Gangguan Bipolar: Bagaimana rasanya mengalami episode hypomania?

Dilihat 1,69 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sangat hebat. Hypomania terasa sangat hebat. Hypomania adalah saat dimana seseorang memiliki kreativitas yang lebih baik, perasaan hangat untuk orang lain, optimisme, keinginan untuk bangun dari tempat tidur pada pagi hari dan memulai aktivitas, kepuasan dan bahkan rasa senang atas apa yang saya capai, warna-warna terkesan lebih hidup, musik lebih enak didengar, indra perabaku lebih sensitif - kurang lebih seperti itu. Tapi yang paling penting, saat hypomania adalah saat dimana aku bisa mengontrol tingkah lakuku sendiri dan melihat dunia ini serta diriku sendiri dengan lebih realistis. Permasalahan dengan hypomania ini adalah, seperti layaknya fase lain dalam depresi manik, semua ini adalah sementara. Kadang-kadang aku bisa jatuh ke dalam depresi. Semuanya terasa sangat drastis saat berubah dari hypomania ke depresi, seperti berputar dan jatuh ke dalam jurang. Ini bukan seperti penurunan perlahan dari keadaan normal. Aku lebih merasa ingin bunuh diri saat berubah dari situasi hypomania ke depresi. Pada waktu tertentu aku sering meledak, menjadi mania total dan kemudian psikosis manik. Ini adalah ketidakseimbangan yang berbahaya bagiku. Sekarang warna-warna terasa terlalu intens. Semua suara terdengar menyiksa. Sentuhan terasa sakit. Aku merasa paranoid, tidak sensitif, tidak bisa melihat perilakuku sendiri secara realistis, merasa berlebihan, dan mudah marah karena apapun. Aku tidak terlalu memperhatikan keselamatanku karena aku merasa aku bisa melakukan semuanya. Terkadang aku punya pikiran magis dan melihat 'hal-hal' seperti bunga api yang keluar dari ujung jari. Aku juga mengalami halusinasi visual dan auditori. Di masa lalu sebelum SSRI, aku akan meledak dengan kemarahan dan menjadi kasar. Aku sangat suka menjadi hypomania. Jika saja aku bisa memilih suara hati permanenku, tentunya aku akan memilih hypomania. Aku memanfaatkan keadaan yang sementara ini dengan sebaik-baiknya. Aku mencoba untuk tidur dan makan seperti biasa untuk membantuku agar tetap stabil. Aku menggambar, melukis dan bekerja dengan serabut - pekerjaan artistik apapun yang muncul dan bisa kulakukan saat hypomania - seiring dengan suasarana hatiku, sedangkan suamiku memperhatikannya dengan seksama. Saat aku mulai lepas kendali, dia mencoba untuk membantu dan menyemangatiku dengan dukungan ekstra serta memberikanku obat dari dokter. Tapi ini bisa menjadi rumit karena aku terkadang menentang bantuan yang diberikan terutama saat memasuki fase mania total. Aku tahu bahwa pertanyaan ini ditujukan untuk hypomania tapi untukku, fase luar biasa ini tidak bisa dipisahkan dari suasana hati setelahnya. Bahkan saat aku bersenang-senang dengan keadaan bagus ini, aku tahu ini akan mengarah pada fase pikiran selanjutnya yang tentunya lebih buruk dan mungkin lebih berbahaya. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang