Gastroenterologi: Aku pernah dengar, kalau diare itu cara tubuh, untuk melindungi dirinya dari bahaya. Kalau memang iya, bukannya seharusnya kita membantu pengeluarannya? Kenapa konsumsi Imodium untuk memperlambat pengeluarannya

Dilihat 1,3 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebagai pengiring yang menarik, setelah aku merasakan sakit, yang termasuk "usus neurogenik" - (dengan kata lain, nggak bisa dikontrol, kalau dia mau keluar, ya aku harus melakukannya...) satu hal yang diberitahukan kepadaku secara eksplisit itu adalah aku TIDAK BOLEH mengkonsumsi obat medis "pemberhenti" seperti Imodium, Kaopectate, dan seterusnya... Obat-obat itu sebenarnya merupakan obat pencahar dan penghalus kotoran untuk sementara, aku sudah gak pakai lagi, sih. 

Argumennya itu tentang diare merupakan tanda kalau ada sesuatu dalam sistemku yang seharusnya tidak ada disitu, dan lebih baik mengeluarkannya secepat mungkin. Dokter memberitahuku kalau aku harus menghindari obat-obatan pemberhenti buat jaga-jaga biar aku nggak terkena penyumbatan, tapi semua orang harus menangani ini dengan cara ini karena biasanya obat malah memperparah bukannya mengobati. Mereka juga bilang kalau dehidrasi dan ketidakseimbangan mineral juga mempengaruhi, tapi mereka bilang aku harus menangani diare ini dengan minum banyak air. Mereka juga menyarankan campuran "BRAT" - Pisang, Nasi, Apel dan Roti Panggang.

Biasanya aku lewatin aja apel sama roti panggangnya, tapi harus makan pisang an nasinya. Pisang itu punya potasiu yang tinggi, dan mengandung bahan "kontrol aliran" pencernaan yang baik. Nasi itu menambahkan massal dan serat, ditambah lagi biasanya nasi dapat menyerap banyak kelebihan cairan... Konsumsi juga banyak yogurt atau pro-biotik suplemen lainnya untuk membantu membangun kembali biokultur yang sehat...

Walau mengalami "peledakan" itu jauh lebih memalukan, aku nggak bisa bilang kalau diareku itu lebih sering atau berlangsung lebih lama daripada sebelum aku sakit. Musim dingin yang terakhir ketika Norovirus muncul, aku kena virus itu, dan kayaknya membandingkan catatan korban-korban lain, punyaku itu lebih cepat selesainya, dan bahkan lebih ringan daripada mereka yang makan banyak obat untuk mencoba dan memberhentikan sakitnya...

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang