Ibu Muda Penyabar Setelah Disakiti Suami

Dilihat 744 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu

Cerita berikut terjadi disebuah kota Kabupaten di Jawa Tengah. Sebut saja Ibu Fulanah, ibu dari 2 orang anak, seorang istri yang soleha dan wanita yang sangat baik hati. Dan suaminya adalah sibuk berbisnis keju mozarella bandung dan suka sekali main perempuan.

Tapi beliau selalu setia serta menerima pasangan hidupnya yang seperti itu dengan lapang dada. Dalam kesehariannya dia tidak pernah memprotes mengenai sempitnya kehidupan yang dia jalani. Di tiap jum’at malam si Ibu ini pasti meluangkan waktunya untuk membaca surah yasin.

Terakhir saya bertemu si Ibu di akhir tahun 2010 pada acara walimahan keponakan saya di daerah Jawa Tengah. Pada saat itu istri saya sedang hamil anak pertama saat beliau sedang bantu sohibul hajat, yang merupakan keponakannya. Pada saat itu istri saya bertanya kepada si Ibu yang kebetulan lagi membuat pia-pia atau bakwan jagung:

“Ini namanya apa ya Bude”.

Dengan suara yang lembut beliau menjawab;

“Kalo di tempat sini namanya pia-pia”.

Lalu istri saya berbicara kepada saya:

“Ayah, pia-pia itu makanan apa sih?”.

Saya pun menjawab:

“Pia-pia adalah sebutan lain dari bakwan jagung”

Istri saya pun menjawab:”

“Oh gitu ya”.

Sesudah dari acara itu selesai saya dan istri pun Langsung pergi untuk silaturahim ke mbah putri dari istri saya. Dalam perjalanan dari tempat sepupu saya kebetulan berbarengan dengan beliau sekeluarga yang ingin pulang menuju kediammannya juga.

Dan jarak antara kediaman beliau dan mbah putri juga tidak terlalu jauh. Tetapi karena rumah Mbah putri lebih dekat dibanding dengan rumah si ibu, saya dan istri pun berhenti terlebih dahulu. Dan sekalian berpamitan pulang dengan beliau.

Akan tetapi sekitar Ramdahan tahun 2012 si Ibu tiba-tiba jatuh sakit dan harus dirawat ke rumah sakit setempat. Dan ditunggu oleh suaminya tercinta. Pada suatu waktu dokter meminta untuk si Ibu agar minum obat. Kebetulan pada saat itu adalah bulan puasa. Akan tetapi dengan alasan si Ibu sedang puasa maka beliau enggan minum obat dan berkata:

“ Saya ini sedang berpuasa jadi saya tidak bisa minum obatnya sekarang”.

Kemudian dokter pun meminta bantuan dari suaminya agar si Ibu ini mau meminum obatnya dan berkata:

“Bapak, saya minta tolong agar bapak dapat merayu istri bapak untuk meminum obatnya, Saya Khawatir jika beliau enggan meminum obatnya sekarang takutnya hanya akan memperburuk kondisinya”.

“Baik Dok”. Jawab Suami beliau.

Suaminya pun langsung membujuk beliau untuk meminum obatnya. Tapi lagi-lagi si Ibu enggan meminumnya. Dan berkata:

“ Saya ini sedang puasa jadi saya tidak bisa minum obatnya sekarang, Pada dasarnya keharusan bagi seorang istri untuk mematuhi apa yang diperintahkan suaminya dalam yang disyari’atkan Allah SWT, akan tetapi harus menolaknya jika suami memerintahkan kejelekan dan yang dilarang oleh Tuhan Semesta Alam”.

Sesudah itu suaminya pun hanya dapat berdiam diri saja. Tidak lama Selepas peristiwa itu si Ib i pun koma tak sadarkan diri sampai berhari-hari lamanya. Dan keluarga si Ibu tadi memutuskan untuk membawanya pulang agar dirawat di rumah saja.

Setibanya dirumah keadaan si Ibu masih saja koma sampai para tetangga beliau banyak yang datang membesuk. Dan sebagian tetangganyapun ada yang berinisiatif agar mengajikan surah Yasin secara berjamaah.

Dimulai dengan pembacaan surat Al-fatihah yang dibaca dengan khusyu. Tetapi keanehan terjadi pada saat para jamaah mau memulai untuk membaca surah Yassin. Subhanallah, Allah yang memilki segala khendak dan atas izin dan rahmatnya, si Ibu pun sat itu bangun dari masa kritisnya seperti orang yang tidak terlihat sakit tidak kurang sedikit apapun. Dan para jamaah pun terkaget-kaget dan sangat terkejut dengan kejadian ini terlebih si Ibu Cuma berkata kepada orang banyak yang berada dikediamannya:

“Saya ikut bantu baca yasinannya”.

Seperti tersihir oleh prilaku si Ibu tadi, tanpa banyak basa-basi lagi para tamu pun langsung mengambilkan mukena beliau untuk dipakaikannya untuk membaca Surah Yasin.

Akhirnya si Ibu bareng jamaah-jamah membaca surah yasin bersama-sama hingga selesai pembacaan surah yasin. Namun beliau tiba-tiba saja langsung berbaring kembali ditempat dan langsung meninggal saat itu juga. Orang-orang yang ada disana pun merasa takjub dan ada sebagaian diantaranya bahkan samapai menitikan air mata.

Lalu beliau pun dimakamkan di komplek pemakaman umum di temaptany. Bahkan ketika suaminya meninggal pun berpesan untuk dimakamkan dsisamping istrinya tercinta.

Jadilah yang pertama untuk menjawab!
Tulis jawaban sekarang