Kapan Indonesia pada akhirnya akan menerima ateisme?

Dilihat 1,26 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak seperti pada generasi kita ini. Kebanyakan orang Indonesia masih memegang keyakinan bahwa Tuhan mereka (dan/atau agama, sebagian orang tak bisa membedakan keduanya) adalah penyelamat terakhir mereka. Itulah sebabnya, jika mereka jatuh di kehidupan mereka dan semua harapan tampak sirna, Tuhan mereka adalah cahaya harapan terakhir yang dapat mereka andalkan supaya mereka bisa bangkit kembali.

Konsep "tak bertuhan" begitu asing di telinga kebanyakan orang Indonesia, dimana seorang ateis itu hampir dilihat sebagai orang tak bermoral, terlalu percaya diri pada dirinya, dan tidak bersyukur. Saya kenal seseorang yang dikenal sebagai seorang ateis di SMA, dan cukup dibilang itu tidak berakhir baik. Ia dikelilingi oleh para guru di kantor, diinterogasi, dan suatu ketika didorong oleh sejumlah guru untuk meyakini bahwa Yesus adalah sang penyelamat dan membaca injil.

Laki-laki gay lain dari sekolah pergi ke sebuah negara barat untuk kuliah, dan berpartisipasi dalam sebuah Parade Pride lokal. Fotonya, yang membawa bendera Indonesia, diambil dan dipublikasi oleh sebuah perusahaan surat kabar online terpercaya. Dalam hitungan jam, 500+ komentar diposting, sebagian besar dari mereka memaki dan marah pada pria itu. Kata-kata seperti "fitnah", "lebih rendah dari binatang" dan "anda akan masuk neraka" terlalu sering dilontarkan. Hanya 4 orang yang mendukung. Saat berkaitan dengan agama, kebanyakan orang Indonesia lebih suka mendoktrinasi dan mengeluarkan semua isi kitab sucinya.


Jadi, tidak. Setidaknya, bukan di generasi kita sekarang.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang