Kenapa Indonesia ada banyak pulaunya?

Dilihat 428 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), biasanya disebut Indonesia, adalah sebuah negara yang berada di antara benua Asia dan Australia dan dilintasi oleh garis khatulistiwa. Jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 13.466 pulau, membuat negara di Asia Tenggara ini menjadi salah satu negara kepulauan atau maritim dan disebut juga sebagai Nusantara. Dengan populasi lebih dari 263.846.946 jiwa pada tahun 2016, Indonesia adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dan juga negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 220 juta jiwa, meski bukan merupakan sebuah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Pulau-pulau di Indonesia dipisahkan oleh bentangan perairan yang luas, selain itu karena diapit oleh dua samudra besar, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, varietas fauna air di Indonesia sangat beragam.


Di bawah ini saya akan mengulas mengenai bumi nusantara tercinta kita, Indonesia.


Serba-Serbi Nusantara


Asal muasal nama Indonesia datang dari berbagai rangkaian peristiwa sejarah dan puncaknya terjadi pada abad sembilan belas. Catatan sejarah masa lalu menyebut kepulauan di antara Indocina dan Australia dengan nama yang berbeda-beda, sementara bangsa Tionghoa menyebut wilayah ini sebagai Nan-hai ("Kepulauan Laut Selatan"). Sementara catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara ("Kepulauan Tanah Seberang"), nama yang berasal dari bahasa Sanskerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa ("Pulau Emas", diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.  Bangsa Arab menyebut kawasan kepulauan itu sebagai Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa).




Sedangkan bangsa-bangsa Eropa, yang pertama kali datang, beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Menurut mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia. Wilayah Asia Selatan disebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang", sementara kepulauan ini mendapat nama Kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda). Pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah taklukannya di kepulauan ini. Edward Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu "Insulinde", yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (dalam bahasa Latin "insula" berarti pulau). Nama "Insulinde" ini selanjutnya kurang populer, walau pernah menjadi nama surat kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20. Setelah beberapa saat, akhirnya muncul nama 'Indonesia' yang berasal dari kata "Hindia" (India) dan nesos yang dalam Bahasa Yunani berarti pulau. Indonesia memiliki arti yang kurang lebih sama dengan nama-nama sebelumnya, yakni Kepulauan Hindia, dan akhirnya menjadi nama resmi negara kita ini. Karena jumlah pulau di Indonesia yang banyak itulah negara ini disebut sebagai negara kepulauan atau negara maritim.


Sementara itu, Nusantara merupakan sebutan lain yang digunakan untuk menyebut wilayah kepulauan yang terbentang dari Sumatera sampai Papua, yang mayoritas merupakan wilayah negara Indonesia kini. Kata ini tercatat pertama kali dalam karya sastra berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk mendeskripsikan konsep kenegaraan yang dianut oleh kerajaan Majapahit. Setelah sempat terlupakan, pada awal abad ke-20 istilah ini dipopulerkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama lain untuk negara merdeka pelanjut Hindia Belanda yang belum terwujud. Walaupun penggunaan nama "Indonesia" disetujui, kata Nusantara tetap dipakai sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia. Pengertian ini sampai sekarang dipakai di Indonesia. Akibat perkembangan politik selanjutnya, istilah ini kemudian dipakai juga untuk menggambarkan kesatuan geografi-antropologi kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia, termasuk Semenanjung Malaya, namun biasanya tidak mencakup Filipina. Dalam pengertian terakhir ini, Nusantara merupakan padanan bagi Kepulauan Melayu (Malay Archipelago), satu sebutan yang populer pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, terutama dalam literatur berbahasa Inggris.




Diapit oleh dua benua dan dua samudra, pulau-pulau di Indonesia memiliki ragam flora dan fauna yang bermacam-macam. Tak hanya itu, dengan wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, NKRI terdiri dari berbagai suku, ras, bahasa, dan juga agama. Hal ini yang membentuk semboyan negara kita "Bhinneka tunggal ika" yang bermakna meski berbeda-beda, namun tetap satu juga. Karena walau terdiri atas beraneka ragam suku bangsa, pada akhirnya kita semua adalah satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik dan luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 kilo meter persegi dan luas perairannya 3.257.483 kilo meter persegi. Jumlah pulau di Indonesia ada sebanyak 13.466 pulau dan sekitar enam ribu pulau di antaranya merupakan pulau tak berpenghuni. Pulau Jawa merupakan pulau dengan populasi terpadat di Indonesia di mana hampir setengah warga Indonesia bermukim di pulau ini terlepas dari fakta bahwa Jawa merupakan pulau terkecil dari lima pulau terbesar di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena pusat industri berada di Jawa dan ibu kota Indonesia, Jakarta, berada di Jawa Barat. Karena persebaran penduduk yang tidak rata ini, pemerintah perlu sekali melakukan pemerataan populasi. Terlebih dengan banyaknya urbanisasi, perpindahan penduduk dari desa ke kota, pulau Jawa menjadi semakin padat. Jika Jawa merupakan pusat kemajuan industri, pulau lainnya merupakan tempat untuk mencari bahan mentah dan sumber daya alam. Sumber daya alam Indonesia berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 kilo meter persegi.




Sehubungan dengan pertanyaan Anda, mengenai lempengan tektonik, Indonesia terletak di antara empat lempeng tektonik (Ausralia, Eurasia, Filipina, dan Pasifik) dan semua lepengan tektonik tersebut memiliki gerakan yang aktif. Sebagai seorang anak yang tertarik depan peta, saya tertarik dengan bentuk dari Celebes, tidak jauh dari pusat Indonesia. Bentuknya itu cukup aneh! Ya, tidak ada yang bisa memberitahu saya kenapa bentuk lempengannya bisa seperti itu, tapi itu karena guru saya belum tahu tentang lempengan tektonik. Coba Anda cari Celebes, dan Anda akan melihat kalau bentuknya berbelit dan menunjuk ke beberapa arah yang berbeda. Jadi, Indonesia adalah sarang aktivitas tektonik. Kalau semua lempengannya itu kontinental, mereka mungkin membuat beberapa daratan besar dengan gunung tertinggi didunia. Tapi per bagian karena lempengan Pasifik adalah lempengan lautan, yang tertinggal adalah beberapa pulau yang sangat, sangat besar (pulau terbesar diluar Greenland) dan juga pulau-pulau yang lebih kecil. Daratan-daratan terpisahkan oleh lempengan laut di wilayah ini karena itu lah Indonesia memiliki banyak pulau. Semoga bermanfaat!

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang