Kenapa anemia sel sabit banyak terjadi di Afrika?

Dilihat 308 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Anemia sel sabit adalah penyakit turunan . Penyakit ini mempengaruhi bentuk sel darah merah pada darah yang biasanya berbentuk seperti kapsul , menjadi bentuk seperti sabit .

Ada dua Gen yang mengakibatkan mutasi sel sabit (satu di turunkan dari ibu , satu di turunkan dari ayah) . Jika seorang anak lahir dari kedua orang tua yang memiliki gen ini , maka anak itu akan dikategorikan sebagai Homozygous dan akan menunjukan gejala gejala sel sabit yang terlihat . Tapi apabila hanya salah satu orang tua yang mempunyai gen sel sabit , maka anak tersebut hanya akan menjukan gejala yang relatif kecil dan tidak nampak


Penyakit malaria itu di tularkan lewat nyamuk . Nah , nyamuk ini akan pasti menghisap darah dari manusia . Darah normal , memiliki sel darah merah yang hidup relatif lama , sekotar 100 hari sebelum di buang oleh tubuh kita . Tapi Sel sabit hanya memiliki jangka hidup sekitar 15 hari karena bentuknya yang aneh . Jadi jika ada nyamuk malaria yang menghisap darah ini , maka mereka juga tidak akan bertahan lama .


Jadi , Orang yang tidak tinggal di wiliyah dimana malaria tidak berbahaya , darah sel sabit tidak begitu berguna

Tapi di area seperti afrika di mana penyakit malaria itu sangar endemik . Maka orang yang memiliki sel sabit itu memiliki proteksi dari nyamuk malaria. Yang akhirnya mengakibatkan keselamatan mereka dan dapat bereproduksi dan memperbanyak gen sel sabit ini .


Orang yang tidak memiliki sel sabit ini biasanya lebih cepat meninggal karena malaria di banding kondisi sel sabit nya . Yang akhirnya makin lama semakin sedikit orang yang memiliki gen sel sabit ini

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang