Jadi bagaimana dengan pria yang berambut pirang?

Dilihat 564 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Manusia itu idiot. Mereka seperti hewan lemming yang pergi kemanapun kerumunannya pergi. Rambut pirang, khususnya untuk wanita, merupakan sebuah status/simbol seks. Setidaknya itu berlaku di Amerika Serikat, di Barat, dan orang-orang non-Barat yang berkulit putih. Kamu ingin mendapatkan perempuan pirang yang hot karena betapa cantiknya ia jika muncul di pelukan anda. Ia adalah prototipikal istri trofi/MILF.


Saya menyukai quote dari Tina Fey karena pernyataannya sangat benar. Rambut pirang mendapat banyak keistimewaan di masyarakat Amerika. Makin pirang dan makin periang anda tampil, makin banyak keistimewaan yang akan anda dapatkan. Hal ini berlaku di semua interaksi, besar maupun kecil, online dan offline. Makin cantik, pirang seorang perempuan akan makin baik perlakuan yang ia dapatkan di Starbucks dan akan dijadikan kepala departemen komunikasi meskipun tulisannya tak karuan dan tata bahasanya tidak benar. Ribuan pria akan menyerahkan diri padanya.


Kontras dengan hal itu, seseorang yang lebih polos, kurang pirang, lebih etnis bisa saja tersenyum pada barista Starbucks dan tetap diperlakukan lebih buruk daripada wanita pirang yang cantik yang tanpa berusaha menjadi orang baik. Makin tidak pirang, makin jelek seseorang bisa saja sangat pintar, pekerja-keras, cermat, bertalenta, suka membaca, dan baik hati - dan akan sangat bekerja keras di pekerjaan-pekerjaan back office yang bayarannya rendah, tak pernah dipertimbangkan untuk pekerjaan eksekutif seperti yang didapatkan oleh orang-orang pirang dan cantik, sederhana hanya karena orang lain lebih menyukai penampilannya.


Orang-orang non-kulit putih di Amerika menyukai rambut pirang juga. Pernah sekali teman saya bilang, pria Hispanik akan mencalonkan diri dengan istri yang jahat, pirang, berkulit putih yang memanggilnya "spic" - simpel saja karena memiliki istri berambut pirang merupakan simbol status, ia berusaha semaksimal mungkin. Pria Asia yang menyukai wanita kulit putih juga sering memilih yang berambut pirang - termasuk Rusia. Lagi-lagi, itu adalah simbol status yang menunjukkan bahwa anda "cukup hebat" untuk mendapatkan wanita berambut pirang.


Dunia telah dicuci otak untuk lebih menyukai rambut pirang. Tidak ada apa-apanya, sungguh. Wanita kulit putih merusak rambut mereka dengan selalu mewarnainya. Saya bangga memiliki rambut yang masih perawan, coklat-hitam dengan merah dan emas. Sebagai Asia-Amerika, saya tidak "mendapatkan" kekeramatan rambut pirang. Rambut pirang tidak menarik secara intrinsik pada saya dan sama seperti warna rambut lainnya. Rambut merah akan menarik perhatian saya jelas karena itu sangat langka. Orang-orang kulit putih dengan rambut gelap dan mata terang juga menarik buat saya.


Pada tahun-tahun terkini, rambut gelap yang dimiliki orang kulit putih telah menjadi tren. Di kelompok tertentu, rambut gelap dianggap sangat hot, edgy, dan menggairahkan. Gothik sudah lama menyukainya, dan kemudian orang-orang EMO dan scenester lainnya. Orang-orang memuja Katy Perry, Megan Fox, Zooey Deschanel, dan Emily Blunt karena rambut gelapnya. Mereka yang bangga dengan nuansa alternatif, pemberontak, atau indie seringkali menyukai rambut coklat gelap atau hitam. Rambut gelap telah menyaingi rambut pirang sejak dekade yang lalu. Di toko-toko, anda akan melihat di lorong pewarna rambut berisi lebih banyak pewarna rambut gelap daripada rambut pirang. Obsesi rambut gelap tidak membantu orang-orang non-kulit putih. Lagi-lagi, itu adalah fokus lain dari orang kulit putih, yang mengukuhkan statusnya, privilege, dan gairah pikiran dari orang banyak.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang