Jika campak atau penyakit lain hanya menyerang ke yang belum divaksin, kenapa yang sudah divaksin masih takut?

Dilihat 1,02 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Karena kita sudah bayar untuk itu.

Orang amerika sepertinya lupa kalau sistem asuransi kesehatan, pembayaran kolektif untuk individu. Semenjak kelompoknya menderita saat individu sakit, sangat menguntungkan semua orang untuk melakukan apa yang mungkin bisa dilakukan untuk menghindari penyakit, dan vaksin adalah satu cara kecil untuk ini.


Ayo kita lihat contoh dengan beberapa perkiraan pengeluaran.

Jane memutuskan untuk tidak memvaksinasi anaknya Jimmie. Jimmie tertular campak setelah perjalanan ke taman hiburan, membutuhkan dokter penyakit anak.

Total pengeluaran sampai sekarang: $100


Jane menetap di rumah dari kantor untuk merawat jimmie (mempertimbangkan implikasi ekonomi dari produktivitas orang tua ditinggalkan sebagai pemikiran untuk pembaca). Jimmie tidak lekas sembuh dan sayangnya mulai memiliki kejang, melakukan panggilan darurat dan transportasi ambulan ke UGD.

Total pengeluaran sampai sekarang $1,100


Di UGD, Jimmie dirawat oleh dokter darurat yang meminta diagnosis penuh dari tes darah dan melakukan tusukan ke lumbar. Jimmie didiagnosa dengan campak radang otak.

Total pengeluaran $7,000


Jimmie terus mendapat kejang di UGD dan menjadi tidak responsive. Dia sakit kritis, dan dokter memutuskan kalau intubasi darurat dibutuhkan untuk memastikan perlindungan Jimmie supaya masih bisa mendapatkan oksigen cukup di darahnya dan menjaga suplai oksigen ke otak. Jimmie dipindahkan ke ICU untuk evaluasi dan memonitor lebih lanjut.

Total pengeluaran sampai sekarang $10,000


Jimmie menetap di ICU selama 1 minggu dan secara sukses disapih dari tabung pernafasan. Dia dikeluarkan dari ICU dan dimonitor untuk tiga hari lagi dan menjalani terapi penyembuhan.

Totak pengeluaran sampai sekarang $60,000


Kamu bisa lihat kalau pengeluaran bertambah pesat untuk satu kasus dari komplikasi campak yang sudah diketahui. Jika kamu mengukur ini di skala negara, sedikitnya dari 100 kasus mirip membuat pengeluaran naik $6,000,000… pada hakekatnya harus dihindarkan.


Jadi yang bisa terjadi kalau jumlah orang yang banyak yang memilih untuk tidak vaksin, maka dari itu memungkinkan terkenanya penyakit yang bisa dihindari?


Perusahaan asuransi harus mendapatkan keuntungan untuk tetap berbisnis, jadi akhirnya pengeluaran medis ini kemungkinan diturunkan ke consumer dalam bentuk premium. Pajak kota/provinsi lokal bisa tertebrak untuk membantu membiayai rumah sakit yang peduli dengan orang miskin dan ekonomi rendah.


Jumlah besar dari orang yang memutuskan untuk tidak vaksin bisa menyebabkan kerusakan ekonomi yang kolektif.

Itu, tentu saja, hanya satu alasan kalau orang tervaksin peduli ke yang tidak. Bukan alasan utama, tapi dari sudut pandang bermanfaat, itu alasan yang valid.


Nota bene:

Dari perspektif sumber daya, kamu bisa meluaskan contoh ini secara signifikan. Ada banyak tempat ICU yang kota tertentu. Jika rumah sakit terpaksa untuk mengeluarkan sumber dayanya di pasien dengan penyakit yang bisa dihindari, maka tidak bisa menolong pasien lain. ICU penuh dari anak yang tidak tervaksin artinya tidak ada ruangan untuk korban pelecehan anak, anak yang kecelakan dari pengemudi mabuk, janin lahir 10 minggu lebih cepat, d.l.l. Pikirkanlah.


Terjawab hampir 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang