Haruskah PMS dianggap serius ketika berurusan dengan wanita yang berarti?

Dilihat 1,78 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ini adalah sebuah pertanyaan yang kompleks. saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri, tetapi saya pikir hal ini agak universal. Saya menyadari wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dari pada yang belum - ujian ketika saya marah-marah dalam pernikahan karena PMS datang, mereka datang bersamaan kemudian "menampakkan dirinya" sebulan sekali.

Meskipun kekhawatiran saya selalu benar, kemarahan saya berlebihan dan saya menumpahkan secara tidak adil kepada suami saya. Ketika saya menyadari hal ini, saya berusaha menyesuaikan diri dengan kehadiran PMS sehingga tidak akan mengganggu pernikahan kami. 


Selama tidak ada "pengganggu" , hari-hari dalam sebulan akan berlangsung tanpa masalah. Tetapi masalahnya benar-benar timbul karena emosi wanita sedikit berbeda dari emosi pria. Begitu banyak kemarahan dan kekesalan wanita yang disebabkan oleh hormon. Kebanyakan wanita merasa normal jika mempunyai emosi yang kuat. Banyak wanita tidak bisa mengendalikan emosinya secara serius dan mereka akan seperti orang gila atau pasangan yang jahat.  Di dalam dunia wanita, kondisi emosional yang tidak masuk akal harus dimaafkan. Dan jangan dibesar-besarkan, itu memalukan. Ini hanya masalah hormon yang sedang berbicara  ..yada..yada..yada...Itulah pandangan wanita, yang mana PMS merupakan sumber tekanan pria yang tidak bisa disalahkan.


Berikut ada beberapa solusi yang mungkin ; Hei saya tahu  bahwa masalah anda membawa anda pada saat-saat yang beralasan, jadi saya tidak merasa baik memberitahu anda untuk tidak membawa mereka (masalah tersebut), tetapi kadang-kadang saya merasa ini adalah kemarahan yang mungkin kamu rasakan, dan mereka muncul dengan kekuatan lebih pada saat itu. Ini  bukan persoalan aktual yang menyakitkan, tetapi intensitasnya. Saya tidak dapat membantu, tetapi peganglah sendiri, meskipun saya tahu itu hanya masalah hormon. Dapatkah kita berbicara tentang masalah kecil ketika PMS datang, ketika anda kurang sensitif sehingga kemarahan tidak muncul? Atau semacamnya.  Kadang-kadang menggunakan bahasa perempuan dapat membantu wanita mengerti bahwa kemarahan dan kekesalan ada pada tingkah laku anda atau pada karakter anda yang selalu berbentuk kritik. 

Ini dapat membantu anda untuk fokus pada kerentanan anda, mungkin contohnya seperti ini  : Ketika anda marah kepada saya, saya menganggap bahwa itu karena masalah hormon, tetapi saya sangat peduli apa yang anda rasakan tentang saya. Dan ketika anda marah,  itu bukan hanya emosi. Itu karena anda berfikir saya telah melakukan sesuatu yang salah meskipun anda merasakan emosi, bagi saya itu adalah suatu bentuk kritik, dan karena saya benar-benar peduli apa yang anda pikirkan tentang saya, saya akan bawa ke dalam hati. 

Anda juga  bisa mencoba setelah kemarahan mereda, biarkan dia tahu bahwa berada di ujung kemarahan adalah menyakitkan. Selalu menyakitkan di kritik oleh orang yang sangat anda sayangi. Kemudian cobalah untuk dia meminta maaf atau katakanlah hal-hal baik untuk memperbaiki hubungan.  Katakan padanya, meskipun anda berdua tahu bahwa dia tidak bermaksud melakukan itu, tetapi ketika hal itu terjadi, itu melemahkan hubungan dan itu harus diperbaiki. 

Mintalah dengan tegas bahwa meskipun dia tidak bermaksud melakukan itu, kata-katanya harus selalu positif dengan mengatakan apa yang benar-benar dia pikirkan tentang anda. Dia mungkin menolak, tetapi menyadari perlawanannya ,  dia merasa malu karena telah menyakiti anda dan lebih suka melupakannya

Buatlah di berkata hal-hal baik setelah kemarahan reda, mungkin tidak nyaman bagi dia untuk melakukan secepat itu, tetapi akan meningkatkan harga dirinya dalam waktu yang akan datang.


Edit / Perbaikan

Setelah membaca komentar anda saya ingin menambahkan bahwa dalam kondisi apapun haruskan bahasa/perlakuan yang kasar dibenarkan? perlakuan kasar bukan karena hormon, bukan karena "masa kecil yang buruk" dan bukan karena pengalaman negatif sebelumnya. 

Kata-kata yang menghina sering menjadi pelopor dari perlakuan kasar. Perlakuan kasar akan dilakukan secara  berulang dan dimulai dengan cara yang sangat halus. Anda perlu hati-hati dan sangat serius membahas batas-batas hubungan dengan dia jika dia mulai melampaui batas dan katakan padanya secara jujur, seakan-akan anda akan menyudahi hubungan. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang