Kami melakukan seks 3 hari sebelum dia haid dan setelah 3 hari, dia mengalami haid selama 4 hari. Sekarang, sebulan kemudian, haidnya terlambat hampir 1 minggu. Apakah dia hamil?

Dilihat 656 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan, untuk terjadi kehamilan harus ada spermatozoa, ovum, pembuahan ovum (konsepsi) dan nidasi (implantasi) hasil konsepsi.

    wanita hamil

Proses terjadinya kehamilan sendiri terjadi saat sel sperma laki-laki bertemu dengan sel telur matang dari wanita bertemu (kemudian terjadi proses pembuahan). Pertemuan itu terjadi setelah melakukan hubungan suami istri dan akan bisa berhasil jika di lakukan oleh perempuan dewasa pada masa suburnya. Masa subur adalah saat indung telur (ovarium) melepaskan sel telur (ovum) yang sudah siap dibuahi ke dalam saluran indung telur (tuba falopi). Bila sel telur berhasil bertemu sperma dan mengalami pembuahan, maka pasangan tersebut berkesempatan memperoleh buah hati.  Masa subur biasanya berlangsung 2 minggu usai wanita menstruasi atau haid. 


Banyak wanita mengaku mendapatkan haid meski sedang menjalani masa kehamilan. Secara ilmiah, haid saat hamil tidak mungkin terjadi. Memang ada sebagian ibu hamil yang mengeluhkan bahwa organ intim mereka mengeluarkan darah secara berkala selayaknya sedang mengalami haid. Namun sejatinya, pendarahan saat haid dan pendarahan yang terjadi saat hamil adalah dua kondisi yang berbeda

Mengeluarkan darah saat hamil merupakan kondisi yang umum menimpa para ibu hamil. Sekitar 2 dari 10 wanita dilaporkan pernah mengeluarkan darah dari vagina saat sedang hamil. Hal ini terutama terjadi saat trimester pertama masa kehamilan. Perdarahan vagina selama kehamilan memiliki banyak penyebab. Sebagian bisa berarti serius, namun banyak juga yang tidak perlu dikhawatirkan.


Seseorang yang mengira haid tapi hamil bisa jadi disebabkan oleh pendarahan implantasi. Hal ini biasanya terjadi sekitar 10-14 hari setelah terjadinya pembuahan. Umumnya keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan dan akan berhenti dengan sendirinya.

Adanya dugaan penyebab haid tapi hamil pada trimester pertama lainnya adalah adanya kehamilan ektopik alias kehamilan di luar rahim. Ada juga dugaan akibat hamil anggur, yaitu adanya massa abnormal yang bukan janin, namun tumbuh di dalam rahim setelah adanya pembuahan. 

Selain pada trimester pertama kehamilan, pendarahan di vagina yang bisa disangka sebagai haid tapi hamil, bisa juga terjadi pada trimester 2 atau trimester 3. Salah satu penyebab yang umum adalah adanya ektropion serviks. Kondisi tersebut dikaitkan dengan perubahan yang tidak berbahaya pada leher rahim. Bisa juga disebabkan oleh solusio plasenta, yaitu sebuah kondisi serius yang mana plasenta terlepas dari dinding rahim.


Pada kondisi lain, darah yang keluar dari vagina dan sering disangka sebagai haid, ternyata adalah keguguran. Keguguran sendiri sangat jarang terjadi pada masa trimester ketiga kehamilan, maka ibu hamil harus waspada jika mengalami pendarahan. Dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan darah, pemeriksaan vagina atau panggul, atau pemeriksaan USG untuk mengetahui penyebabnya.


Sudah bukan rahasia lagi kalau siklus haid bisa digunakan sebagai penanda kehamilan . Siklus haid adalah rentang hari sejak hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Siklus haid yang normal adalah setiap 21 - 35 hari. Hari ke-1 (satu) pada siklus haid adalah hari pertama haid terjadi.

Akan tetapi, banyak orang yang salah kaprah mengartikannya begitu saja. Ketika anda telat haid, anda berpikir bahwa anda hamil. Inilah kesalahan yang sering terjadi. Perlu anda ingat, siklus haid yang terlambat tidak selalu berarti hamil. Ada banyak sekali faktor yang menjadi penyebab telat haid dan tidak kesemuanya mengarah ke kehamilan. Mari kita bahas lebih jauh lagi.


Secara umum penyebab terlambat haid antara wanita satu dan yang lain tidaklah selalu sama. Memang, telat haid adalah salah satu tanda kehamilan, namun biasanya tanda-tanda kehamilan akan muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti mual dan muntah, kepala pusing, badan cepat lelah, dan lain sebagainya. Jadi jika hanya terlambat haid saja tanpa ada gejala lain maka itu bukanlah suatu tanda hamil dan bisa disebabkan oleh hal lainnya.


Apa Penyebab Terlambat Haid pada Wanita?

Haid terjadi karena peluruhan dinding bagian dalam rahim. Ovarium secara teratur menghasilkan sel telur, yang mana jika tidak dibuahi akan memberikan sinyal pada rahim untuk memulai proses menstruasi tersebut. Jika ovarium terlambat menghasilkan sel telur maka akan terlambat pula sinyal yang dikirimkan ke rahim. 

Secara normal rata-rata wanita memiliki siklus menstruasi setiap 28 hari, dengan jarak berkisar antara 21 hari hingga 35 hari. Tanggal terjadinya menstruasi tidaklah selalu sama tiap bulannya dengan selalu bergeser beberapa hari, kecuali jika memang siklus menstruasinya kebetulan berkisar sekitar 30-31 hari. 

Lalu mengapa bisa terjadi telat datang bulan? Apa penyebabnya? Berikut ini penjelasannya : 


  • Masalah Psikis

Hal pertama yang kemungkinan besar bisa mengakibatkan seorang wanita terlambat datang bulan adalah karena faktor psikis. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya stres, diantaranya tekanan lingkungan kerja, kelelahan, urusan rumah tangga, dan lain sebagainya. Stres akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dihasilkan tubuh, yang menyebabkan terlambatnya ovulasi, pelepasan sel telur oleh ovarium.

    kelelahan

  • Faktor Usia

Faktor penyebab terlambat datang bulan berikutnya bisa berupa faktor usia. Pada usia remaja tubuh mengalami banyak perubahan hormon, tubuh yang sedang menyesuaikan dengan hormon kewanitaan kadang akan menyebabkan telat datang bulan. Demikian juga pada usia 45-55 tahun atau awal menopause, tubuh kembali mengalami masa transisi yang juga akan menyebabkan haid sedikit dan kurang teratur. Setelah benar-benar mengalami menopause, wanita sama sekali tidak akan mengalami haid lagi karena ovarium sudah tidak menghasilkan sel telur.


  • Faktor PCO
                        PCO

Faktor PCO atau PolyCystic Ovary adalah ketika tubuh wanita menghasilkan lebih banyak hormon pria Androgen-Testosteron daripada hormon wanita Estrogen dan Progesteron. Ini akan menyebabkan ovarium tidak mampu memproduksi sel telur yang sempurna, sehingga pelepasannya bukanlah ovulasi. Jika tidak terjadi ovulasi, maka tidak terjadi haid. Faktor PCO ini bisa menyebabkan haid sedikit atau bahkan tidak haid dalam waktu lama, bisa berbulan-bulan. Kabar buruknya adalah jika tidak terjadi ovulasi maka juga akan sulit mengalami kehamilan.


  • Faktor berat badan

Faktor berikutnya adalah berat badan. Berat badan yang tidak ideal, baik itu dibawah atau diatas berat badan ideal akan menyebabkan terlambat haid. Perubahan berat badan yang mendadak juga bisa menjadi penyebabnya. Berat tubuh dibawah ideal akan menyebabkan fungsi organ tubuh tidak maksimal, termasuk juga pada organ kewanitaan. Sedangkan jika berat badan terlalu ekstrim dibawah berat ideal, maka tidak akan terjadi ovulasi sama sekali. Hal ini mungkin karena tubuh memutuskan bahwa sedang tidak berada dalam kondisi ideal untuk memiliki keturunan.


obesitas

Demikianlah penjelasannya tentang keterlambatan datang bulan belum tentu hamil, hal ini bisa langsung diperiksakan ke dokter kandungan dan perhatikan siklus haid yang teratur karena haid yang tidak teratur dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Jangan lupa asupan gizi yang seimbang disertai dengan pola makan sehat serta berolahraga.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang