Kenapa BI mengatakan 3000 milyar hutang Indonesia dikatakan normal?

Dilihat 219 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Hutang pemerintahan itu tidak begitu buruk
Bukan soal nilai nominal yang bermasalah, tapi persennya. Sebagai tambahan, satu poin yang komentator biasa sering lewati adalah hutangnya itu tidak begitu buruk, terutama kalau pinjamannya bisa dibenarkan dengan pengembalian uang yang melebihi hutang.

Uang sekarang lebih baik dari uang dimasa depan
Contohnya, hampir tidak ada otak untuk mengambil yang bebas bunga, tidak ada ikatan yang ada pada pinjaman (kalau ada hal seperti itu). Pemerintahan bisa membangun, contohnya membangun pembangkit listrik sekarang daripada menunggu (misalnya) 10 tahun untuk uangnya. Artinya, 10 tahun orang lebih memakai listrik ketimbang sekarang. Bisa juga digunakan untuk bisnis pembangkit listrik, perusahaan, dll. yang akan memberikan lapangan pekerjaan, meningkatkan kekayaan, dll.
Bahkan walaupun pinjamannya tidak bebas biaya, pinjaman tersebut sering diterima, tergantung dari analiis keuntungan biaya.
Contohnya, hasil imbal pemerintahan 1 tahun in iitu sekitar 7% per tahun [Indonesia 1-Tahun | Hasil Imbal Indonesia 1-Tahun], sedangkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia) melompat ~15% dalam 5 bulan pertama pada tahun 2014 itu sendiri. [Kutipan JCI - Indeks Harga Saham Gabungan Jakarta] Secara teori seseorang bisa menggunakan pinjaman untuk menginvestasi stok pasar, dan memiliki cukup uang untuk mengembalikan pinjaman ditambah bunganya, dan berakhir dengan uang yang lebih banyak. Tentu saja, pemerintahan itu bukanlah institut penginvestasi keuangan, jadi, bentuk investasinya akan berbeda. Dalam contoh pembangkit listrik diatas, pekerjaan dan kekayaan tambahan akan menghasilkan lebih banyak pendapatan dalam bentuk pajak dan biaya listrik. Bahkan walau pinjamanya tidak gratis, kalau dikembalikan dari pendapatan yang melebihi biaya ini, secara matematis, Indonesia mendapatkan keuntungan dari pinjaman ini.

Beberapa contoh lain, yang menyatakan memiliki uang sekarang itu lebih baik daripada menunggu 10 tahun [Infografis yang bagus mengenai pengeluaran pemerintahan Indonesia]

  • Pendidikan: sekolah, universitas, perpustakaan
  • Infrastruktur: jalanan, kereta, sistem transportasi umum, irigasi
  • Perumahan
  • Peningkatan pelayanan publik: penegakkan hukum, perawatan kesehatan, dll.

Investasi ini membuahkan hasil untuk jangka waktu yang panjang, dalam suatu cara atau yang lain. Inilah salah satu alasan kenapa hutang pemerintahan itu tidak seburuk yang orang-orang pikirkan. Ilustrasi lainnya, daftar negara-negara dengan rasio hutang GDP tinggi termasuk negara dengan banyak kekayaan (dan juga yang tidak kaya), seperti Jepang, Singapura, Jerman dan Amerika Serikat. [Hutang pemerintahan#Per negara di Wikipedia]

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang