Indonesia: Apakah orang-orang Indonesia lebih suka membaca buku import berbahasa Inggris atau menunggu versi yang sudah diterjemahkan?

Dilihat 2,23 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Orang Indonesia memang banyak yang terkenal tidak bisa berbahasa Inggris. Namun banyak buku yang menarik itu berbahasa Inggris. Ternyata tidak semua orang Indonesia itu bersifat sama, ada yang memilih untuk menunggu terjemahan Indonesia, tapi ada juga yang sekalian belajar bahasa Inggris lewat buku favoritnya. Disini akan di bahas beberapa perbedaan buku dan pembaca di Indonesia.


Jenis Jenis Literatur Terjemahan




Untuk kebanyakan literatur inggris, saya akan baca di bahasa inggris, kecuali kalau sangat membosankan (seperti: cloud atlas. Saya mungkin tidak bisa membacanya di bahasa indonesia). Saya ingat membaca lord of the ring dulu, tapi itu saat filmnya naik daun, tapi bahkan saat kubaca versi bahasa indonesia, masih aneh dan susah untuk dibaca. Saya tidak bisa bayangkan versi originalnya.



Untuk literatur akademis, akan sangat senang kalau ada versi indonesia. Saya lebih suka mempelajari sesuatu dalam bahasa asalku, walaupun aku bisa mengerti kebanyakan ekspresi akademis yang umum, tapi beberapa kata teknis sangat susah dimengerti, membuat otakku untuk berpikir lebih. Seperti buku matematika, buku GRE, buku SAT. Mereka semuanya yunani.


Untuk literatur asing (non inggris), saya akan memilih terjemahan inggris jika versi lokalnya terjemahan Indonesia ulang dari inggris. Jika literatur asing diterjemahkan langsung dari versi aslinya, aku akan lebih memilih itu dibandingkan versi inggris, karena terjemahan Indonesia langsung lebih baik daripada terjemahan Indonesia ulang.


Saya akan baca versi indonesia hanya untuk komik barat yang menjadi bagian dari masa kecilku. Contoh, seri donal bebek. Saya lebih suka bersi bahasa indonesia yang memakai adaptasi nama Belanda dibandingkan ke rilis barusan yang diadaptasi oleh nama inggris langsung yang bahasa indonesia yang diinggris-inggriskan. Dan juga klasik seperti tintin, smurf, d.l.l., atau tony’s wood story book, saya lebih suka membacanya di bahasa indonesia karena bias nostalgia. Tetapi komik yang berbeda memiliki masalah terjemahan Indonesia yang berbeda pula.


Komik Komik Terjemahan Favorit



Komik “Paman gober” diterjemahkan dari rilisan komik oleh penerbit italia, dengan cerita dan dunia yang berbeda yang mungkin tidak pernah sampai di tanah AS. Untungnya, ini membuat penerbit bisa membuat nama kreatif yang tidak berdasarkan inggris.

Rilisan baru-baru ini dari Life and times of scrooge mcduck: jika kamu baca komik donal bebek di 1990an, kamu harusnya tahu tentang pohon keluarga bebek. Kebanyakan nama diambil dari donal bebek versi belanda (belanda menggunakan terjemahan proxy). Sekarang kebanyakan nama menggunakan versi inggris, yang membuat terjemahan Indonesia donal bebek tidak konsisten, seperti penerbitnya tidak bisa memilih apakah mereka mau memakai nama lokal atau memakai nama inggris.



Bertentangan, terjemahan tintin menggunakan nama AS daripada nama prancis, rilisan baru-baru ini menukar kembali ke nama aslinya. Sekarang Snowy dipanggil ‘milou’. Saya tahu beberapa orang tidak suka ini karena bias nostalgia. Untuk komik baru yang belum pernah kubaca? Saya akan membacanya di versi inggris, tanpa masalah.


Tapi untuk manga, saya lebih suka versi bahasa indonesia karena penerjemahnya lumayan jago. Lumayan berbeda di 1990an sih, banyak manga diterjemahkan sangat buruk dan terkadang saya ga ngerti ceritanya, tapi rilisan ulang baru-baru ini memperbaiki semua terjemahan “idiot buta” atau lokalisasi yang buruk




Terjemahan unik lainnya adalah Hoshin Engi. versi indonesia dari manga ini menerjemahkan ulang nama karakter ke versi cina, jadi pembaca indonesia bisa merasa kena saat mereka membaca terjemahan inggris. Saya pribadi suka versi bahasa indonesia, dan menggunakan houshin engi sebagai contoh terjemahan jepang ke indo yang paling terkenal.


Jadi, setiap jenis buku dan setiap jenis pembaca memiliki kesukaannya masing masing. Seperti saya yang seperti dikatakan di atas lebih memilih buku dengan bahasa Inggris, karena saya sendiri mahir dalam berbahasa Inggris. Namun sekali lagi setiap orang memiliki kesukaan yang berbeda beda.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang