Bagaimana rasanya sakit usus buntu?

Dilihat 2,95 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Usus buntu atau disebut juga dengan apendiks adalah salah satu organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi di dalam tubuh, khususnya di daerah usus. Tetapi jangan salah, saat ini fungsi apendiks telah diketahui yaitu sebagai organ imunologik dan berperan secara aktif juga dalam sekresi immunoglobulin atau kekebalan tubuh yang berisi kelenjar limfoid. 


Penyakit yang sering terjadi di derah usus buntu adalah radang usus buntu. Tanda-tanda usus buntu terkadang sulit untuk diidentifikasi gejala awalnya dan bisanya seseorang akan menyadarinya setelah merasakan sakit yang amat sangat di bagian perutnya. 


Pada kasus yang serius, peradangan akan menjadi semakin parah dan bahkan usus buntu bisa pecah dan menyebabkan infeksi pada organ lainnya sehingga dibutuhkan penanganan media yang khusus. Obat usus buntu akan diberikan oleh dokter jika peradangan masih dianggap sedang, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk menyembuhkan peradangan dari dalam. Namun banyak juga kasus usus buntu yang hanya bisa diobati dengan jalan operasi usus buntu.


usus buntu


Penyakit Usus Buntu


Usus buntu merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik anak muda ataupun orang dewasa dapat terserang penyakit ini. Penyakit usus buntu masih belum dikatahui secara pasti oleh medis, tetapi banyak pada ahli yang mengatakan bahwa penyakit yang juga disebut sebagai apendisitis ini terjadi karena tersumbatnya pintu masuk menuju usus buntu. Penyumbatan ini bisa disebabkan karena tinja dan juga kelenjar getah bening yang membengkak di dalam dinding usus. 


Lalu, bagaimana rasanya terkena usus buntu? 


Kamu akan merasakan sakit perut dan merasakan panas di sekitar perut bagian kanan bawah yang merupakan letak dari usus buntu tersebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa rasanya seperti perutmu akan meledak karena rasa sakit yang luar biasa. Selain itu, usus buntu juga disebabkan oleh infeksi pada umbai cacing yang akan menyebabkan rasa sakit perut sebagai gejala awal penyakit ini dan biasanya dapat dirasakan pada perut bagian tengah.

Pada awalnya, rasa sakit itu akan muncul dan hilang lagi, namun jika kamu merasa lelah, rasa sakit tersebut biasanya akan kambuh kembali. Beberapa jam kemudian, rasa sakit akan berpindah ke perut kanan bawah tempat usus buntu berada sebelum akhirnya bertambah parah dan terasa sangat sakit.


Salah satu cara untuk mengetahui penyakit ini adalah jika anda merasakan rasa sakit bila ditekan pada bagian perut tersebut. Namun untuk memastikan, kamu tentu bisa langsung memeriksakannya ke dokter. 

Beberapa gejala lain yang dapat menyertai tanda-tanda usus buntu, di antaranya adalah:


  • Perut terasa sakit terutama pada bagian kanan bawah.
  • Perut terasa kembung.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Terjadi keram pada perut.
  • Demam biasanya disertai dengan gejala lain.
  • Diare, sembelit, atau sering buang angin.
  • Mual dan muntah.
  • Perut bengkak.

usus buntu


Pengobatan Penyakit Usus Buntu


Pengobatan yang bisa dilakukan untuk kasus penyakit usus buntu fase serius adalah prosedur operasi pengangkatan usus buntu. Menjalani operasi jauh lebih aman daripada menunggu hasil konfirmasi adanya peradangan usus buntu, karena semakin lama dikhawatirkan terjadinya infeksi yang bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Bahkan semakin lama menunggu, risiko pecahnya usus buntu akan makin meningkat. 


Sama seperti semua operasi yang lain, operasi apendektomi ini juga tetap memiliki risiko seperti munculnya infeksi pada luka operasi serta pendarahan. Namun operasi ini dinilai sebagai tindakan yang efektif untuk menghilangkan penyebab peradangan pada usus buntu. 


Jenis dari operasi apendektomi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu operasi laparoskopi atau disebut juga sebagai operasi 'lubang kunci' dan operasi yang dilakukan dengan bedah sayatan terbuka. Kedua operasi tersebut menggunakan bius total dan termasuk operasi besar. Namun tidak semua penderita usus buntu harus melakukan operasi untuk menyembuhkan usus buntu, ada beberapa kasus di mana usus buntu sudah pecah dan infeksi sudah menyebar ke organ lainnya. Dalam kasus ini dibutuhkan penanganan yang lebih intensif lagi oleh dokter.


Biasanya jika usus buntu sudah pecah dan terjadi penyebaran infeksi, penderita akan membutuhkan jenis operasi bedah sayatan terbuka untuk mengangkat usus buntu sekaligus membersihkan rongga perut untuk mencegah penyebaran infkesi. Untuk melakukan operasi juga diperlukan beberapa prosedur seperti diberikan obat usus buntu berupa antibiotik guna menyembuhkan peradangan

Jika pembengkakan sudah mengempis, maka akan dilakukan operasi pengangkatan. Tapi jika usus tersebut sudah pecah maka akan langsung dilakukan operasi saat itu juga, hal ini dinamakan darurat medis yang harus ditangani dengan segera dengan cara pengangkatan usus buntu. 


      usus buntu



Tips-tips Saat Pemulihan dari Operasi Usus Buntu


Setelah melakukan operasi usus buntu biasanya bekas operasi akan pulih dengan normal dalam kurun waktu selama 3 minggu. Yang perlu kamu lakukan dalam masa pemulihan pasca operasi usus buntu adalah:


  • Tidak melakukan aktivitas terlalu banyak dan berat. Hal ini karena kondisi kamu belum sehat benar dan bisa saja akan mengalami rasa sakit pada perut akibat banyaknya gerakan yang kamu lakukan.
  • Aktivitas berat disarankan untuk dihindari selama 1 sampai 2 bulan setelah operasi.
  • Konsumsi makanan yang lembut seperti bubur dan sayuran, jangan mengonsumsi makanan yang keras. Hal ini untuk menjaga agar kondisi ususmu normal kembali.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang pedas dan asam walaupun sudah 3 minggu masa pemulihan.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Hindari minum kopi atau minuman bersoda.

Dengan memperhatikan tips di atas maka dalam masa pemulihan kamu akan sembuh seperti sedia kala. Jangan khawatir operasi usus buntu biasanya memiliki tingkat keberhasilannya yang tinggi dan tidak menimbulkan resiko yang harus dikhawatirkan. Asalkan kamu menjaga kesehatan pada masa pemulihan dengan baik dan menuruti setiap nasehat dokter.


usus buntu

Itulah penjelasan mengetani tanda-tanda usus buntu dan juga cara pengobatannya. Intinya, mengalami usus buntu atau appendix memang tidak akan menimbulkan rasa sakit pada perut yang terjadi secara terus-menerus dan disertai dengan mual dan muntah. Kadang penderita merasakan lemas karena cairan dalam tubuhnya terkuras, pada kasus lain juga terjadi kram perut yang membuat kamu mengalami sakit yang amat sangat. 


Jika penyakit usus buntumu kambuh, kamu bisa mengompres bagian perut yang sakit. Jika frekuensi sakit usus buntu yang kamu rasakan cukup sering dan sangat sakit, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri kedokter untuk mendeteksi seberapa parah tingkat usus buntu yang kamu alami. Segeralah hubungi dokter atau rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan. 


Jangan takut bila dokter menyarankan untuk dilakukan pengangkatan atau operasi karena operasi pengangkatan usus buntu terbilang aman dan tidak menimbulkan resiko yang besar. Percayakanlah pada dokter yang menangani kamu dan saya yakin operasi usus buntu sudah banyak berhasil dijalani beberapa orang. 

Jangan lupa juga agar selalu berdoa akan kesembuhanmu. Karena dengan berserah diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa segala kesusahan akan teratasi. Yakinlah kamu akan sembuh kembali seperti semula setelah operasi dengan istirahat yang baik dan selalu menjaga kesehatan. Semoga bermanfaat! 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang