Haruskah kita memaafkan pacar yang selingkuh?

Dilihat 275 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ya dan tidak. Kamu diselingkuhi. Hal itu akan menghancurkan kepercayaan dan keyakinanmu terhadap pasanganmu. Bisa saja kalian kembali menjalin hubungan dan dia akan lebih mencintaimu karena dia sadar bahwa dia melakukan kesalahan dan dia sangat merindukanmu. Semuanya bisa kembali normal lagi.


Tapi kenyataan bahwa dia pernah selingkuh akan tetap ada. Kamu akan selalu hidup dengan kenyataan bahwa dia pernah selingkuh darimu. Bukan berarti dia akan melakukannya lagi. Bisa saja dia hanya selingkuh karena ketertarikan fisik atau dia menginginkan rasa nyaman secara emosional. Tapi tetap saja, dia selingkuh darimu. 


Hal yang menarik dari cinta adalah, cinta merupakan perasaan yang paling luar biasa di dunia ini atau kamu bisa merasa mau mati karena cinta. Apakah kamu bisa mengatasi seandainya dia selingkuh darimu lagi? Saya tidak bilang bahwa dia pasti akan selingkuh lagi, tapi apakah kamu akan menetapkan aturan, "kalau kamu selingkuh lagi hubungan kita berarti" atau akankah kamu berhenti mencintainya? Kalau dia selingkuh lagi, berarti dia tidak benar - benar mencintaimu.


Seseorang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kalau mereka menyesal melakukannya karena mereka benar - benar mencintaimu. Malah dia tidak akan pernah selingkuh darimu kalau dia benar - benar mencintaimu. Pada saat mereka selingkuh, mereka mencintai orang lain selain kamu. Ini satu - satunya cara yang dapat menjelaskan tentang perselingkuhan. Kamu akan merasakan keraguan dalam pikiranmu mengenai hubungan yang kamu jalani - siapapun pasti akan merasakan hal yang sama setelah diselingkuhi.


Tapi cinta sejati berarti memaafkan seseorang karena apa yang telah mereka lakukan kepadamu. Cinta sejati adalah mengetahui bahwa mereka tidak sempurna, mereka melakukan kesalahan dan aku bisa melihatnya, tapi aku mencintainya. Kenapa? Karena aku mencintai seseorang seperti aku ingin dicintai. Kamu hanya akan mendapatkan apa yang kamu berikan. 


Apakah ini sehat? Saya tidak tahu mengenai hubungan yang kamu jalani, tapi menurut saya itu tidak sehat. Menurut pendapat saya, dia tidak pernah sepenuhnya mencintaimu seperti kamu mencintai mereka. Bagiamanapun juga, kamu yang memutuskan. Ya, mereka merasa buruk atas apa yang mereka lakukan. Tapi toh mereka melakukannya. Karena inilah komunikasi itu penting.

Cintai sejati berarti memaafkan seseorang untuk kesalahan yang mereka lakukan. Tapi kadang dalam hidup ini, cinta sejati tidak ada antara dua orang (cinta sejati itu benar - benar ada, psikolog berhasil memetakannya dan membedakannya dari jenis cinta lainnya dalam otak.). Saya tidak akan pernah selingkuh dari pasangan saya, begitu pula dengan pasangan saya yang tidak akan selingkuh dari saya. Tapi kamu mengerti maksud saya kan? Itu adalah keyakinan buta. Itu adalah kepercayaan yang kita miliki satu sama lain. Dan bagaimana kalau kita selingikuh dari pasangan kita? Bagiamana kalau kita melakukan hal rendah seperti itu dan berhenti mengkomunikasikan emosi kita satu sama lain?


Kalau saya akan memilih agar dia meninggalkan saya. Karena kalau saya benar - benar mencintainya saya tidak akan pernah selingkuh darinya. Itu akan menjadi hari terakhir dari hubungan kamu. Tapi saya akan tetap mencintainya, jadi saya tidak akan pernah selingkuh. Tapi cinta sejati itu ada di sini: ingin agar mereka menemukan seseorang yang lebih baik darimu. Merasa bahwa semuanya akan baik - baik saja dan melepaskan mereka kamu sudah menjadi sesuatu yang negatif dalam hidup mereka. Kadang cinta sejati itu menyakitkan.


Saya dapat membayangkan apa yang kamu alami. Apa yang kamu tulis membuat saya senang sedih dan marah. Marah pada diri sendiri karena sudah memperlakukan pasangan dengan buruk sehingga dia tidak mempercayai saya atau orang lain dan marah kepadanya karena sudah selingkuh dari saya.


Kalau kamu ingin mendapatkan hatinya kembali, jangan hukum dia dan jangan kekang dia. Cintainya dia tanpa syarat dan biarkan dia melakukan apapun yang ingin dia lakukan, pergi kemanapun dia pergi. Semakin kamu mengekangnya, semakin dia ingin melepaskan diri. Bahkan kamu sebaiknya tidak bertanya kepadanya kenapa dia melakukannya. Kamu tahu kenapa. Dia merasa tidak aman secara emosional dan selingkuhannya mengambil kesempatan dari situasinya dan dia membiarkannya karena orang itu berkata manis.


Jangan ungkit - ungkit lagi masalah perselingkuhannya. Kalau kamu mau, kamu bisa mencari seseorang yang bisa kamu ajak bicara. Tapi jangan bicarakan hal itu kepadanya. Mengingatkannya tentang perselingkuhannya akan melukai perasaannya dan membuatkan ingin meninggalkanmu. 


Dan yang terakhir, kamu harus belajar untuk melihat dari sudut pandangnya. Dia mungkin lebih rentan secara emosional daripada dirimu. Dia mungkin sekuat kamu. Jangan buat dia merasa tidak nyaman akan hal itu. Terimalah kekurangannya dan cintai dia tanpa syarat. Belajarlah untuk toleransi, menerima dan memahami.

Bersaabarlah menghadapinya. Terima kesalahan dan kekurangannya. Pahami dia. Utamakan kepentingannya dan saya yakin kamu akan berada dalam hubungan yang lebih bahagia dan penuh cinta. Dia masih mencintaimu kawan. Dia tidak akan mengatakannya kalau dia tidak mencintaimu. 

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang