Apakah kita bisa sepenuhnya membasmi virus hepatitis B yang menginfeksi seseorang?

Dilihat 12,8 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Penyakit hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus hepatitis B. Pada sejumlah kasus, penyakit ini dapat menjadi sangat berbahaya dan bertahan hingga 6 bulan. Risiko yang dihadapi oleh seseorang pengidap penyakit ini adalah kanker hati, sirosis hati, bahkan gangguan fungsi hati. 


Anak-anak adalah rentang usia yang paling besar risikonya mengalami penyakit ini, namun dapat sembuh total setelah mereka dewasa. Secara umum hepatitis B dibagi menjadi dua, yaitu hepatitis akut dan hepatitis kronis. Pembagian ini didasarkan pada tingkat keparahan yang ditimbulkan virus hepatitis B serta lamanya waktu serangan penyakit ini.


Hepatitis akut adalah salah satu penyakit hepatitis yang sulit untuk disembuhkan, dan apabila hepatitis akut ini tidak segera diobati maka akan berubah menjadi penyakit hepatitis kronis. Apabila keadaan penyakit sudah menjadi kronis maka proses pengobatan dan penyembuhannya akan semakin lama serta sulit. Saat ini berkat kemajuan teknologi kedokteran maka obat hepatitis B yang ada sekarang sudah mampu menekan aktivitas virus hepatitis B hingga tidak dapat berulah lebih jauh. 


Jadi, meskipun virus hepatitis tidak terbunuh seluruhnya, namun virus hepatitis ini tidak dapat lagi berkutik dan menimbulkan penyakit pada orang yang diinfeksinya. Selain tersedia obat-obatan farmasi untuk menekan aktivitas virus hepatitis hingga tidak berkutik sama sekali, di pasaran juga telah tersedia obat-obatan herbal yang sudah sejak lama digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengatasi penyakit kuning alias penyakit hepatitis B ini. 


hepatitis 1



Penyakit Hepatitis B: Penyebab, Gejala, dan Penularannya



Penyakit hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang seratus kali lebih ganas atau infectious dibandingkan dengan virus HIV penyebab AIDS. Selain itu sepuluh kali lebih sering atau lebih banyak ditularkan. Meskipun saat ini sudah ada obat hepatitis B, baik obat-obatan farmasi ataupun obat herbal, namun sebagian besar gejala dari penyakit ini tidak begitu kentara atau nyata, sehingga seringkali proses pengobatannya terlambat dilakukan.


Gejala penyakit hepatitis B ini baru dapat dirasakan oleh si penderita ketika virus sudah menginfeksinya sekitar 1 hingga 4 bulan. Terdapat beberapa gejala umum yang biasanya dialami oleh penderita penyakit ini, yaitu:


  • Demam 
  • Warna urine menjadi gelap atau seperti teh 
  • Sakit di bagian perut 
  • Mual dan muntah 
  • Selera makan hilang 
  • Nyeri di persendian 
  • Diare atau sembelit 
  • Sakit kepala 
  • Kelelahan dan kelemahan ekstrim 
  • Kulit mata dan putih mata menguning 
  • Muncul ruam pada kulit 

hepatitis 2


Sedangkan penularan penyakit ini dapat melalui beberapa cara seperti melalui jarum suntik yang telah tercemar, hubungan seksual, penularan dari ibu ke janin yang dikandungnya, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, pemakaian pisau cukur dan sikat gigi bersama-sama (hal ini terjadi ketika penderita mengalami penyakit mulut seperti sariawan, gusi berdarah dan lain sebagainya), luka yang mengeluarkan darah, serta lendir/liur (saat berciuman), dan lain-lain.


Berdasarkan tingkat keparahannya penyakit hepatitis dibagi menjadi hepatitis akut dan hepatitis kronis. Hepatitis akut adalah penyakit hepatitis yang sulit untuk disembuhkan dan dapat menganggu sistem metabolisme tubuh. Durasi serangan penyakit ini adalah kurang dari 6 bulan. 

Sedangkan hepatitis kronis adalah peradangan yang terjadi pada hati selama lebih dari 6 bulan. Penyakit hepatitis kronis ini bisa terjadi selama beberapa tahun hingga puluhan tahun. Sebagian besar penyakit hepatitis kronis ini sifatnya ringan dan tidak menyebabkan kerusakan parah pada hati penderitanya.


hepatitis 3


Imunisasi Hepatitis B


Pemberian imunisasi hepatitis B bertujuan untuk mencegah seseorang terjangkiti penyakit hepatitis B, karena penyakit ini adalah salah satu penyakit yang sangat mudah penularannya. Selain pemberian obat hepatitis B pada penderita untuk membunuh virus hepatitis B ini, imunisasi juga penting untuk diberikan terutama pada anak-anak yang ada didekat penderita penyakit ini. Dan program imunisasi ini adalah salah satu langkah yang efektif mencegah penularan penyakit ini terutama pada anak-anak.


Untuk bayi yang baru lahir, biasanya akan diberikan imunisasi hepatitis B paling tidak dalam waktu 12 jam setelah si bayi lahir. Namun si bayi harus dalam kondisi stabil dan tidak mengalami gangguan paru-paru serta jantung. Setelah itu imunisasi akan diberikan lagi pada saat bayi berusia 1 bulan serta 3-6 bulan. Apabila bayi tersebut lahir dari ibu yang mengidap virus hepatitis B, maka selain pemberian imunisasi juga akan diberi tambahan berupa imunoglobulin antihepatitis B dalam waktu kurang dari 24 jam setelah lahir. Kombinasi ini mampu mencegah penularan hepatitis B di saat kelahiran sebesar 86% sampai dengan 99%.


Seorang bayi yang terjangkiti virus ini hanya akan menunjukkan gejala-gejala yang ringan atau bahkan tidak menampilkan gejala sama sekali. Namun virus ini akan tersimpan dalam darahnya hingga bertahun-tahun lamanya dan dapat menularkan virus ini pada orang lain. Pemberian vaksin dinilai lebih efektif saat diberikan pada anak-anak dan 95% dari anak-anak tersebut akan membentuk antibodi guna melawan virus hepatitis B. Tujuan dari imunisasi ini adalah untuk perlindungan jangka panjang. Oleh karena itu, ketika persalinan disarankan pemberian vaksinasi bagi bayi yang dikandung oleh ibu yang telah terinfeksi oleh virus hepatitis B ini.


hepatitis 4
 


Apakah ada obat untuk menyembuhkan hepatitis B?



Penyakit hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis yang menginfeksi hati atau liver. Dan saat ini sudah ditemukan obat hepatitis B yang berfungsi untuk mengobati hepatitis kronis. Selain itu juga telah ada vaksin hepatitis untuk program imunisasi hepatitis sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran penyakit ini. 

Meskipun obat-obatan farmasi ini tidak dapat sepenuhnya membunuh atau menghilangkan virus dari tubuh seluruhnya, namun cukup efektif dalam menurunkan kadar virus dalam tubuh. Karena obat-obatan ini menekan DNA virus hepatitis B serendah mungkin hingga tidak mampu berkembang atau bereplikasi. Dan efek dari hal ini adalah risiko sirosis hati dan kanker hati pun turun menurun.


Selain obat-obatan farmasi, di pasaran juga telah banyak obat alami hepatitis B yang bisa diperoleh dengan mudah. Obat-obatan alami ini merupakan ramuan tradisional warisan leluhur yang telah terbukti berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit kuning alias hepatitis B. 


Obat-obatan alami tersebut antara lain didapatkan dari temulawak, kunyit, sambiloto, meniran, daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi, akar alang-alang, rumput mutiara, pegagan, buah kacapiring, buah mengkudu, jombang, dan banyak lagi yang lainnya. Dan bisa jadi obat-obatan alami ini dapat membunuh semua virus hepatitis B yang ada dalam tubuh si penderita, karena sejauh ini belum ada penelitian khusus untuk hal ini.


Oleh karena itu, jika Anda mengidap penyakit hepatitis B janganlah khawatir atau bersedih, karena sudah banyak obat hepatitis B, baik yang farmasi ataupun yang alami, yang dapat membunuh virus hepatitis B dalam tubuh Anda.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang