Hewan mana yang lebih berbahaya: singa atau harimau?

Dilihat 1,28 rb • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

   Singa Vs Harimau

Ini pilihan yang sulit dan keduanya bisa dikatakan Raja Rimba. Mengapa raja rimba? Arti rimba atau hutan dalam berbagai cerita, film atau artikel selalu digambarkan menjadi suatu tempat yang liar, menyeramkan dan siapapun harus berjuang untuk dapat bertahan hidup. Bahkan ada istilah hukum yang dikenal dengan hukum rimba yang artinya siapa yang kuat dialah yang menjadi pemenang.

Sejak kecil, seringkali diceritakan dongeng tentang raja rimba atau raja hutan yang menampilkan sosok hewan yang dengan gagah dan dengan segala kekuatannya memimpin daerah kekuasaan di hutan itu, sosok itu ialah seekor Singa. Namun benarkah sebutan Raja hutan yang sebenarnya adalah Singa?


Pertanyaan ini muncul karena tidak dapat diabaikan juga bahwa ada sosok yang dapat dikatakan bisa mengusai dan memimpin berbagai hewan di hutan bahkan wilayah hutan yaitu Harimau. Inilah yang menjadi pemikiran berbahaya mana singa dan harimau, atau lebih pantas mana yang bisa dianggap sebagai raja hutan antara singa atau harimau?


Singa dan harimau adalah dua hewan yang tergolong dalam keluarga felidae atau jenis kucing besar bersama dengan ceetah, macan tutul, jaguar, leopard dan jenis kucing besar lainnya tetapi mereka memiliki ukuran tubuh jauh lebih kecil dibanding singa maupun harimau. Harimau juga merupakan kerabat dekat dari singa. Walaupun berasal dari keluarga yang sama dengan harimau, singa tidak suka dengan air. Berbeda dengan harimau yang suka dengan air. Keduanya sama-sama jenis hewan pemburu (predator), mereka berani berburu dan memangsa bahkan hewan yang lebih besar dari ukuran tubuh mereka, hal ini terjadi karena ganasnya kehidupan di hutan dan liarnya lingkungan sekitar mereka.

Singa dan harimau sama-sama jenis hewan karnivora dan membatasi wilayah kekuasaan mereka dengan cara menandainya dengan menggores pohon atau mengencinginya. Hal ini agar dapat diketahui bahwa ada penyusup masuk ke wilayah mereka.


Ada beberapa klasifikasi yang membedakan keduanya untuk dikatakan hewan yang paling berbahaya. Dari mulai karakteristik, bentuk fisik, perilaku antar sesama mereka bahkan jenis mangsa yang diburu barulah kita mengetahui berbahaya mana singa dan harimau.


Di bawah ini akan kita bahas fakta-fakta yang ada antara singa dan harimau untuk mengetahui hewan mana yang lebih berbahaya. Yuk! kita lihat :


KARAKTERISTIK


  • Singa 

Singa termasuk hewan yang sangat kuat, namun juga indah untuk dilihat. Karena pejantan biasanya memiliki lapisan bulu coklat kekuningan dan surai tebal berwarna coklat gelap yang mengelilingi lehernya, surai ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar yang cenderung menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.

  

Singa juga merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok (prides). Biasanya terdiri dari seekor jantan dan banyak betina, banyaknya anggota kelompok biasanya dipengaruhi oleh banyaknya ketersediaan makanan dan air. Wilayah kekuasaan mereka bisa mencapai luas 259 kilometer persegi dari padang rumput atau hutan terbuka. Untuk melacak anggota kelompoknya satu sama lain yaitu dengan mengaum. Auman singa dapat didengar hingga sejauh 8 (delapan) kilometer.


singa betina

Kelompok singa yang sebagian besar adalah betina

Jantan dan betina mengambil peran yang sangat berbeda dalam kelompok.  Pejantan menghabiskan waktu mereka menjaga wilayah mereka dan anak mereka. Mereka mempertahankan batas-batas wilayah mereka.


Walaupun mereka hewan pemburu tetapi tergolong hewan pemalas karena dapat menghabiskan waktu 16-20 jam per hari untuk tidur atau beristirahat.  Kelemahan singa ialah tidak bisa memanjat pohon sebagus kucing-kucing besar lainnya. Binatang ini dapat berlari dengan kecepatan 80 km/jam untuk jarak pendek, dan dapat melompat sejauh 10 meter. Ketika berjalan, tumitnya tidak menyentuh tanah. Singa suka minum air setiap hari, tapi hewan-hewan ini bisa hidup 5 sampai 6 hari tanpa air.


Singa betina melahirkan 2-3 ekor bayi dalam setiap melahirkan. Biasanya beberapa betina melahirkan pada waktu yang sama. Anaknya kemudian diangkat bersama-sama, kadang-kadang menyusui secara komunal. Anak singa rentan terhadap predator seperti hyena, macan tutul, dan serigala, hingga memiliki tingkat kematian 60-70%. Mereka kadang-kadang diinjak-injak oleh hewan besar seperti kerbau. Selanjutnya, ketika kelompok lain dari singa jantan mengambil alih kelompok, mereka membunuh semua anaknya. 

Anak singa yang betina tinggal bersama kelompok dengan bertambahnya usia mereka. Pada usia sekitar dua tahun, mereka menjadi pemburu. Sedangkan yang anak jantan dipaksa keluar dari kelompok pada usia tersebut.



  • Harimau

Dalam keseluruhan karnivora, harimau adalah kucing karnivora terbesar dan karnivora terbesar ketiga setelah beruang kutub dan beruang coklatHewan ini adalah jenis kucing terbesar dari spesiesnya, bahkan lebih besar dari singa. Termasuk juga kucing tercepat kedua dalam berlari, setelah ceetah, bisa berlari dengan kecepatan 60 km/jam untuk jarak pendek dan mampu melompat sejauh 6 meter dan hingga ketinggian sekitar 5 meter. Mereka juga senang bermain air ketika muda dan dikatakan perenang yang hebat.


Kucing predator ini dikenal dengan bulu oranye dan garis-garis hitamnya yang eksotis. Loreng pada kebanyakan harimau bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tetapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Pola loreng setiap harimau sangat unik, dan dapat digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi sidik jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Ini bukan, bagaimanapun juga, metode pengidentifikasian yang disarankan, terkait kesulitan untuk merekam pola loreng pada harimau liar. Sepertinya fungsi loreng adalah untuk kamuflase, untuk menyembunyikan mereka dari mangsanya.

harimau berenang

Harimau sedang berenang

Harimau adalah hewan karnivora yang cenderung makan mangsa yang masih segar atau baru dibunuh, seperti, babi hutan, sapi dan rusa. Satu harimau bisa makan sebanyak 18 kg daging dalam satu kali makan, menurut Save the Tigers Fund, satu kali makan tersebut biasanya akan bertahan selama beberapa hari.

Tidak seperti singa, harimau jantan merupakan pengayom keluarga. Mereka selalu menunggu betina dan anak-anaknya menyantap hasil buruan lebih dulu. Juga termasuk hewan soliter yang membangun wilayah sendiri, dengan mencari tempat yang banyak mangsa dan persediaan air. Sang jantan memiliki wilayah yang lebih luas dibanding betina. Namun, sesama harimau tidak pernah menguasai wilayah yang tumpang tindih. Pada umumnya mereka jarang mengaum hanya jika mereka ingin berkomunikasi dengan sesamanya. 


BENTUK FISIK


  • Singa

Memiliki bulu mantel pendek dengan warna cokelat atau emas dengan ekor panjang yang memiliki seberkas bulu di bagian ujung. Tidak ada corak atau bintik bintik pada bulu singa seperti yang ada pada jenis kucing besar lainnya. Hal ini membantu ini karnivora besar ini untuk tidak terlihat ketika mengintai mangsanya di padang rumput panjang. Untuk pejantan ukurannya lebih tinggi dan lebih berat daripada betina. Singa jantan juga memiliki surai rambut panjang sekitar wajah mereka, sedangkan singa betina tidak, memiliki rahang yang kuat yang terdiri dari 30 gigi dengan empat gigi taring yang digunakan untuk merobek daging mangsanya. Singa memiliki cakar besar dan tajam yang membantu mereka ketika berlari dan memanjat untuk mengejar mangsanya atau untuk mempertahankan diri. Struktur kaki depan dan belakang mereka juga memungkinkan untuk mampu melompat dengan jarak lebih dari 10 meter.


Singa umumnya berwarna cokelat. Kadang-kadang, warnanya dapat bervariasi, dari kuning keperakan hingga abu-abu oker atau coklat gelap oker dengan warna samping yang pucat. Singa muda memiliki bintik-bintik samar (seperti macan tutul) yang hilang ketika usianya bertambah. Kadang-kadang, bintik-bintik itu tetap ada bahkan ketika mereka mencapai usia dewasa. Ujung ekor umumnya berwarna hitam.


Panjang singa jantan adalah 260-330 cm, dan singa betina 240–270 cm. Panjang ekor jantan 70–105 cm, betina 60–100 cm. Panjang dari ujung kaki ke pundak jantan 80–123 cm, betina 75–110 cm. Berat sang jantan dewasa sekitar 150 kg - 250 kg, sedangkan betina berkisar 120–185 kg. Berat bayi singa yang baru dilahirkan sekitar 1,2 kg hingga 2,1 kg.


   singa jantan dan betina



  • Harimau

Berukuran seperti singa tetapi sedikit lebih berat. Beda subspesies harimau memiliki karakteristik yang berbeda juga, pada umumnya harimau jantan memiliki berat antara 180 dan 320 kg dan betina berbobot antara 120 dan 180 kg. Panjang jantan antara 2,6 dan 3,3 meter, sedangkan betina antara 2,3 dan 2,75 meter. Di antara subspesies yang masih hidup, harimau sumatera adalah yang paling kecil dan harimau siberia yang paling besar.


harimau sumatra

deskripsi harimau sumatra


Pupil harimau bulat, tidak seperti pupil kucing yang seperti garis lurus di siang hari. Artinya, sebenarnya mereka bukan hewan nokturnal, atau pemburu di malam hari. Mereka biasa berburu di pagi dan sore hari. Meskipun penglihatan malam hari tidak sebagus kucing, namun sekitar 6 kali lebih baik dari penglihatan manusia dan mempunyai visi yang sama, artinya tidak buta warna.

Kebanyakan mata harimau berwarna kuning. Pengecualian pada harimau putih memiliki mata biru, ini terkait dengan gen mata menyesuaikan gen pada bulu putih. 

Kaki belakang dan cakar mereka juga sangat kuat. Satu babatan saja bisa menghancurkan tengkorak beruang.

Seperti kucing, memori harimau juga sangat kuat. Memori jangka pendeknya saja bisa 30 puluh kali lebih kuat dari manusia, dan ratusan kali dibanding simpanse. Jadi, harimau tidak mudah melupakan hal-hal yang terjadi. 

Berat otak harimau sekitar 300 gram. Ini adalah otak terbesar dari semua karnivora kecuali beruang kutub, dan sebanding dengan ukuran otak simpanse. 

Harimau memilik air liur antiseptik. Saat terluka, harimau cukup menjilati luka sebagai desinfektan. Lidah harimau memiliki bulu berdaging, sehingga saat mandi dan menjilati tubuh maka secara tak langsung sekaligus menyisir bulu-bulu mereka.


CARA BERBURU


  • Singa

Kegiatan perburuan biasanya dimulai setelah senja terutama dari malam hingga dini hari sedangkan pada siang hari yang panas mereka lebih memilih berteduh dan bervegetasi padat. Perburuan lebih banyak dan lebih aktif dilakukan oleh para betina, karena tubuh mereka yang lebih kecil sehingga lebih lincah untuk berlari dan menerkam mangsanya sedangkan pejantan lebih santai bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya.

Cara mereka berburu tidak sendiri tetapi dengan cara bekerja sama dengan kelompoknya, sebelum menyerang mangsa, singa betina mendekati mangsa sampai 30 meter dari mangsa dan lebih memilih berburu pada malam hari. Untuk menjatuhkan mangsa dalam satu terkaman, mereka akan menerkam bagian hidung atau mulut sehingga mangsa tidak bisa bernapas. Singa dikenal menyukai mangsa yang lebih besar, yang menyediakan cukup makanan untuk seluruh kawanan. Mangsa biasanya terdiri atas zebra, impala, babi hutan, rusa, jerapah, dan lainnya. Cara mereka mengintai mangsanya cukup aneh. Betina berburu dalam kelompok dan menyelinap ke kawanan mangsa. Mereka tiba-tiba akan berlari dengan kecepatan penuh dan mengelilingi kawanan. Mereka menerkam korban terdekat dan membunuhnya dengan cara mencekik tengkuk atau lehernya. Setelah hewan buruan telah di lumpuhkan, singa betina akan membiarkan singa pejantan dalam kelompoknya untuk menikmati buruannya tersebut, kemudian di ikuti singa betina dewasa. Lalu anak-anak mereka akan mulai ikut makan ketika semua singa dewasa telah selesai.


  • Harimau

Hewan ini merupakan hewan yang pintar beradaptasi saat berburu. Biasanya mereka menggigit bagian leher agar mangsa cepat mati. Namun, bila sedang berenang di sungai dan bertemu buaya, maka harimau bisa mencocok mata reptil tersebut hingga buta dan membalikkan tubuhnya sehingga bisa mengeluarkan isi perut buaya. Hal ini dikarenakan bagian perut buaya paling lunak, dan tak mungkin menggigit leher buaya yang dilindungi kulit tebal.


Mungkin hanya satu dari sepuluh perburuan yang sukses bagi seekor harimau. Sehingga biasanya mereka pergi beberapa hari tanpa makan sebelum akhirnya sukses menemukan mangsa.

Nyatanya dia adalah hewan yang tidak kuat menahan lapar (mungkin karena besarnya ukuran tubuh mereka). Mereka akan mati kelaparan hanya dalam waktu 2-3 minggu saja.

Harimau sering berburu sendiri, kecuali untuk menangkap hewan besar barulah melakukan penyergapan bersama kawanannya dan juga termasuk hewan yang suka menyergap, dia juga akan menyerang jika merasa terancam.


Jadi, data di atas sedikit banyak dapat dipakai untuk bisa mengetahui berbahaya mana singa dan harimau dalam alam bebas. Tetapi ada fakta unik yang terjadi antara kedua hewan ini yaitu terjadinya kawin silang antar singa dan harimau yang berhasil dilakukan dengan menghasilkan sub-spesies bernama ‘Ligers (singa jantan dan harimau betina), dan ‘Tigon’ (harimau jantan dan singa betina). Namun jika dikatakan siapa yang lebih dominan berbahayanya menurut saya harimau lebih berbahaya karena harimau lebih terbiasa untuk berjuang sendiri untuk bisa bertahan hidup.

Intinya, keduanya bisa dikatakan raja dalam kelompoknya dan diharapkan pula populasi mereka bisa terus dilestarikan dan bisa dikembangkan untuk dunia satwa liar.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang