Kenapa anda tidak seharusnya mulai menulis dengan membuat cerpen lucu?

Dilihat 991 • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

"Kamu tahu, saya pernah memiliki pasien yang menyadari bahwa dia akan segera menjadi buta. Dan karea dia hanya memiliki waktu satu bulan sebelum kehilangan penglihatannya, dia memutuskan untuk pergi keliling dunia, melihat segala yang bisa dia lihat. Dia pergi ke seluruh tempat yang terkenal, seperti Taj Mahal, dan Menara Eiffel. Tapi dia juga menghabiskan waktu mengamati lalat yang terbang di atas tempat sampah dan hujan serta badai".

Pada akhir bulan, dia mengetahui bahwa diagnosa tersebut salah. Matanya baik - baik saja. Namun setiap kali dia berbicara dengan saya, dia mengatakan betapa bersyukurnya dia dengan pengalaman yang dia rasakan; bagaimana hal tersebut membuat dia benar - benar melihat untuk pertama kalinya.

"Tuan Miller, hasil tes anda sudah keluar dan ternyata anda tidak terkena kanker. Walaupun begitu, saya harap anda menjalani hidup anda dengan maksimal". Saya adalah seorang penulis, dan sutradara teater, dan saya membuat tebakan yang cerdas untuk pendekatan terbaik. Hal tersebut tentunya akan diwarnai dengan opini pribadi saya.

Ketika saya memberi buku mengenai algojo Victoria, saya menyukai cerpen lucu; ketika saya membeli buku mengenai diet; saya tidak menyukainya. Saya ingin berbicara langsung menganai aturan diet, yang mana jika langsung dicetak, biasanya akan mengisi setengah halaman buku. Saya sangat suka belajar mengenai ilmu diet dan saya suka dengan tips - tips mengenai hal tersebut. Tapi saya tidak menyukai cerita sukses:"Barbara Anderson memiliki berat 180 kg sampai...".

Beberapa orang menyukai cerita - cerita tersebut, saya dengan cerita tersebut meningkatkan penjualan. Saya ingin merobeknya dari buku jika saya bisa dan hal itulah yang membuat saya berpikir di luar diri saya dan lebih menfokuskan ke para pembaca dan apa yang saya tahu mengenai mereka. Kadang jawabannya sangat jelas. Jika saya menulis buku mengenai "Bagaimana Cara Memasang Rak Buku Ikea", saya rasa tidak akan ada yang ingin mendengar mengani perjalanan saya ke Swedia. Jika saya menulis buku mengenai perjalanan saya ke Swedia, saya tidak akan membahas mengenai rak buku Ikea.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang