Kenapa banyak yang percaya bahwa deodoran itu salah satu penyebab kanker payudara?

Dilihat 1,24 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Orang-orang kini kewalahan dengan mis-informasi yang sangat banyak dan tidak mungkin bisa menyaring yang baik dari yang jahat, yang benar dari yang salah. Sebagian hal ini dikarenakan kegagalan sistem sekolah untuk mengajarkan orang untuk lebih rasional, berpikir logika melalui proses dan cara ilmiah. Sama seperti penjual minyak ular di abad ke-19, orang-orang seperti "Dr. Oz" dan "Dr, Merkola" menjualkan dagangan mereka dengan janji-janji palsu, taktik menakut-nakuti, dan sensasi untuk mendapatkan keuntungan. Orang-orang mudah tertipu karena alasan yang kudeskripsikan tadi.

Payudara kebetulan dekat dengan ketiak, dan itu membuat asumsi mudah kalau menaruh sesuatu ke salah satunya artinya akan memberi efek ke yang satunya lagi. Hal ini, tentu saja, anggap kamu tidak punya pendidikan tentang apa itu "kanker" sebenarnya, apa yang menyebabkannya, dan apa yang ada didalam produk deodoran. Menambahkan hal ini memberi efek pada sosial media, dimana orang-orang narsis yang idiot dan merasa penting menyebarluaskan "pengetahuan medis" mereka sendiri dan menggunakan kemampuan baru ini untuk menyebarkan omong kosong, dan kamu memiliki situasi yang pas pada  saat itu. Kalau kamu lebih mempercayai postingan e-mail, Tweet, atau Facebook yang dibagikan oleh temanmu daripada dokter, yep...kamu orang bodoh.

Namun, masih ada harapan untukmu. Kamu bisa belajar bagaimana membedakan fakta dari fiksi, kamu bisa belajar tentang bagaimana hasil efek bias, bagaimaa untuk berpikir secara logika, dan bagaimana untuk mengerti sumber yang bagus dari yang buruk.


Disclaimer:
Aku bukanlah doktermu. Informasi ini hanya untuk nilai hiburan. Kalau kamu punya masalah medis yang asli, kamu harus kunjungi dokter secepatnya. Semua orang perlu dokter keluarga sendiri untuk merawat kesehatan dan kebutuhan medis untuk melewati hidup. Kalau kamu menduga ada kanker, atau menduga ada agen yang menyebabkan kanker, kamu harus mengunjungi doktermu.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang