alkohol dalam minuman keras dapat memicu kerusakan pada organ jantung.
  • Stres - Tingkat stres yang tinggi berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.

Sementara hipertensi yang disebabkan oleh kondisi dasar tertentu disebut hipertensi sekunder. Secara keseluruhan, 10 persen dari kasus hipertensi merupakan jenis sekunder. Beberapa penyebab darah tinggi di balik kondisi ini, umumnya meliputi:

  • Diabetes.
  • Penyakit ginjal.
  • Kondisi yang memengaruhi jaringan tubuh, misalnya lupus.
  • Obat-obatan tertentu, misalnya pil kontrasepsi, analgesik atau obat pereda sakit, obat pilek, serta dekongestan.
  • Penyempitan pembuluh darah (arteri) yang mengalirkan darah ke ginjal.
  • Gangguan hormon, khususnya tiroid.
  • Gejala Hipertensi Diagnosis Hipertensi 

Gejala Darah Tinggi



Gejala darah tinggi cukup penting di ketahui, hal untuk mengetahui saat kita atau orang-orang terdekat terkena tekanan darah tinggi. Tentunya demi mendapatkan pengobatan lebih cepat, dan meminimalisir dampak buruk yang yang dapat ditimbulkan. Apa saja gejalanya? Berikut penjelasannya:

  • Sakit Kepala atau Pusing - Sakit kepala atau pusing adalah ciri-ciri yang paling umum yang sering dialami oleh penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, terlebih lagi jika penderita memiliki tekanan yang terlampau tinggi. Namun sakit kepala sering kali tidak disadari sebagai ciri-ciri darah tinggi.
  • Mual dan Muntah - Mual dan muntah telah menjadi gejala umum bagi penyakit-penyakit lain. Namun yang perlu kita ketahui bahwa mual dan muntah yang terjadi bisa dikarenakan tekanan darah tinggi, biasanya disertai juga dengan pandangan yang berkunang-kunang dan napas yang dangkal dan cepat.
  • Mimisan - Mimisan juga merupakan salah satu ciri-ciri dari hipertensi, oleh sebab itu jangan abaikan jika terjadi mimisan. Bahkan tidak jarang penyebab mimisan salah satunya adalah karena darah tinggi.
  • Mati Rasa dan Kesemutan - Semakin meningkatnya taraf hipertensi pada pasien, maka akan mengakibatkan mati rasa dan kesemutan. Jika hal ini terjadi maka tingkatkanlah kewaspadaan dan segerlah lakukan tindakan medis, karena ini merupakan gejala awal stroke yang disebabkan oleh hipertensi.
  • Terdapat Titik Darah Pada Mata - Jika kita melihat adanya titik darah pada bagian mata maka hendaklah periksakan tekanan darah. Hal ini adalah salah satu ciri-ciri dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. 


Darah Tinggi penyebab Sirkulasi Darah Buruk

Sirkulasi darah yang baik sangat berperan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Buruknya sirkulasi atau peredaran darah dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh, mulai dari jantung hingga otak. Bila salah satu organ vital tubuh tidak mendapat cukup darah maka akibatnya bisa fatal.


Salah satu penyebab sirkulasi darah yang buruk yaitu tekanan darah tinggi. Peredaran darah yang buruk (tidak lancar) bisa dipicu juga oleh kebiasaan merokok, sering cemas dan stres, obesitas, kolesterol, diabetes, hingga gangguan makan. Dan salah satu organ tubuh yang terkena dampak akibat buruknya peredaran darah yaitu jantung.


Ketika jantung berdetak, dinding arteri akan melentur dan kemudian menjadi rileks. Rileksasi tersebut disebut tekanan diaslotik. Arteri anda harus rileks di setiap detakan jantung, karena dinding arteri yang selalu lentur akan memberi tekanan pada jantung dan organ utama anda. Semakin tinggi tekanan darah anda, semakin besar tekanan pada pembuluh darah.


Arteri yang senantiasa melentur akan menciptakan "tanda guratan” (stretch marks) dari celah mikro yang dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut dan mengurangi elastisitas dinding arteri. Hilangnya elastisitas dan fakta bahwa dinding arteri tidak lagi mulus akan mengakibatkan pengendapan jaringan abnormal, penyumbatan, pengerasan dan penyempitan di dalam pembuluh darah (sering di sebut sebagai penyakit aterosklerosis) dan juga bisa menyebabkan penyakit jantung kongestif, pembesaran jantung dan kerusakan jantung lainnya.


Jika arteri menjadi kaku, meradang, atau tersumbat, atau jika terlalu banyak cairan yang mencoba melewatinya, jantung harus bekerja sangat keras dan pada akhirnya akan membuat sirkulasi (peredaran) darah memburuk, dikarenakan tekanan darah yang tinggi. 




Nah itu penjelasan mengenai penyebab darah tinggi serta gejalanya. Intinya, masalah peredaran darah yang berkaitan dengan adanya hipertensi merupakan tanda yang serius dan bahaya dimana hal itu menunjukkan ada sesuatu yang salah. Pastikan anda sudah melakukan pemeriksaan dengan benar dan menjalani perawatan yang baik oleh seorang dokter. Dan anda harus mematuhi sarannya. Anda harus melakukan apapun yang anda bisa untuk mengatur tekanan darah anda, seperti mengurangi kolesterol, menghindari makanan tidak sehat serta kebiasaan buruk lainnya, serta perkuat jantung anda dengan berolahraga (walaupun hanya dengan jalan cepat selama 20 menit setiap harinya). Jika gagal dalam menjalankan usaha tersebut, maka akan meningkatkan resiko kematian yang disebabkan oleh stroke. 

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang