Kenapa Indonesia sering diabaikan media barat?

Dilihat 1,24 rb • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Berbagai negara di dunia memiliki kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya dari berbagai aspek yang berhubungan dengan negaranya. Begitu juga dengan Indonesia, walaupun termasuk salah satu negara yang berkembang namun negara Indonesia adalah satu negara yang patut diperhitungkan apalagi bila disandingkan dalam cakupan negara di Asia Tenggara. Tentu saja negara kita tercinta ini memiliki peluang besar dari berbagai keunggulan yang kita miliki seperti ketersediaan sumber daya alam, budaya yang beranekaragam, dan juga potensi ekonomi Indonesia yang sudah menunjukkan peningkatan. Tetapi sayangnya kepopuleran Indonesia seakan selalu diabaikan oleh media barat. Beberapa media barat malah lebih tertarik untuk membuat berita tentang Singapura, Filipina, dan Thailand. Mengapa hal ini bisa teradi? 


Eksistensi Negara Indonesia Di Mata Dunia


Negara Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kepulauan terbesar di dunia yang letaknya sangat strategis yaitu berada di garis khatulistiwa dan diapit oleh dua benua yaitu benua Asia dan Australia. Eksistensi Indonesia dimulai saat Indonesia mampu mengadakan sebuah konferesi Internasional yaitu Konferensi Asia Afrika yang diadakan pada 24 April 1955 setalah Indonesia merdeka. Indonesia juga mulai bergabung dengan berbagai organisasi dunia salah satunya adalah organisasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada tanggal 28 September 1950. Hal ini membuka peluang Indonesia dikenal oleh bangsa lainnya dan dianggap sebagai salah satu di Asia Tenggara yang selalu ikut berperan dalam kegiatan organisasi dunia. United Nations Convention on the Law of the Sea UNCLUS telah memberikan pengakuan bahwa Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia, hal ini disebabkan karena pelayaran laut Indonesia yang mencapai 93.000 kilometer persegi. Ini menujukkan bahwa Indonesia memiliki sumber kekayaan laut yang luas karena seluruh kawas








Ini pertanyaan bagus. Kamu pikir sebuah negara Muslim besar dengan pertumbuhan ekonomi yag terletak di tengah area dinamis akan diperhatikan wartawan media barat. Tapi bukan. Ini alasannya:

1. Kondisi Indonesia tidak cocok dengan narasi yang dipromosikan mereka. Bukan negara dengan sejarah yang menarik yang bisa mengancam dominasi AS, atau yang mengancam kedaulatan dunia barat ataua musuh lama atau juga negara konflik. Kondisinya stabil, negara demokrasi dengan pertumbuhan ekonomi dan militer yang kecil. Mereka tak suka main pedang dan tidak pro atau anti barat.

2. Punya ekonomi besar, tapi tak banyak berbisnis dengan dunia barat. Indonesia memiliki populasi terbesar keempat, tapi berada di peringkat ke 27 kongsi dagang AS, dibelakang Swis, Malaysia, Irak, Singapura. Jadi tak banyak menarik minat.

3. Sulit mendapat liputan yang bagus disini: orang Indonesia tak bicara bahasa Inggris, dan sedikit orang barat belajar Bahasa Indonesia. Indonesia terdiri dari 18.000 pulau, yang beberapa hanya bisa dicapai dengan kapal. Terdiri dari bermacam-macam bahasa, etnis, dan suku yang tertutup. Tak banyak penerbangan langsung di Jakarta dari dunia barat. Mending ke India untuk dapat berita bagus.  

4. Tak banyak orang Indonesia merantau di barat, jadi tak banyak yang tahu. Ada beberapa komunitas besar di Belanda, diluar itu, tak banyak orang Indonesia di Eropa atau Amerika Utara. Sensus AS tahun 1990 mencatat ada 30.000 Indonesia-Amerika. Sebagai perbandingan, ada 57 kali lipat orang Korea-Amerika. Imigrasi Indonesia ke AS sedikit. Tak ada "Little Indonesia" di AS; bahkan restoran Indonesiapun sedikit. Sangat jarang remaja barat tahu Indonesia dan budayanya; pun mereka tak tertarik membaca tentang Indonesia.

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang