Haruskah kita mengkriminalisasi diagnosis medis yang dilakukan oleh dokter tanpa bantuan komputer ?

Dilihat 1,72 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Maaf, saya rasa pertanyaan ini konyol, melihat caranya ditulis seperti itu. Sang penulis membuat pertanyaan medis yang sangat valid tentang diagnosa yang dibantu komputer, dan meletakkan "kriminalisasi" padanya, membuat pertanyaannya menjadi pertanyaan hukum, berdasarkan sebuah premis yang tak pernah ada. Saya juga harus menyebutkan bahwa meskipun jika tersedia sebuah sistem komputer yang begitu komplit dan dapat dihandalkan, jawaban-jawabannya mungkin sangat berbeda dari yang dipikirkan orang banyak. Ada beberapa situasi pada pengobatan dimana sebuah diagnosa adalah 100% - namun ini termasuk yang mudah - yang tak membutuhkan komputer untuk memberitahu anda.

Lebih seringnya, tak satupun, diagnosa tertentu, yang jawabannya diekspresikan dalam probabilitas. Jawaban-jawabannya tak akan pasti "A" (atau "B" atau "C"). Jawabannya akan semacam "80% peluangnya adalah A, dan 12% peluangnya adalah B, dan 5% peluangnya adalah C.". Jadi ini mungkin sebuah kemajuan melebihi diagnosa "70% peluangnya A, 10% peluangnya B, 10% peluang untuk C," dari dokter manusia, tapi bagi pasien, kemajuan ini mungkin tak terlalu berarti.

Hal lainnya yang seringkali dilewatkan adalah bahwa diagnosa itu bukanlah sesuatu yang statis, melainkan sesuatu yang berevolusi seiring berjalannya waktu. Contoh yang bagus adalah multiple sclerosis, didefinisikan secara klasik sebagai "luka-luka yang terpisah ruang dan waktu." Banyak pasien-pasien yang tidak didiagnosa hingga mereka terserang gejala kedua atau ketiganya. Hal ini bukan karena ketidakpedulian dokter, tapi karena bagian penting dari diagnosa adalah jangka waktu dari gejalanya tersebut. Ada banyak maksud-maksud tersembunyi lainnya juga.

Pencitraan adalah sebuah contoh - perusahaan telah mencoba melakukan otomasi pembacaan Sinar-X, tapi terlalu banyak kebijakan-kebijakan yang terlibat, termasuk juga ini adalah proses evolusi yang lambat. Dan akhirnya, diagnosa pun juga memerlukan imajinasi - khususnya untuk kasus-kasus yang sulit. Seorang dokter yang baik secara konstan menanyakan dan meragukan dirinya sendiri....secara konstan memunculkan hipotesa baru.....sebagaimana sebuah penyakit itu berubah. Saya rasa akan butuh waktu lama sebelum bit dan byte bisa menggantikan hubungan baik dan intim antara pasien dengan dokter.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang