Apakah Hernia Hiatus dapat merusak jantung?

Dilihat 5,15 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Apa itu hernia? Ya, Pertanyaan ini sering diajukan bagi kita yang awam tentang penyakit ini. Memang  hernia merupakan suatu penyakit yang sangat membahayakan bila tidak segera diatasi sejak dini, karena bisa mengakibatkan sulit berjalan dan jika sudah parah solusinya harus dengan cara operasi  Penyakit hernia ini tidak memandang usia bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi ,anak-anak, orang dewasa, sampai usia lanjut pun bisa terkena penyakit ini dan penyakit  ini lebih banyak diderita oleh kaum pria, namun demikian ada juga wanita yang menderitanya. 


Jadi, apa itu hernia? Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Otot biasanya cukup kuat untuk menahan organ-organ tubuh sehingga tetap di lokasinya masing-masing. Nah, melemahnya otot tersebut hingga tidak dapat menahan organ di dekatnya akan mengakibatkan hernia. Hernia bisa termasuk penyakit bawaan dari lahir atau berkembang di kemudian hari, khususnya pada anak-anak dengan dinding perut lemah. Walaupun penyebab utama dari hernia adalah otot yang lemah, tetapi kondisi ini dapat juga terjadi karena berbagai alasan seperti cacat bawaan, batuk kronis, operasi, sembelit, mengangkat beban berat, dan berat badan yang meningkat secara tiba-tiba atau obesitas. Penyebab lainnya termasuk kehamilan, asites (cairan di dalam perut), dan sembelit. Adanya riwayat keluarga yang terkena hernia juga terbukti meningkatkan risiko untuk terkena kondisi ini.


Hernia merupakan penonjolan suatu jaringan yang ada di dalam tubuh akibat keluarnya jaringan tersebut dari rongga tubuh asalnya ke bagian rongga tubuh yang lain. Sebagian orang mengindentikkan hernia dengan 'turun berok' atau hernia usus, padahal hernia dapat berupa hernia usus, hernia lambung, dan hernia bantalan tulang belakang. Semua organ tersebut dapat keluar dari rongga asalnya, karena ada tekanan yang meningkat secara mendadak pada rongga asal. Nah, artikel ini khusus akan membahas tentang hernia lambung atau hernia hiatus. Jadi sebenarnya apa itu hernia lambung ? Apa saja penyebab dan gejalanya? Yuk, baca uraian singkatnya sampai habis di bawah ini.



Pengertian Hernia Hiatal


Seperti yang telah disebutkan di atas, hernia adalah melemahnya jaringan otot di sekitar tubuh, khususnya di area perut (abdomen), yang menyebabkan organ dalam tubuh yang ada di sekitarnya terdorong atau mencuat melalui jaringan yang melemah tersebut.


Hernia hiatus atau hernia hiatal terjadi ketika sebagian lambung terdorong naik ke diafragma (otot penyekat rongga dada dan perut). Diafragma memiliki sebuah lubang (hiatus) yang berfungsi menghubungkan esofagus (pipa/saluran makanan) dan lambung. Saat terjadi kelemahan, lambung akan mencuat keluar melalui lubang ini hingga mencapai diafragma, bahkan sampai ke rongga dada. Diafragma adalah dinding otot yang memisahkan perut dengan dada. Diafragma membantu agar asam tidak naik ke kerongkongan. Ketika Anda memiliki hernia hiatal, asam lebih mudah naik. Bocornya asam dari perut ke kerongkongan disebut Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan. Jadi penyakit ini bukan menyebabkan kerusakan jantung, tetapi salah satu gejala penyakit ini yaitu terjadinya palpitasi (detak jantung cepat)



Penyebab Hernia Hiatal


Penyebab kelemahan otot yang mengakibatkan hernia masih belum diketahui dengan pasti. Namun usia merupakan faktor risiko yang erat dikaitkan dengan hernia lambung ini. Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot diafragma akan semakin melemah, sehingga risiko untuk terjadi hernia ini pun akan semakin meningkat. 

Beberapa faktor lain yang bisa memicu hernia hiatal, adalah:

  • Terlahir dengan ukuran hiatus yang lebih besar dari ukuran pada umumnya.
  • Mengalami luka atau robekan di area diafragma.
  • Tekanan terus menerus pada jaringan otot di sekitar hiatus, misalnya ketika mengejan saat buang air, batuk, muntah, atau mengangkat beban berat.
  • Obesitas




Gejala Hernia Hiatal


Ketika kondisi hernia hiatal masih awal dan masih kecil, biasanya tidak ada gejala yang terlalu kelihatan. Pada kasus yang besarlah yang biasanya kemudian terjadi gejala. Ada sejumlah gejala hernia hiatal besar yang penderita bakal alami, seperti misalnya sebagai berikut:

  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Muncul sensasi terbakar pada area dada yang disebabkan oleh asam yang naik hingga ke kerongkongan.
  • Bersendawa
  • Sakit di bagian perut atau area dada
  • Palpitasi
  • Feses yang keluar berwarna gelap dan biasanya ini menjadi tanda terjadinya perdarahan di bagian saluran pencernaan.
  • Mual
  • Muntah darah
  • Mudah merasa sangat kenyang setiap sesudah makan.


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit hernia ini. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan di rumah selama masa perawatan. Langkah-langkah ini tujuannya adalah untuk mengurangi sekaligus menghilangkan gejala secara alami.

  • Menghindari makanan yang bisa memicu heartburn, seperti coklat, buah yang mengandung sitrus/asam, bawang-bawangan, makanan berbahan dasar tomat, dan makanan pedas.
  • Membiasakan diri makan dalam porsi kecil sepanjang hari dibanding makan dalam porsi besar. Pada malam hari, waktu makan yang baik adalah setidaknya 2-3 jam sebelum waktu tidur.
  • Menghindari minuman ber alkohol
  • Menaikkan sisi kepala kasur setinggi 15 cm jika akan tidur.
  • Berhenti merokok.
  • Menurunkan berat badan bagi yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.


Cara Mengobati Hernia Hiatal


Pengobatan yang diberikan pada pasien penderita penyakit hernia lambung biasanya hanya bertujuan untuk membuat gejala-gejala yang dirasakan berkurang. Ketika terjadi refluks asam dan juga sensasi panas di bagian dada, metode pengobatan inilah yang biasanya Anda akan dapatkan dari dokter:

  • Obat pereda produksi asam, contohnya seperti ranitidine, famotidine, nizatidine dan juga cimetidine.
  • Obat penghambat produksi asam, contohnya seperti lansoprazole dan omeprazole yang bertugas menyembukan juga bagian jaringan esofagus.
  • Antasida yang bertujuan sebagai penetral asam yang ada di dalam perut.


Selain obat-obatan yang telah disebutkan, dokter juga kemungkinan dapat menyarankan untuk pasien menempuh prosedur operasi. Operasi hernia diperlukan ketika kondisi gejala hernia hiatal tak kunjung membaik atau malah justru makin buruk. Untuk kasus hernia hiatal besar, biasanya memang operasilah jalan keluar yang paling baik dan memang rata-rata kondisi ini kemungkinan besar perlu dioperasi.

Prosedur operasi dipilih atau disarankan oleh dokter supaya lambung yang tidak lagi pada tempatnya dapat kembali pada posisi semula. Tujuan dari operasi hernia ini juga untuk membuat bukaan atau hiatus menjadi lebih kecil. Selain itu, lingkaran otot juga bisa terekonstruksi dengan baik pada hiatus supaya jauh lebih kuat. Apabila hernia perlu diangkat, operasilah yang perlu pasien tempuh.




Itulah artikel mengenai apa itu hernia lambung (hiatus). Intinya hernia hiatus tidak merusak jantung, tetapi dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan. Ketika Anda memang merasakan beberapa gejala dari penyakit ini, janganlah ragu untuk langsung memeriksakan diri ke dokter sebelum sakit bertambah parah dan sulit diobati. 


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang