Haruskah obesitas dilarang?

Dilihat 476 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Obesitas bukanlah suatu kebebasan memilih. Iya, ada sebagian orang yang rakus dan pemalas yang hanya makan dan makan dan makan, jadi mereka seakan memilih menjadi obesitas. Tapi anda tak bisa mengelompokkan mereka dengan semua orang yang obesitas. Banyak orang yang mencoba makan "dengan sehat" dan berujung obesitas, karena makanan kita buruk.


Tapi apa yang anda maksud dengan "obese"? Jika maksud anda 1000 pon, itu cerita lain. Haruskah itu dilarang? Tentu saja tidak, tapi demi argumen saya harus mengatakan bahwa orang-orang yang besar adalah cerita yang berbeda. Menurut National Heart, Lung and Blood Institute, obesitas didefinisikan sebagai memiliki BMI sebesar 30 atau lebih. Jadi mari kita lihat bersama. Seseorang dengan tinggi 6 kaki 0 inci, berat 225 pon memiliki BMI sebesar 30,5 = OBESE. Tinggi dan berat itu adalah seberapa besar saya dulu. Jadi secara teknis saya obese, tapi saya tentu saja tidak memiliki masalah di tempat duduk pesawat atau bioskop, dan saya tentu saja tak memiliki masalah dengan hidup dalam 100% kehidupan normal... selain perasaan tak enak dan menjadi gemuk.


Jadi haruskah dilarang untuk memiliki ukuran sebesar itu? Apa yang saya lakukan sampai saya bisa memiliki berat RAKSASA 230 pon? Saya makan makanan "rendah lemak" dan "rendah kalori. Saya berlatih seperti seorang maniak. Saya berlari, angkat beban, menggunakan elips. Saya menghitung kalori bodoh itu dan menjaganya tetap rendah. Dan saya menghilangkan sebesar NOL pon. Jadi haruskah saya masuk penjara? Menurut opini saya, saya rasa tidak...itu terlihat kejam. Itu bahkan tidak sedekat suatu pilihan gaya hidup. Faktanya, PILIHAN yang saya buat adalah memakan semua makanan "sehat" dan berlatih setiap hari untuk menurunkan berat badan. Tapi berat badan saya tetap tak berubah, apapun yang saya lakukan. Beginilah yang dilakukan JUTAAN orang, saya tidak sendirian. Tapi saat saya menghindari gula dari makanan saya berat badan saya turun. TAK ADA kaitannya dengan kalori, karena saya telah mengatakan saya menghitung mereka dan menjaga tetap rendah dan itu membuat saya melakukan jack squat. Jadi, itu adalah gulanya... Saya pastinya menyukai manis-manis dan kue dan permen kan? Tidak, sebenarnya saya benar-benar tidak menyukai makanan semacam itu dan tak akan pernah. Apakah es krim itu baik? Tentu saja, tapi apakah saya meneteskan air liur saat melihat 56 galon es krim itu? TIDAK...tidak.


Jadi apa yang saya makan? Saya makan semua makanan "rendah lemak" dan "rendah kalori" yang saya katakan tadi. Anda tahu...makanan dietlah yang harus menyehatkan. Makanan seperti yogurt tidak berlemak, madu, kacang, cheerios, susu skim. Tahukah anda apa yang dimiliki semua makanan itu, selain rasa yang tak enak? Gula. BANYAK tambahan gula. Disini, saya menuliskan beberapa makanan yang mengejutkan yang memiliki gula tambahan jika anda bosan. Jadi suplai makanan kita dipenuhi oleh gula, dan pastinya tak ada pertanyaan di pikiran saya bahwa porsi besar orang-orang yang secara teknis "obese" bukan karena seperti babi yang tak bisa menutup mulutnya, tapi akibat makan makanan yang dikatakan sehat kepada mereka.


ADA sebuah solusi yang terlihat. Hilangkan gula pada makanan "sehat" kita dan lihat orang-orang mengecil. Seperti saya. Seperti istri saya yang tak rakus. Seperti ibunya. Seperti ibu saya. Ada 4 orang yang tidak makan-berlebih, seperti babi, pemalas, rakus atau culas, dan kami semua overweight. Saat gula tak ada dalam makanan kami, secara ajaib layaknya voodoo kami semua turun berat badan. Jadi mari membuatnya ilegal hingga membuat suatu makanan itu "menyehatkan" jika ia memiliki satu gram gula tambahan di dalamnya, dan itu akan menjadi solusinya, saya jamin itu.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang