Kenapa ada perang antara Indonesia dengan Malaysia?

Dilihat 9,83 rb • Ditanyakan lebih dari 3 tahun lalu
1 Jawaban 1

Indonesia adalah salah satu negara yang bisa berdiri sendiri dan merdeka dengan perjuangan para penduduk dan pahlawan Indonesia sendiri. Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, Indonesia lahir dari cucuran darah perjuangan para pahlawan yang hanya ingin melihat tanah airnya merdeka. 


Tetapi ternyata setelah Indonesia merdeka, perjuangan para pahlawan belum berakhir dan bahkan lebih berat jika dibandingkan dengan sebelum Indonesia merdeka. Sebagian besar masyarakat mungkin mengetahuinya, tetapi banyak pula di antara mereka yang melupakannya sebagai bagian dalam sejarah. 


Salah satu kejadian yang belum tentu diketahui oleh banyak masyarakat Indonesia adalah kejadian ganyang Malaysia. Kejadian ini terjadi saat Indonesia masih dipimpin oleh Presiden Soekarno yang dikenal juga dengan kejadian konfrontasi Indonesia Malaysia


Soekarno pencetus ganyang Malaysia


Konfrontasi Indonesia Malaysia


Peristiwa konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia mulai terjadi pada tahun 1960-1966. Pengertian konfrontasi sendiri adalah terjadinya konflik diantara kedua belah pihak, jadi dalam hal ini Indonesia pernah berkonflik dengan Malaysia. 


Lalu, apakah benar Indonesia berperang dengan Malaysia? 


Jawabannya adalah, ya, benar peristiwa ini disebut oleh Presiden Soekarno sebagai ganyang Malaysia. Asal mula perang ini dimulai dengan Malaysia yang berniat untuk menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak dengan persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1960. Keputusan Malaysia tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno dan menyebut bahwa Malaysia adalah boneka 'Britania'. Memang pada saat itu Inggris ingin menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk membentuk Negara Malaysia.


Alasan Presiden Soekarno tidak menyetujui konsolidasi Malaysia tersebut adalah baginya ini akan menambah kontrol Inggris di wilayah Kalimantan dan akan mengancam kemerdekaan Indonesia. Walaupun letak Indonesia dan Malaysia berdekatan, namun Malaysia dan Indonesia merupakan negara berbeda


Bukan hanya Indonesia yang menentang keputusan penggabungan Malaysia ini, Filipina juga menolak dan mengklaim Sabah sebagai bagian dari sejarah negaranya yang berada di Kepulauan Sulu.


Pembentukan Malaysia


Sebenarnya Indonesia dan Filipina setuju terhadap pembentukan Malaysia jika mayoritas di daerah yang sering terjadi konflik tersebut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasikan oleh PBB. Namun yang membuat Soekarno murka adalah pada 16 September sebelum hasil dari referendum dilaporkan, pembentukan federasi Malaysia tersebut sudah terbentuk. 


Masyarakat Malaysia juga memandang masalah ini sebagai masalah dalam negeri tanpa campur tangan dari pihak luar, namun Soekarno menganggap hal itu sebagai perjanjian yang dilanggar yang merupakan bukti imperialisme Inggris. Presiden Soekarno bertambah murka saat terjadi demo anti-Indonesia secara besar-besaran di Malaysia pada tanggal 17 Desember 1963. 


Para demonstran Malaysia menyerbu gedung KBRI di Malaysia, merobek-robek foto Soekarno, dan memaksa PM Malaysia, Tuanku Abdul Rahman menginjak lambang Garuda yang merupakan lambang Negara Indonesia. Soekarno yang sangat mengutuk tindakan Tuanku Abdul Rahman ingin melakukan balas dendam dengan melakukan pergerakan yang disebut dengan ganyang Malaysia. Inilah awal mula konfrontasi Indonesia Malaysia terjadi. 


Kronologis ganyang Malaysia

Kronologis Ganyang Malaysia


Setelah aksi demo dan Presiden Soekarno menyatakan akan melakukan penyerangan yang disebut dengan ganyang Malaysia, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio juga mengumumkan bahwa Indonesia telah mengambil sikap bermusuhan dengan Malaysia. 


Pada 12 April mulai terbentuk pasukan sukarelawan Indonesia seperti pasukan militer tidak resmi yang mulai memasuki daerah Sabah dan Serawak untuk melakukan propaganda dan melaksanakan penyerangan. 


Pada tanggal 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu Diraja berhadapan dengan gerilyawan Indonesia. Bisa dibilang yang terlibat dalam penyerangan ini hanyalah Indonesia karena Presiden Soekarno yang saat itu menjabatlah yang memberikan komando untuk melakukan konfrontasi Indonesia Malaysia. 


Meskipun tidak turut dalam perang, Filipina memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Malaysia. Ketika federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963, Brunei menolak untuk bergabung begitu juga dengan Singapura. Kerusukan juga terjadi di kedua belah negara Indonesia dan Malaysia. 


Kedutaan Britania di Jakarta diserang dan dibakar oleh para demonstran Indonesia, begitu juga kedutaan dan rumah diplomatik Singapura berhasil direbut. Sementara di Malaysia, beberapa agen Indonesia ditangkap dan gedung kedutaan Indonesia di Malaysia juga diserang. 


Angkatan bersenjata Indonesia menyerang Malaysia


Lanjutan dari ganyang Malaysia, pada tahun 1964, penyerangan angkatan bersenjata Indonesia di Malaysia mulai meluas terutama di kawasan Semenanjung Malaya. 


Pada bulan Agustus 1964, 16 agen bersenjata di tangkap di Johor, Malaysia. Malaysia pun berusaha mengerahkan tentara laut Diraja untuk mempertahan Malaysia dari beberapa penyeludup angkatan bersenjata Indonesia. Sebagian besar yang terlibat dengan penyerangan melawan Indonesia adalah Inggris dan Australia. 


Penyerangan Indonesia tidak berhenti sampai di situ, pada tanggal 17 agustus pasukan terjun payung Indonesia mendarat di Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pasukan terjun payung Indonesia juga diterjunkan di Labis, Johor pada 2 September 1964 dan pada 29 Oktober, 52 tentara Indonesia mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka namun ditangkap oleh pasukan Rejimen Askar Melayu Diraja. 


Saat PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Soekarno kemudian menarik Indonesia dari organisasi PBB, sebagai alternatif Soekarno membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) pada 20 Januari 1965 .


Pasukan Australia yang berjaga

Untuk mengadakan pertandingan Olimpiade antar bangsa di Indonesia, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Acara olahraga internasional ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara dari Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, dan diliput oleh sekitar 500 wartawan asing. 


Pesta olahraga tersebut berjalan dengan lancar di tengah perseteruan antara Indonesia dan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dan Australia. Pada tahun 1965 Australia mengirimkan pasukan ke daerah Kalimantan atas permintaan dari Malaysia. 


Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Terdapat juga 14.000 pasukan Inggris dan persemakmuran Australia saat itu. Walaupun secara resmi pasukan Inggris dan Autralia tidak melakukan penyerangan di perbatasan Indonesia, namun pasukan Special Air Service ternyata melakukan penyelundupan rahasia yang kemudian diakui Australia pada tahun 1996. 


Akhir konfrontasi dengan perjanjian perdamaian


Akhir Konfrontasi


Pada akhir tahun 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsung kudeta di Indonesia. Setelah beberapa konflik yang terjadi di Indonesia seperti peristiwa Gerakan 30 September, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia berkurang sehingga perseteruan diantara kedua belah pihak mereda. 


Pada 28 Mei 1966 dalam konferensi Bangkok, Kerajaan Malaysia dan Pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Konfrontasi berakhir pada bulan juni 1966 dan penandatanganan perjanjian perdamaian dilakukan pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari setelahnya. 


Banyak yang menyayangkan kejadian konfrontasi Indonesia-Malaysia yang pernah terjadi. Selain menyebabkan korban jiwa yang cukup besar di antara kedua belah pihak, Indonesia juga saat itu diasingkan dari dunia internasional. Untungnya akhir dari perseteruan tersebut segera berakhir dan membuat kedua negara menjalin hubungan baik lagi. 


Hubungan yang baik antar negara juga bisa menguntungkan kedudukan Indonesia di depan negara lainnya yang bisa berguna untuk kemajuan pembangunan Indonesia sendiri. Semoga hubungan antara Indonesia dan Malaysia selalu berjalan dengan baik dan damai sehingga tidak terulang perseteruan yang pernah terjadi diantara keduanya. 


Walaupun terdapat perbedaan utama antara Indonesia dan Malaysia di antaranya adalah sistem politik Indonesia dan sistem pemerintahan Indonesia yang berbeda dengan Malaysia. Namun di balik perbedaan tersebut, perbatasan antara Malaysia dan Indonesia sangatlah dekat belum lagi keduanya adalah keturunan melayu yang memang harus terjaga rasa persaudaraan dan kerukunannya. 

Terjawab lebih dari 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang