Haruskah saya menikahi pacar saya yang telah menderita lupus selama 10 tahun?

Dilihat 1,37 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pernikahan merupakan suatu momen paling indah bagi setiap pasangan yang siap melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih sebagai seorang pasangan. Namun di satu sisi, pernikahan bukanlah suatu hal yang bisa diputuskan dengan sembarangan dan tanpa pertimbangan. Banyak hal yang hal yang perlu dipertimbangkan tentang persiapan sebelum menikah selain acara resepsi dan berbagai macam hal mengenai pesta pernikahan. 


Hal yang penting yang harus diperhatikan pada saat persiapan sebelum menikah adalah, mempersiapkan diri anda. Anda harus yakin bahwa anda siap akan meminang calon pasangan anda sebagai pendamping hidup. Karena pernikahan merupakan suatu hal yang sakral dan momen yang diharapkan hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.


galena tentang pernikahan


Banyak sekali pertanyaan tentang pernikahan yang muncul di benak anda pastinya. Pertanyaan tentang pernikahan yang sering muncul adalah apakah pasangan yang anda pilih adalah orang yang tepat? Sebagian dari anda berpikiran bahwa akan lebih baik jika anda melanjutkan hubungan anda dengan pasangan anda ke jenjang yang lebih serius sebagai seorang pasangan, hidup bersama dan menjadi pasangan suami istri, memiliki anak dan membangun sebuah keluarga yang indah dan harmonis.


Namun kekhawatiran tentang apakah anda telah memilih orang yang tepat atau hal-hal lainnya yang berkenaan tentang pasangan anda pastilah ada. Seperti pertanyaan di atas, apakah saya harus menikahi pasangan saya yang sudah terkena lupus selama 10 tahun? 


Di sini saya akan mencoba membantu anda menjawab pertanyaan tersebut, karena sebelumnya saya memiliki pengalaman yang serupa tentang hal tersebut. Silahkan disimak hingga akhir.

 

Menikah dengan Seorang Penderita Lupus


Saya terkejut dan benar-benar tidak menyangka bahwa seseorang akan mengajukan pertanyaan seperti ini di Galena. Tapi saya akan menganggap anda menanyakannya karena polos dan lagipula siapapun yang menanyakan pertanyaan yang kejam tetap berhak mendapatkan respon yang baik.


galena persiapan pernikahan


Pernikahan merupakan hal yang perlu diputuskan secara matang-matang. Tentunya banyak sekali pertanyaan tentang pernikahan seperti bagaimana kehidupan anda setelah pernikahan nanti, atau apakah pernikahan ini akan membawa akhir yang bahagia untuk anda. Hal-hal seperti itu merupakan pertanyaan wajar yang seringkali singgah di benak anda, dan ini juga yang pernah terjadi pada saya dulu.


Sebelumnya saya minta maaf kalau apa yang akan saya cukup kasar. Pertama-tama, kita tidak usah memikirkan tentang lupus terlebih dahulu. Hubungan merupakan sesuatu yang sulit. Konflik merupakan suatu hal yang tak dapat terelakan. Orang-orang bertengkar dan itu merupakan hal yan wajar. Mereka mempermasalahkan uang, pekerjaan, liburan, teman, keluarga, film apa yang mau ditonton, dll. 


Berbagai hal buruk terjadi. Kadang anda akan akan kehilangan uang dan kadang bahkan lebih buruk dari kehilangan uang.


galena hubungan suami istri

Kalau anda sedang menjalin sebuah hubungan, berbagai hal tersebut sangat mungkin terjadi dua kali lipat, karena ada dua orang yang terlibat. Walau begitu, hubungan yang saling menyayangi, merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencapai kepuasan hidup. 


Jadi pacarmu terkena lupus. Seperti yang kita ketahui pada umumnya penyakit lupus bukanlah jenis penyakit yang menular secara langsung lewat udara ataupun sentuhan, itu jika yang anda takuti adalah tertular penyakit tersebut setelah menikah. Kabar baiknya untukmu adalah hampir semua pasien lupus dapat hidup dengan normal dan sehat tanpa biaya yang mahal dan pengobatan yang rumit.  


Penyakit lupus ini memang belum ada obatnya, namun bukan berarti penyakit ini tidak bisa ditekan dengan bantuan pengobatan dokter. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki masalah dengan kehamilan ataupun masalah dengan organ tubuh lainnya. Karena kamu tidak menyebutkan bahwa pacarmu mengalami komplikasi yang serius, saya akan menganggap bahwa dia memang tidak mengalami komplikasi dan kemungkinan tidak akan mengalaminya. 


Kita anggap saja dia akan mengalami komplikasi di kemudian hari. Apakah rasa sayangmu terhadapnya akan berkurang? Apa tiba-tiba dia menjadi tidak pantas untuk dicintai dan dinikahi karena penyakit yang di luar kendalinya? 


Menurut saya sangat lucu kamu membawa-bawa penyakitnya terkait pernikahan.


Jika kita berbicara tentang pernikahan, anda harus siap mendedikasikan hidup anda dengan pasangan anda dan begitu juga sebaliknya. Saya tidak akan menerka-nerka apakah anda merupakan orang yang religius, tapi bahkan upacara penikahan sipil menggunakan kata "dalam keadaan sakit dan sehat" sebagai ikrarnya. Jika anda tidak benar-benar mencintainya untuk sanggup mengucapkan ikrar pernikahan tersebut, maka sebaiknya anda tidak usah menikah. 


Jangan menikahi seorang wanita hanya untuk melahirkan anak, tapi ini sebenarnya topik lain lagi. Anda tidak bisa menjamin bahwa dia tidak akan pernah sakit atau kecelakaan. Anda juga tidak bisa menjadi bahwa wanita yang kelihatannya sehat tidak akan memiliki masalah reproduksi atau sulit hamil. Banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi di kemudian hari. 


Pada dasarnya, anda tidak bisa memastikan bahwa pada akhirnya dia akan bebas dari masalah kesehatan, karena tidak seorang pun dari kita yang ada di dunia ini akan hidup selamanya. Hidup merupakan sebuah misteri. Kita tidak bisa menebak apa yang bisa terjadi ke depannya. Segala macam kemungkinan bisa saja terjadi. Jadi tolong pikirkan baik-baik nilai yang anda pegang. 


Seandainyapun kalian nantinya tidak bisa memiliki anak secara biologis, apakah kamu benar-benar akan mencintai anakmu melebihi wanita yang mau mengandungnya?


Mungkin kamu bukan orang yang egois dan hanya sedang kebingungan. Mudah-mudahan memang begitu adanya. Berusahalah untuk memperlakukan pasangan anda (siapapun dia) dengan cara anda ingin diperlakukan. Kalau nanti anda sakit, apakah menurut anda dia akan meninggalkan anda? Kalau anda tidak bisa melakukannya, lepaskan dia supaya dia bisa menemukan seseorang yang pantas mendapatkan cintanya. 


Ok, mungkin sebaiknya saya tidak berat sebelah. Dulu saya pernah mengidap penyakit lupus. Sangat menyebalkan. Tapi penyakit lupus tidak mendefinisikan siapa saya, dan saya yakin penyakit itu juga tidak mendefinisikan pacar anda. Lucu juga. Belakangan ini saya gampang tersinggung dan berperilaku buruk terhadap orang yang benar-benar peduli kepada saya. Menjawab pertanyaan ini membantu saya untuk bersyukur akan adanya orang-orang yang spesial dalam hidup saya dan memberikan saya sudut pandang yang baru.


galena pernikahan


Mungkin kedengarannya jahat jika anda mempertimbangkan masalah pernikahan ini hanya karena calon pasangan hidup anda menderita lupus. Jika anda benar-benar mencintainya, akan lebih baik jika anda menerima segala kekurangannya dan memberikannya bantuan moril karena itulah yang paling dibutuhkannya sekarang ini. 


Namun semua keputusan ada di tangan anda.  Saya harap anda bisa benar-benar memikirkannya baik-baik sebelum mengambil keputusan. Jangan terlalu terburu-buru dan gunakan waktu anda sebaik mungkin untuk memikirkannya. Semoga ini semua dapat menjawab pertanyaan anda.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang