Kehamilan setelah proses Ligasi Tuba (sterilisasi yang memotong tuba falopii) - Bagaimana seseorang bisa mengetahui apabila dia mengalami kehamilan etopik (kehamilan yang terjadi di luar rahim) ? Apakah ada periode tertentu apabila implantasi terjadi tetapi tidak di dalam rahim?

Dilihat 427 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Anda yang mungkin selama ini tidak mengenal istilah kehamilan ektopik atau yang tidak memiliki latar belakang pendidikan terkait kandungan mungkin bertanya-tanya tentang apa itu kehamilan ektopik dan bagaimana terjadinya?

Secara singkat, kehamilan ektopik atau yang dikenal sebagai hamil di luar kandungan adalah sebuah emergensi medis. Anda bisa mengetahui hal ini saat mengalami gejala seperti nyeri abdominal dan pendarahan/bercak vaginal. Bahkan meskipun Anda sebelumnya telah menjalani proses ligasi tubal, meskipun peluangnya lebih rendah. Sedangkan dalam hal periodenya, akan sama dengan proses kehamilan biasa, yang terjadi ketika masa subur Anda berlangsung. Namun demikian emergensi ini timbul ketika embrio yang berkembang menyebabkan pecahnya tuba falopi. Ini biasanya terjadi sekitar 7 minggu (tapi bisa terjadi antara 4 hingga 8 minggu) sejak periode menstruasi terakhir. Tapi hingga di sini, dengan embrio kecil yang duduk di tuba falopi Anda ini tidak berarti menyebabkan sebuah masalah. Ini seperti sebuah bom waktu yang menghantui selama proses kehamilan.


Petunjuk-petujuk yang bisa menunjukkan kegawatan medis akibat kehamilan ektopik meliputi nyeri abdominal dan perdarahan vaginal/bercak vaginal pada wanita hamil. Dikatakan gejala dan tanda-tanda bisa cukup samar, tidak jarang seorang wanita tidak tahu kalau dirinya hamil pada tahap-tahap awal. Perbedaan antara gejala kehamilan ektopik dan kehamilan normal perlu mendapatkan perhatian serius dan solusi terbaiknya adalah dengan mengunjungi klinik dokter atau ahli kandungan.


kehamilan ektopik 1


Ini berarti bahwa setiap wanita usia subur yang mengunjungi dokter dengan keluhan nyeri abdominal akan menjalani uji kehamilan – betapapun mereka menyangkal telah melakukan hubungan seks di hadapan orang tua atau keluarga dan merasa tersinggung ketika dokter melakukan tes kehamilan. Ini bukan persoalan pasien tidak dipercaya atau adanya stereotip tertentu, tapi ini hanya soal kemungkinan kehamilan ektopik yang tidak bisa diabaikan.

Jadi dalam kasus-kasus tertentu, jika Anda pernah mengalami ligasi tubal sebelumnya maka peluang Anda untuk hamil menjadi lebih rendah. Tapi bagaimanapun hamil masih memungkinkan jika Anda tidak mengalami periode menstrual maka sangat penting untuk melakukan uji kehamilan ke dokter. Jika Anda ternyata hamil maka dokter bisa meminta dilakukan uji ultrasound untuk mengetahui apakah ada embrio yang tertanam. Anda tidak perlu memanggil ambulan untuk melakukan uji di atas segera.


kehamilan ektopik 2


Berikut ini adalah tanda dan gejala terjadi kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan yang dapat Anda waspadai sendiri:

  1. Perdarahan atau bercak vaginal
  2. Pusing atau pucat (disebabkan oleh kekurangan darah)
  3. Tekanan darah rendah (juga disebabkan oleh kehilangan darah)
  4. Nyeri punggung bagian belakang

Jadi, setelah ligasi tubal seorang wanita masih bisa hamil meskipun sangat sulit. Yang mana periode kehamilan ini sama halnya dengan kehamilan normal, terjadi di masa subur wanita tersebut. Ditemukan bahwa wanita yang mengalami ligasi pada usia dini berpeluang lebih besar untuk hamil. Meski begitu wanita tersebut biasanya akan mengalami bercak vaginal atau menstruasi yang tidak teratur dan kadang mengalami nyeri pada sisi di mana kehamilan ditanamkan. Jika wanita dengan tubal mengalami kehamilan dia perlu menjalani ultrasound untuk menentukan posisi kehamilannya sesegera mungkin setelah level Beta HCG cukup tinggi (sekitar 2000) untuk memenuhi ambang visibilitas pada ultrasound. Jadi yang paling penting adalah adanya bercak atau perdarahan, namun yang terpenting adalah ammenorrhoea sebagai penentu.

kehamilan ektopik 3


Biasanya pada scan pertama pada 7 atau 8 minggu, tidak terdapat bayi dalam uterus, hanya nampak struktur kistik di dekat tuba atau ovarium. Maka dilakukan uji kehamilan berulang untuk memastikan apakah proses kehamilan memang sedang terjadi. Jika masih positif, dilakukan uji beta HCG kuantitatif. Ini akan mendukung diagnosis. Pengobatan biasanya dengan methotrexate. Uterus juga akan mengalami perubahan seperti pada kehamilan karena ini akan merespon hormon kehamilan.


Ligasi tubal sendiri merupakan salah satu metode sterilisasi permanen yang paling efektif. Metode ini meliputi pemotongan dan pengikatan tuba falopi untuk mencegah masuknya sel telur ke dalam rahim. Tingkat kegagalan berada pada level 0,1% dalam setahun setelah prosedur dilakukan. Namun, peristiwa kehamilan ektopik alias kehamilan di luar kandungan masih mungkin terjadi, selama wanita yang mengalami ligasi tubal ini masih dalam masa subur. Malahan, jika terjadi kehamilan, risiko mengalami kehamilan ektopik meningkat bagi wanita tersebut. Kehamilan ektopik melibatkan implantasi telur yang dibuahi di luar uterus, terutama di tuba falopi. Gejala-gejala setelah kehamilan ektopik bisa tidak muncul, meski biasanya meliputi nyeri abdominal dan perdarahan vaginal. Gejala-gejala yang lebih jarang adalah nyeri ujung bahu, diare, mual dan muntah. Secara keseluruhan, wanita yang hamil setelah ligasi tubal perlu mencari bantuan medis segera.



Apa yang dilakukan terhadap janin/embrio setelah operasi kehamilan ektopik?


Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah kondisi gawat medis. Dalam sebagian besar kasus gejala ini menimbulkan nyeri hebat. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang menjalani kehamilan ektopik, lakukan uji ultrasound. Maka akan timbul dua pertanyaan di sini. Pertama, hamil setelah ligasi tubal sangat sulit karena sperma harus melwati tuba yang sudah dipotong, diikat, dipendekkan atau teknik apapun yang digunakan untuk merusak lintasan ini. Dan ini dimungkinkan. Tuba tersebut bisa beregenerasi secara cukup. Kedua, jika sperma mencapai ovum dan membuahinya, telur yang dibuahi mungkin tidak mampu memandu jalur yang diambil oleh sperma dan bisa terimplantasi dalam tuba.

Selama proses kehamilan, embrio memproduksi sedikit hormon untuk memberitahukan keberadaannya. Sehingga sebuah kehamilan ektopik biasanya menekan menstruasi tapi mungkin tidak sempurna. Jika seseorang mencurigai adanya kehamilan ektopik, segera lakukan diagnosis dan tindakan medis. Ultrasound akan menentukan lokasi embrio dengan cukup baik sehingga dokter dan pasien bisa memilih cara terbaik untuk mengangkat embrio sebelum pertumbuhannya merobek tuba. Ini akan menyebabkan hemorrhage dan kerusakan serius atau bakan kematian klien; keguguran embrio tidak terhindarkan.


kehamilan ektopik 5


Nyeri perut bawah dengan atau tanpa perdarahan bisa menjadi tanda-tanda sebuah kehamilan ektopik. Oleh karena itu jika Anda mengalaminya, Anda harus berkonsultasi dengan ahli ginekologi segera, baik dengan atau tanpa perdarahan pada kehamilan dini. Tentu saja tanda-tanda tersebut bisa timbul dalam kasus keguguran tapi sebuah kehamilan ektopik perlu dipastikan karena itu bisa membunuh Anda.


Sebuah ultrasound scan dan uji darah untuk menentukan beta hCG hormon kehamilan bisa membantu mendiagnosa serta kehamilan ektopik dalam sebagian besar kasus. Meski demikian kunjungan ke rumah sakit beberapa kali mungkin diperlukan jika hasil uji tersebut tidak jelas. Meskipun ciri-ciri orang hamil di luar kandungan sudah dapat diketahui dengan jelas, supaya memperoleh hasil diagnosa yang lebih tepat dan akurat.


   kehamilan ektopik 6


Sebagai penutup, hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik sebaiknya segera didiagnosa sejak dini untuk mencegah kemungkinan buruk yang bisa dialami terutama oleh ibu hamil. Selama proses kehamilan, mengunjungi dokter, klinik kandungan atau rumah sakit menjadi hal yang sangat disarankan agar tindakan medis yang diperlukan bisa segera diputuskan dan dilakukan.


Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang