Kenapa Indonesia lebih damai dari negara lain yang didominasi oleh orang muslim?

Dilihat 4,56 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jika kita mengingat Bosnia dan Suriah, maka memang yang kita ingat adalah pembantaian umat Islam, perang, dan korban jiwa. Sebagai negara dengan banyak penduduk muslim, tidak salah jika banyak orang beranggapan bahwa Indonesia negara muslim paling damai di dunia. Dan sebenarnya anggapan ini juga kurang tepat, karena pada dasarnya Indonesia adalah negara hukum.


Sebagai negara dengan begitu beragam budaya dan agama, bagaimana Indonesia bisa menjaga kedamaiannya?

Jika kita berpikir mengenai Islam, maka ya... Memang harusnya damai, karena itu adalah ajaran Islam. Tidak ada agama yang mengajarkan keburukan, kan?


Sebenarnya sekarang sudah banyak serangan dari kelompok yang menyatakan diri sebagai pembela Islam, meskipun kelakuannya tidak menggambarkan ciri seorang muslim. Banyak orang yang terpikat dengan mereka, namun banyak juga yang menolak.


Pemerintah dapat menahan gertakan-gertakan mereka, namun apa yang terjadi Pak Ahok beberapa tahun silam adalah bukti bahwa Indonesia tidak lagi dapat disebut sebagai negara paling damai. Meskipun semua orang seharusnya tahu, ada politik yang menunggangi kelompok-kelompok Islam tersebut.


Indonesia negara damai, hal ini masih tetap berlaku karena bila dibandingkan dengan Palestina atau Suriah, percikan di Indonesia masih tidak ada apa-apanya.


Nah, apakah yang menyebabkan Indonesia masih mampu bertahan menjaga kedamaian di tengah banyaknya gesekan antar umat beragam saat ini? Berikut ini analisis saya.



Indonesia, Negara Mayoritas Muslim yang Damai



Kunci di balik kedamaian kita, menurut saya, adalah justru kenyataan bahwa Indonesia bukan negara Islam. Kita adalah negara dengan penduduk muslim yang sangat banyak bahkan salah satu yang terbesar di dunia, namun pemerintahan kita berdasarkan pada hukum undang-undang 1945.


Harap dipahami: negara Islam dengan negara berpenduduk mayoritas Islam itu berbeda.


Para pahlawan bangsa telah menyadari bahwa jika kita menjadi negara yang berlandaskan agama, banyak gesekan akan terjadi karena Indonesia sangat luas, budaya dan masyarakat juga amat sangat beragam.


Jika kamu perhatikan, negara dengan populasi mayoritas muslim yang damai (bahkan lebih damai dan maju) sebenarnya ada beberapa, namun bukan negara kepulauan dan lebih kecil daripada Indonesia sehingga budaya masyarakatnya juga tidak terlalu beragam. Sebut saja, Brunei Darussalam, Malaysia, Turki, dan Mesir. Bahkan Turki menganut paham sekulerisme.


Indonesia negara damai, karena kita memiliki slogan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti: Walaupun Berbeda-beda Tetap Satu Jua. Dari slogan negara kita ini, telah terpatri dalam diri kita bahwa toleransi antar umat harus terjaga dan perbedaan harus diterima.


Selain itu, kita juga memiliki Pancasila. Apakah kamu ingat bahwa dulu sila pertama hampir dirumuskan seolah-olah Indonesia adalah negara Islam? Rumusan ini ditolak oleh Bung Karno karena beliau beranggapan bahwa hal ini akan menimbulkan masalah di masa mendatang. Rakyat Indonesia terlalu beragam dan plural, tidak bisa disamaratakan atau dipaksa menjadi sama.


Di bawah ini, ada beberapa kemungkinan yang juga menjadikan Indonesia negara damai walaupun didominasi masyarakat muslim, seperti:


  • Indonesia didominasi oleh orang Jawa

Sebagai suku yang paling besar di Indonesia, mau tidak mau orang Jawa tentu membawa pengaruh besar terhadap keadaan Indonesia. Pada umumnya, orang Jawa memiliki kecenderungan untuk berasimilasi dan secara tidak sadar menyerap/bersinkronisasi dengan sebuah budaya baru.


Bukti ini dapat dilihat dari perbedaan agama Hindu di Bali dengan agama Hindu di India. Selain itu juga dapat dilihat dari Islam yang di Arab dengan Islam Kejawen. Tidak perlu saling menyalah-nyalahkan, dosa atau tidaknya itu adalah urusan Tuhan.


  • Indonesia sebagai kelanjutan Kerajaan Majapahit

Indonesia lebih dilihat sebagai kelanjutan dari kekuasaan Kerajaan Majapahit, bukan kerajaan Sriwijaya. Maka dari itu, banyak ideologi Majapahit yang diadopsi dan diimplemetasikan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari bendera Indonesia, semboyan Bhineka Tunggal Ika, dan lambang negara kita.


Bendera Indonesia memilki keterkaitan dengan lambang Majapahit. Semboyan Bhineka Tunggal Ika berakar pada Majapahit, karena pada masanya ada dua agama di bawah kekuasaan mereka, yaitu Hindu dan Buddha. Lambang negara kita Garuda juga berasal dari agama Hindu, dan digunakan juga oleh Thailand dengan gaya seni dan makna yang tentu saja berbeda.


  • Islam di Indonesia tidak dibawa oleh Arab

Berbagai sumber mengatakan bahwa Islam di Indonesia dibawa oleh para pedagang dari Cina. Beberapa sumber yang lain menyebutkan bahwa Islam juga dibawa oleh para pedagang dari Gujarat (India), Yaman, dan Persia (Iran).


Dengan beragamnya suku bangsa dan budaya yang mengenalkan Islam ke Indonesia, akhirnya semua berasimilasi dan menciptakan sebuah budaya baru, namun dengan pedoman yang sama. Keributan (sepertinya) tidak terjadi karena semua telah berbaur menjadi sebuah tradisi lokal dan dilakukan oleh hampir semua golongan masyarakat dengan bimbingan para ulama dan wali.


  • Tidak ada krisis di Indonesia

Terkadang, ricuh dan kacau balaunya sebuah negara Islam bukan dikarenakan oleh agamanya, namun oleh keadaan negara tersebut. Misalnya seperti ekonomi atau pemerintahan yang diktator. Di Indonesia, faktor-faktor tersebut tidak ada.


Walau masih banyak rakyat miskin (di Brunei sekalipun ada!), namun harga barang masih terjangkau, kepemimpinan berjalan baik, tidak terjadi kekeringan parah, tidak ada kekurangan pangan, tidak ada kriminalitas yang merajalela. Maka, tidak ada alasan untuk melakukan sebuah pemberontakan.



Indonesia yang Sebenarnya Tidak Terlalu Damai



Kalau kamu banyak mengikuti berita yang valid dan tidak hoax, pasti kamu mengetahui bahwa banyak sekali perpecahan yang terjadi antar umat beragama. Lebih cenderung ke: penganut Islam radikal VS semua agama di Indonesia.


Bagaimana bisa gereja tidak mendapatkan izin untuk beribadah, kuil dibakar, orang-orang non-muslim dianaktirikan dan dijahati. Mengapa?

Semua karena pencucian otak oleh kaum radikalis. 

Kalau kamu tidak setuju, kenapa?


Walaupun Indonesia negara muslim paling damai, pada prakteknya tidak benar-benar demikian. Berikut ini ulasan singkatnya:


  • Penyebaran Islam tidak benar-benar tanpa pertumpahan darah

Begitu Majapahit jatuh, Demak menyatakan kemerdekaannya, menyerang Pajajaran, dan menguasai sang kerajaan Hindu-Buddha terakhir di Indonesia. Tidak ada perang tanpa kerugian dan korban jiwa, dan saya yakin hal ini tidak terdokumentasikan.


  • Islam Ortodoks

Banyak interpretasi Islam Ortodoks asal Gujarat dan Yaman yang ditemukan di dearah pesisir Barat Sumatera seperti Padang dan Aceh. Masuknya Islam Ortodoks ini bukannya tanpa pertumpahan darah. Titik balik peperangan yang paling terkenal adalah Perang Padri yang terjadi pada 1803-1821 di Minangkabau yang berakibat pada meluasnya ajaran Islam ortodoks.


  • Darul Islam dan Negara Islam Indonesia 

Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia, sekelompok umat muslim di Indonesia melakukan pemberontakan sebagai Darul Islam (DI) dan Negara Islam Indonesia (NII) pada tahun 1942-1962.


Apakah kamu tahu bahwa konflik negara Islam inilah yang menjadi sumber peperangan tak berkesudahan di Timur Tengah?


Pemberontakan terus meningkat, tapi dapat ditangani dengan cepat di Jawa Tengah (1954-1957) dan Kalimantan Selatan (-1959). Namun, Jawa Barat (1949-1962), Sulawesi Selatan (1949-1965), dan Aceh (1953-1962) adalah pusat dari pemberontakan-pemberontakan tersebut. Bahkan terjadi lagi di Aceh pada tahun 1976 hingga tahun 2005.


Juga termasuk terorisme dari kelompok radikal yang menyerang Surabaya beberapa waktu yang lalu, tidak bisa dibilang 'sangat damai'.


-


Itulah beberapa contoh yang bisa saya paparkan, Tentu masih ada banyak alasan mengapa Indonesia negara damai, untuk memahaminya tentu kamu berpikir dengan jernih dan tidak menerima berita hoax begitu saja. Betul tidak?

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang