Olahraga apa yang dapat menurunkan berat badan dengan lebih efektif di gym - kardio atau angkat beban?

Dilihat 867 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Semua orang tentunya ingin memiliki berat badan yang ideal. Sayangnya gaya hidup yang banyak diadopsi kebanyakan orang belakangan ini seringkali membuat kita kesulitan dalam mengontrol berat badan. Pekerjaan yang menuntut kita untuk duduk seharian di depan komputer membuat kita semakin jarang bergerak. Belum lagi makanan cepat saji yang sering menjadi pilihan membuat penumpukan lemak di dalam tubuh semakin bertambah. Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga. Kita semua tentu tahu betapa pentingnya olahraga bagi kesehatan. Ketika kamu ingin menurunkan berat badan, hal ini menjadi lebih penting lagi. Berolahraga tidak hanya baik bagi kesehatan tubuh, tapi juga merupakan salah satu cara mengecilkan badan yang dapat membantumu mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Ketika ingin memulai program menurunkan berat badan dengan berolahraga, masih banyak orang yang sering bertanya - tanya mengenai jenis olahraga untuk menurunkan berat badan yang paling efektif. Jadi mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan, kardio atau angkat beban? Di sini saya tidak hanya akan menjawab pertanyaanmu ini, tapi saya juga akan menjelaskan hal - hal yang perlu diperhatikan agar kamu sukses mendapatkan bentuk tubuh yang kamu inginkan.



Cara Mengecilkan Badan Dengan Efektif


Dari pengalaman pribadi dan riset yang saya lakukan, membakar kalori lebih banyak daripada yang kamu makan adalah cara terbaik menurunkan berat badan. Hal ini berarti kamu harus menambah jumlah waktu yang kamu habiskan dalam melakukan olahraga untuk menurunkan berat badan di gym atau mengurangi makan. Intinya, selama kamu membakar kalori lebih banyak dari yang kamu makan, maka berat badanmu akan berkurang. Pertama - tama, kamu perlu mengetahui mengenai Basal Metabolic Rate (BMR) mu. BMR adalah jumlah kalori yang akan kamu bakar dalam sehari jika kamu dalam kondisi koma. Setelah itu kamu harus memprediksi berapa kalori rata-rata yang kamu bakar dalam sehari. Untuk melakukannya, kamu bisa menggunakan kalkulator BMR. Pria rata-rata dengan berat 160 pound harus membakar 2000-2500 kalori tergantung dari tingkat aktivitasnya. untuk membakar 1 pound lemak, kamu harus mengalami defisit lemak sebanyak 3500 kalori. Jadi jika targetmu 1 pound seminggu, kamu harus membakar 500 kalori lebih banyak dari yang kamu makan hari itu.


Antara diet, cardio dan angkat beban, aku akan urutkan berdasarkan tingkat kepentingannya: diet lebih mudah, dalam pengalamanku, kamu mengurangi konsumsi kalori dan membakar karoli lebih banyak. Ketahui kalori yang kamu makan lewat aplikasi LoseIt atau My Fitness Pal. Berhenti minum apapun yang mengandung kalori ganti dengan air putih. Ganti 250 kalori permen dengan 90 kalori brownis fiber. Makan hanya ditempat yang kamu tahu kalori nya dan menunya rendah kalori. Ketika awal aku menurunkan berat badan aku membakar 1000 kalori dalam sehari.

Cardio: latihan kekuatan dan cardio sama pentingnya, tapi kardio lebih efektif untuk mencapai tujuanmu, tapi lari saja tidak cukup. Hal terbaik dari kardio adalah kamu akan makan lebih banyak. Jika tujuanmu 1500 kalori mungkin akan tercapai. Jika kamu membakar 300 kalori dari berlari atau zumba, kamu bisa makan 1800 kalori dan jumlahnya akan tetap sama yaitu 1500 kalori.

Latihan beban: latihan beban membakar kalori lebih sedikit. Tapi efeknya lebih penting. Pertama menjaga otot mu dari atrophy. Jika kamu melupakan kardio kamu kehilangan masa otot. Jadi meski berat badanmu turun, kamu tetap tidak sehat. Kedua melancarkan metabolisme, kamu tetap membakar kalori setelah selesai latihan. Ketiga, ototmu menbutuhkan kalori lebih, tapi ada yang tak sependapat (http://articles.latimes.com/2011/may/16/health/la-he-fitness-muscle-myth-20110516).

Jadi lakukan ketiga latihan diatas, lakukan aerobik sebanyak mungkin, dan angkat beban 2-3 kali seminggu, bukan cara tercepat tapi menurutku itu cara yang bisa dilakukan sampai seterusnya. Ubah gaya hidup buruk yang menjadi kebiasaan.

Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang