Indonesia: Apakah norma-norma sosial dan budaya kerja Indonesia yang berkontribusi positif ataupun negatif terhadap produktivitas dan inovasi kerja di Indonesia ?

Dilihat 219 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Orang-orang Indonesia senang mengerjakan segala sesuatu pada saat mendekati batas waktu (deadline). Jika kita me-metakan sebuah proyek tertentu akan selesai dalam 1 bulan, pekerjaan yang sebenarnya akan benar-benar dimulai 1 minggu sebelum batas waktu. Saya bekerja di Departemen Promosi, membuat segala macam desain yang didistribusikan untuk konsumsi publik termasuk pembuatan pamflet atau iklan di surat kabar yang berisi data , papan iklan yang berisi promosi dan banyak lagi. 

Sangat sering terjadi, ketika saya sudah mengirim "Final Artwork" ke penerbit , tiba-tiba akan akan ada sebuah revisi dari orang-orang yang di atas. Hal itu membuat para karyawan menghabiskan waktu ekstra yang tidak seharusnya untuk lembur di kantor, ketika semua informasi seharusnya sudah masuk bahkan sebelum proses desain dimulai.

Kebiasaan buruk lainnya yaitu akan ada pekerjaan mengejutkan (tambahan). Sebentar-sebentar mereka akan memberikan sesuatu untuk dikerjakan yang mana harus diselesaikan secepatnya karena deadline nya mungkin sore ini atau besok pagi. Jadi anda diharapkan untuk mengeluarkan segala yang anda bisa pada saat bekerja dan fokus pada tugas baru/kejutan ini. 

Pastinya kita bisa melawan untuk tidak mengerjakan tugas tersebut  jika kita berada di level yang sama, tetapi jika tugas tersebut datang dari level yang di atas, artinya anda akan pulang jam 9 malam.

Prosedur standar untuk memberi pekerjaan atau meminta bantuan adalah 7 hari kerja sebelum batas waktu (deadline), bukan 12 jam sebelum deadline. 


Tidak semua hal-hal buruk terjadi dalam lingkungan perusahaan. Pada umumnya orang-orang tersebut baik dan tidak keras (yang mana bisa buruk juga) dan mereka sangat pengertian. Jika anda hanya mempunyai sedikit waktu untuk mengerjakan suatu tugas dan hasilnya tidak sempurna, mereka akan tetap berterimakasih untuk itu (Pelajaran lainnya : Lebih baik kurang/sedikit daripada tidak ada sama sekali).  

Beberapa perusahaan kadang-kadang juga mengadakan acara outing kantor (jalan-jalan) untuk karyawan yang mana acara tersebut bagus untuk refreshing. 

Banyak keadaan yang bisa di kompromi (disetujui bersama) karena anda mengerjakan hal-hal tersebut mendekati batas waktu, anda tidak mungkin memeriksa setiap hal yang ada pada daftar dengan tepat waktu (dalam kata lain : tidak ada bunga karena bunga-bunga di banjiri, tidak ada kue karena kue-kue menjadi  mahal dan anda tidak punya waktu untuk tawar-menawar, tidak ada iklan yang dipasang dalam satu halaman penuh karena tempat telah di pesan oleh perusahaan lain satu minggu sebelumnya, dan lain sebagainya).

Tetapi pasti, saya percaya kami dapat melakukan dengan lebih baik. Terutama dengan mematuhi peraturan dan prosedur serta selalu tepat waktu dalam hal itu. 












Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang