Kenapa golongan darah O bisa mendonorkan darahnya ke semua golongan darah?

Dilihat 20,4 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Setiap manusia dan hewan yang hidup di muka bumi ini memiliki darah yang mengalir di dalam tubuh mereka. Darah memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan kita. Darah adalah cairan yang ada di dalam tubuh setiap manusia dan hewan yang berfungsi mengantar zat-zat serta oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil dari metabolisme, juga berfungsi sebagai sebagai pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri.


Dalam tubuh manusia sendiri terdapat 4 tipe golongan darah, yaitu A, B, O,  dan AB. Sering juga kita mendengan bahwa ada kelebihan golongan darah O yang membuatnya spesial dan berbeda dari ketiga jenis golongan darah lainnya. Golongan darah merupakan suatu ilmu pengklasifikasian darah dari suatu jenis atau kelompok berdasarkan ada atau tidaknya pewarisan zat antigen pada permukaan sel membran darah merah. 


Setiap golongan darah ini pun memiliki karakteristik golongan darah yang berbeda tiap jenisnya. Seorang peneliti dari Jepang sebelumnya pernah melakukan penelitian lebih dalam tentang karakteristik golongan darah. Dan memang benar bahwa tiap golongan darah memiliki karakteristik golongan darah yang juga mempengaruhi sifat dan kepribadian tiap individu.


galena karakteristik golongan darah


Selain karena golongan darah tiap individu itu tidaklah sama, rhesus (positif dan negatif) pun bisa menjadi aspek pembeda antar golongan darah. Penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal ini karena sangat berpengaruh terhadap penggunaan darah dalam dunia medis. Penjelasan di bawah ini akan membantu anda mengetahui sedikit tentang golongan darah dan bagaimana karakteristik golongan darah tersebut.


Karakteristik Golongan Darah


Seperti yang kita dengar dan ketahui, golongan darah diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu, A, B, dan O karena klasifikasi ini. Dengan perbedaan keempat golongan darah, hal ini menandakan bahwa golongan darah yang dimiliki tiap orang berbeda. 


Golongan darah kita ini pun ditentukan dari ada tidaknya zat  antigen pada sel darah merah. Antigen sendiri memiliki fungsi sebagai tanda pengenal sel dalam tubuh kita. Jadi antigen bisa mendeteksi sel mana yang memang berasal dari dalam tubuh dan sel mana yang berasal dari luar tubuh kita.


galena tipe golongan darah

Untuk sistem pengelompokan golongan darah pada umumnya ada dua sistem yang digunakan, yaitu sistem ABO dan sistem rhesus (Rh). Dengan sistem ABO, kita dapat mengetahui tipe golongan darah kita A, B, O, atau AB. Sedangkan sistem rhesus adalah penggolongan darah dalam positif atau negatif setelah kita mengetahui golongan darah kita. Kedua sistem ini dapat sangat membantu jika kita ingin melakukan transfusi darah.

Namun perlu diperhatikan bahwa tidak setiap golongan darah bisa menerima transfusi darah dari golongan darah lainnya. Karena antigen pada sel darah merah tiap golongan darah berbeda, jadi kita tidak bisa sembarangan menerima transfusi darah dari tipe golongan darah lainnya. 


Sebelum kita menerima darah dari orang lain, ada serangkaian tes yang perlu dilakukan untuk mengetahui apakah darah dari orang yang mendonorkan darahnya sesuai dengan golongan darah kita, baik tipe maupun rhesusnya. Untuk itulah perlu untuk mengetahui terlebih dahulu kecocokan golongan darah antara satu dengan yang lainnya. 


Cara untuk mengetahui kecocokan golongan darah bisa diketahui dari melihat kecocokan sel darah merah dan keocokan plasma darah. Dari kecocokan sel darah merah, kita bisa mengetahui bagaimana tiap karakteristik golongan darah ABO dan kecocokannya dengan golongan darah lainnya. 


Berikut penjelasannya:

  • Orang dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A pada membran selnya serta menghasilkan antigen B dalam serum darahnya. Karena itulah orang dengan golongan darah A- hanya bisa menerima donor dari orang dengan bergolongan darah A- dan O-.
  • Orang dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antigen B dalam serum darahnya, hal ini menyebabkan orang dengan golongan darah B hanya dapat menerima darah dari orang bergolongan darah B- atau O-.
  • Orang dengan golongan darah AB dapat menerima darah dari jenis golongan darah ABO, karena memiliki antigen sel darah merah A dan B namun tidak menghasilkan antigen A ataupun B.
  • Sedangkan untuk orang golongan darah O adalah satu-satunya golongan darah yang memiliki sel darah tanpa antigen. Hal ini merupakan kelebihan golongan darah O karena mereka bisa mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO. Berbeda dengan golongan darah AB, golongan darah O memproduksi antibodi antigen A dan B. Walaupun golongan darah O ini disebut sebagai donor universal, tipe golongan darah ini tidak bisa menerima donor darah dari tipe golongan darah lainnya selain golongan darah O itu sendiri.

galena golongan darah

Saat melakukan transfusi darah, kita hanya menggunakan RBC dari pendonor. Darah ini mengandung antibodi yang berbeda untuk setiap golongan darah. Bukannya O bisa mendonorkan darahnya kepada semua golongan darah. Seperti yang telah disebutkan di atas, kelebihan golongan darah O adalah tidak memiliki antigen A dan B, jadi darah ini tidak akan menggumpal jika bertemu dengan golongan A atau B. 


Nah, apabila kita mentranfusi darah A atau B ke O, ini akan mengakibatkan penggumpalan darah. Walaupun darah O tidak menyebabkan penggumpalan. Namun hal ini juga masih menjadi perdebatan karena tidak setiap golongan darah O bisa didonorkan kepada golongan darah lainnya. 


Ada beberapa kasus ditemukan terjadinya penggumpalan saat golongan darah O didonorkan kepada orang lain dengan golongan darah ABO, yang berarti ada ketidakocokan antara darah resepien dengan pendonor. Karena itulah para ahli medis selalu menganjurkan untuk melakukan transfusi darah dengan golongan darah dan rhesus yang sama untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 


Walaupun jarang sekali ada ketidakcocokan antara golongan darah dan rhesus, namun bisa membahayakan nyawa jika terjadi reaksi yang serius. Meski dengan golongan darah dan rhesus yang sama, sejumlah uji coba dan crosscheck masih harus dilakukan sebelum darah tersebut diberikan. Namun terkadang ada pengecualian jika keadaannya benar-benar terdesak.


galena kantong transfusi darah

Sedangkan dari golongan darah A atau B tidak dapat menemukan serum yang cocok dengan antigennya, sehingga dapat menyebabkan terjadinya Hemolitic akut. Karena anitbodi darah ini tidak di miliki oleh manusia secara alami. Maka jika memang benar-benar menggunakan A, B, dan O, tapi sekarang digunakan teknis sampel. Yaitu kita mengambil darah dari penerima dan mencampurnya dengan pendonor. Jika tidak terjadi penggumpalan, maka darah tersebut siap di gunakan untuk transfusi. 


Golongan darah ABO hanya berfungsi untuk memperkecil pencaharian, kita harus membuat antibodi untuk orang yang akan menerima donor darah yang berbeda jenisnya, sehingga tubuh penerima tidak akan menolak darah yang akan di berikan.


Golongan darah O merupakan satu-satunya golongan darah yang bersifat donor universal, yaitu golongan darah yang bisa mendonorkan darahnya kepada golongan darah ABO. Berbeda dengan golongan darah AB yang bersifat resepien universal yang berarti dapat menerima donor darah dari golongan darah ABO. 


Mesikipun begitu, anggapan ini tidak sepenuhnya benar seperti yang telah dijelaskan di atas. Akan lebih baik jika kita memastikan lagi bahwa kita menerima donor darah yang sama dengan golongan darah kita untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan nantinya.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang