Haruskah kita khawatir tentang virus Zika?

Dilihat 963 • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jawaban singat? Khawatir? Ya.

Histeris? Tidak.

Khawatir karena dua studi detil yang saling membelakangi memperlihatkan kalau Zika dalam plasenta dan jaringan otak pada janin dan bayi yang baru lahir oleh ibu yang terinfeki oleh Zika. 

Tidak histeris karena dua lainnya lagi juga saran studi yang masih baru:

  • Diagnosa Microcephaly yang digunakan itu sangat tidak konsisten dan tidak terpecaya.
  • Sepertinya pekerja kesehatan dulunya hanya memberitahukan kasus microcephaly ekstrim walau sekarang mereka memberitahukan yang lebih ringan, yakni peningkatan besar dalam positif yang salah.

Jawaban lebih panjang? Pertama, beberapa detil studi kemudian implikasi mereka.

Satu, 10 Febuari 2016, laporan kasus (1)

Orang-orang Eropa terkena infeksi Zika saat sedang bekerja sebagai sukarelawan. Ultrasonografi memperlihatkan pertumbuhan janin normal pada minggu ke-14 dan ke-20. Tapi minggu ke-29 sampai ke-32 memperlihatkan anomali-anomali janin yang jelas termasuk klasifikasi plasenta, penyakit otak parah dan microcephaly janin. Setelah terminasi medis kehamilan pada minggu ke-32, analisis jaringan janin yang sangat detail dan hati-hati memperlihatkan virus Zika hanya ada dalam otak dan patologi hanya ada dalam otak dan plasenta. Otak janin memperlihatkan microcephaly yang kstrim, peradangan yang intens dan klasifikasi korteks dan subkorteks otak. Positif Zika oleh RT-PCR (Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction), urutan virus itu 99.7% mirip dengan yang ditemukan pada tahun 2013 dan 2015. Secara molekuler, virus itu mirip dengan garis keturunan virus Zika. Yang baru-baru ini beradatptasi dengan lingkungan baru yang mungkin mengisi kehadiran Zika lebih banyak dan penyebaran yang semakin cepat. Mikroskopi elektron memperlihatkan tanda jelas dari replikasi virus dalam otak janin. Waktu itu negatif untuk 13 virus lainnya termasuk penyebab umum transmisi transplasenta lainnya. Plasenta memperlihatkan klasifikasinya tapi bukan peradangan saat virus Zika belum ditemukan disana oleh RT-PCR.


Dua, 10 Febuari 2016, memperlihatkan virus Zika dalam plasenta dan jaringan otak pada kedua bayi yang baru lahir yang diduga terinfeksi Zika dengan microcephaly juga dua keguguran pada Desember 2016. Lahir pada masa kehamilan minggu ke-36 dan ke-38, kedua bayi yang baru lahir dengan microcephaly mati dalam waktu 20 jam setelah lahir. 2 bayi yang gugur itu kehilangan janin pada minggu ke-11 dan ke-13. Pada kedua bayi yang baru lahir, hanya jaringan otak yang positif terinfeksi Zika oleh RT-PCR dengan kemiripan yang tertinggi dengan keturunan virus Zika yang diidentifikasi pada tahun 2015, dan dalam keduanya, patologi dibatasi hingga otak. Dalam yang gugur, satu memperlihatkan patologi dan klasifikasi dalam plasenta. Saat trimester pertama, semua 4 ibu memiliki tanda klinis terinfeksi Zika, termasuk demam dan ruam tanpa tanda Zika yang aktif pada waktu melahirkan atau gugur. Walaupun tidak di tes untuk antibodi anti-Zika, ibu dengan keguguran itu negatif toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex, HIV. Dengan kata lain, negatif untuk beberapa penyebab umum infeksi trans-plasenta lainnya.


Tiga, laporan 7 Febuari 2016

  • Catatan kriteria diagnosa untuk dugaan microcephaly itu sangat tidak dipercaya dan baru-baru ini direvisi oleh Menteri Kesehatan Brazil dan oleh Organisasi Kesehatan Pan America (PAHO).

  • Menganjurkan peningkatan tinggi dalam dugaan microcephaly yang mungkin meningkat dari positif palsu. Tes seleksi dengan kekhususan yang sangat rendah ada kemungkinan membuat angka dugaan microcephaly terlalu berlebihan dan mungkin memasukkan banyak bayi sehat dengan kepala kecil.

  • Menyarankan hanya melaporkan kasus yang dikonfirmasi oleh lab dan bukti radiologikal. Untuk, yakni catatan kalau 3670 dari 4783 kasus yang diduga microcephaly diidentifikasi di Brazil dari pertengahan tahun 2015 sampai Januari 2016 masih dibawah investigasi. Jaminan simpanan sebesar itu hanya akan semakin parah nantinya karena semakin banyak keadaan kepala bayi yang semakin sering diukur.

  • Menganjurkan penjualan antara kekhususan dan sensitifitas tes seleksi microcephaly harus meningkatkan kekhususan karena tidak ada pilihan Rx yang efektif untuk bawaan microcephaly. Hal ini juga akan mengurangi pembukaan terhadap bayi yang tidak perlu untuk radiasi dari tomografi otak (100X lebih besar daripada X-ray dada).

  • Menyarankan menggunakan set kriteria yang konsisten untuk mendiagnosa microcephaly.

Empat, 4 Febuari 2016, Banteng. Laporan WHO (Buletin dari Organisasi Kesehatan Dunia) juga menganjurkan kriteria diagnosa yang tidak terpecaya yang digunakan untuk microcephaly yang mungkin mengisi peningkatan angka. Bahkan untuk kelahiran di Brazil sebelum kemunculan Zika, tiga perbedaan cara dalam mendiagnosa microcephaly memberikan tiga angka yang agak tinggi dan sangat berbeda. 

Implikasi Studi Ini

Trimester pertama kehamilan sepertinya memberikan jendela kesempatan untuk Zika supaya bisa menyebrangi plasenta dan menginfeksi janin. Zika mungkin memperlihatkan tropisme preferensial untuk otak janin dan plasenta. Pertanyaan tak terselesaikan yang memerlukan jawaban yang cepat untuk rancangan pencegahan yang diperlukan, perhitungan kontrol dan pengobatan, termasuk:

  • Berapa nilai asli microcephaly yang baru lahir dalam ibu yang terinfeksi Zika? Saat ini masih belum jelas.

  • Berapa nilai microcephaly yang baru lahir dalam infeksi trimester pertama dibandingan trimester yang nanti?

  • Apa tidak ada microcephaly yang baru lahir dalam pasca trimester pertama infeksi Zika, yakni lapisan perak?

  • Apakah infeksi Zika pada ibu pada tahap akhir kehamilan akan lebih membatasi diri dan tidak dapat/kurang dapat melakukan transmisi trans-plasenta? 

  • Studi keempat menganjurkan kalau sebelum Zika apapun, microcephaly yang lebih ringan mungkin sudah meningkat untuk beberapa lama. Dulu, hanya kasus ekstrim yang diberitahukan. Sekarang, lihat semuanya, dari yang ringan ke ekstrim, semua diberitahukan. Kalau benar, kenapa bentuk microcephaly yang ringan sudah jauh meningkat bahkan sebelum Zika?

  • Kalau semua ibu yang terinfeksi Zika pada trimester pertama belom menghasilkan microcephaly yang baru lahir, lapisan perak lainnya, apa perbedaan antara yang ada dan yang tidak ada? Itu Genetik, infeksi dan/atau sejarah vaksin, Ibunya primipara (kehamilan pertama) atau multipara? Genetik bisa termasuk leukosit antigen manusia atau sel pembunuh seperti imunoglobulin reseptor yang berbda antara ibu dan anak untuk yakni.. Kehamilan primi- versus multipara bisa membuat satu atau yang lain lebih rentan untuk transmisi trans-plasenta Zika.


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang