Kenapa kita merasa pusing dan pening setelah bernapas dengan berat dan cepat?

Dilihat 1,93 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kepala pusing merupakan suatu istilah yang menggambarkan berbagai sensasi yang dialami seperti, limbung, hilang keseimbangan atau seperti akan pingsan. Pusing bisa dialami oleh orang-orang dari berbagai usia, namun umumnya sering dialami oleh orang dewasa.


galena pusing kepala

Kepala pusing bukanlah suatu penyakit, melainkan sesuatu yang menandakan gejala dari penyakit lain. Perbedaan deskripsi pusing yang dirasakan tiap orang pun berbeda, jadi sedikit lebih susah untuk mengetahui penyebab pusing kepala yang mendasarinya. Walaupun biasanya bukan suatu penyakit yang berbahaya, namun perlu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika hal tersebut terus mengganggu anda.


Terkadang kita menemui kasus pusing kepala yang muncul setelah gejala lain seperti bernapas dengan berat dan cepat. Memang sulit menentukan penyebab pusing kepala mengingat gejalanya yang tidak jelas. Namun ada beberapa petunjuk yang bisa membantu untuk mengetahui faktor penyebab dari pusing dengan gejala seperti ini.



Penyebab Kepala Pusing Setelah Bernapas Dengan Berat


Ada banyak kemungkinan yang bisa menjadi penyebab munculnya kepala pusing setelah bernapas berat dan cepat, salah satunya adalah hiperventilasi. Hiperventilasi sendiri adalah keadaan dimana kita bernafas lebih cepat dari biasanya dan menyebabkan pengeluaran yang berlebih dari karbondioksida yang beredar. Umumnya serangan panik atau kecemasan dapat memicu seseorang untuk mengalami hiperventilasi.


Hiperventilasi terjadi ketika kecepatan dan jumlah dari ventilasi alveolar dari karbondioksida melebih jumlah karbondioksida yang diproduksi oleh tubuh. Hiperventilasi dapat terjadi secara sengaja atau tidak disengaja. Ketika ventilasi alveolar berlebih, lebih banyak karbondioksida yang akan hilang dari aliran darah dibandingkan dengan yang diproduksi oleh tubuh. Hal tersebut menyebabkan jumlah karbondioksida dalam aliran darah menjadi jauh berkurang dan berujung pada kondisi yang disebut hipokapnia.


galena hiperventilasi


Biasanya saat hiperventilasi terjadi, tubuh akan mengimbangi hal tersebut secara metabolik. Jika hiperventilasi tidak dapat diimbangi secara metabolik, maka hal tersebut akan menyebabkan kenaikan pada pH darah. Kenaikan pH darah dikenal dengan alkalosis pernapasan. Ketika hiperventilasi mengakibatkan alkalosis pernapasan, akan terlihat beberapa gejala fisik, seperti: rasa pusing, perasaan menggelitik di bibir, tangan atau kaki, sakit kepala, tubuh terasa lemah, pingsang dan kejang. Dalam kasus yang ekstrim bisa saja terjadi kejang karpopedal (kebas dan kontraksi di tangan dan kaki). 


Jadi jika kita bernapas terlalu cepat, kita akan mengeluarkan terlalu banyak karbondioksida dari dalam darah. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk rasa pusing dan pening. Tapi hiperventilasi buka hanya akibat dari bernapas dengan cepat, namun hal tersebut terjadi ketika anda bernapas lebih cepat dari yang dibutuhkan untuk mengeluarkan kelebihan karbondioksida dalam darah. Tubuh anda berusaha untuk menjaga berbagai hal pada tingkat tertentu seperti hal-hal lainnya.


Hiperventilasi juga dapat menyebabkan sejumlah efek yang mengganggu tubuh serta dapat meningkatkan rasa panik atau kecemasan, sehingga dapat menyebabkan hiperventilasi lanjutan. Karena itulah penting untuk mengetahui bagaimana gejala dan penyebab dari hiperventilasi ini sehingga anda bisa mengatasi masalah ini ke depannya. Saat hiperventilasi terjadi, orang seringkali tidak menyadari bahwa ia sedang bernapas secara berlebihan. Karena hiperventilasi umumnya diakibatkan karena rasa takut, cemas, atau panik, mungkin sulit untuk mengetahui gejala-gejala yang spesifik. 


Ada beberapa gejala hiperventilasi yang bisa anda ketahui seperti:


  • Laju pernapasan yang cepat dan meningkat.
  • Bingung, pusing―seolah-olah akan pingsan―hal ini bisa muncul selama hiperventilasi berlangsung.
  • Tubuh terasa lemah, mati rasa atau kesemutan pada lengan atau mulut, kejang otot pada tangan dan kaki yang juga dapat terjadi pada saat hiperventilasi.
  • Palpitasi dan nyeri dada.


Selain mengetahui gejala, penting juga untuk mengetahui hal-hal yang menyebabkan munculnya hiperventilasi ini. Seperti yang diketahui, penyebab utama dari hiperventilasi adalah keadaan panik serta kecemasan yang terlalu berlebihan sehingga meningkatkan laju pernapasan kepada sang penderita. Bernapas secara berlebihan ini menyebabkan rendahnya kadar karbondioksida dalam tubuh, sehingga muncul gejala khas yang terjadi saat hiperventilasi. 


Selain karena kecemasan dan bernapas secara berlebihan, hiperventilasi juga bisa muncul karena sejumlah masalah medis seperti; infeksi, kekurangan darah, atau gangguan paru-paru dan jantung. Untuk masalah seperti ini, penting untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dokter bisa membantu anda menemukan penyebab, pemicu, serta pengobatan yang terbaik untuk gejala-gejala penyakit yang anda rasakan.


Jika penyebab hiperventilasi yang anda rasakan seperti kecemasan atau rasa panik yang berlebihan, dokter dapat langsung membantu anda dengan masalah ini. Namun jika hiperventilasi ini menjadi indikasi munculnya masalah medis lainnya, maka dokter bisa mendiagnosis dan memberikan pengobatan medis yang sesuai dengan masalah medis tersebut.



Penanganan Hiperventilasi


Mengetahui cara penanganan hiperventilasi merupakan hal yang perlu apalgi jika anda sendiri atau orang-orang disekitar anda memiliki permasalahan yang serupa. 


Berikut beberapa penanganan darurat hiperventilasi sebelum ditangani langsung oleh pihak medis:


  • Menggunakan kantong kertas untuk bernapas. Bernapas ke dalam kantung kertas dapat membantu anda menggunakan kembali karbondioksida yang hilang setelah nafas dihembuskan keluar. Usahakan tidak menggunakan kantong plastik untuk menghindari resiko tersedak dan pastikan kantong kertas dalam keadaan bersih dari benda-benda kecil agar tidak terhirup saat digunakan.


galena kantong kertas untuk hiperventilasi

  • Mengajarkan untuk melatih ulang pernapasan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membaringkan tubuh anda secara terlentang dan menenangkan diri anda. Saat mengalami hiperventilasi, biasanya sang penderita bernapas secara cepat dan dangkal. Latihan perlu dilakukan agar pernapasan anda menjadi lebih teratur dan berirama dengan menggunakan perut. Letakkan suatu benda di atas perut untuk membantu anda agar tetap fokus pada area ini dan memberikan perlawanan untuk memperkuat otot-otot yang berperan dalam pernapasan perut.
  • Hubungi dokter untuk keadaan darurat. Hiperventilasi dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang serius dalam diri anda, dan jika hal ini terjadi anda butuh penangan langsung dari dokter agar bisa mendapatkan pengobatan lebih lanjut. 


galena kelelahan setelah olahraga


Selain hiperventilasi, hal lainnya yang dapat menyebabkan pusing setelah bernapas dengan berat adalah ketika anda berolahraga dengan sangat keras. Saat hal ini terjadi, jantung anda akan terasa berdebar-debar, kecepatan bernapas anda akan bertambah, kemudian anda akan pingsan dan jatuh. 


Apa yang terjadi? Dalam kasus saya, saya berlari dengan cepat ke sekolah dan akhirnya dipulangkan kembali ke rumah setelah diperiksa oleh suster sekolah. Yang terjadi adalah saya bertingkah bodoh. Detak jantung dan pernapasan saya meningkat dengan cepat agar tubuh saya bisa mendapatkan oksigen untuk otot-otot saya yang menghabiskan seluruh energi saya seakan tidak ada hari esok. 


Masalahnya adalah, tubuh saya tidak dapat mengatasinya, dan pada titik tertentu ada yang harus dikorbankan. Otak saya tidak mendapatkan cukup oksigen, jadi tubuh saya melakukan pengehentian darurat. Ketika saya tertidur sebentar di lantai, saya membutuhkan hanya sedikir oksigen. Jadi, sekarang jantung dan paru-paru saya dapat bekerja dengan normal kembali. Segera setelah tingkat oksigen dalam dalam saya kembali normal, saya terbangun dan merasa segar kembali. Dan jadi sedikit lebih bijaksana juga.


Itulah beberapa kemungkinan yang ditimbulkan dari pusing yang muncul setelah bernapas dengan berat dan cepat, semoga saja hal ini bisa membantu untuk menjawab pertanyaan anda. Jika ada tanda-tanda lain yang muncul atau pusing yang anda derita semakin bertambah parah, segera periksakan diri anda ke dokter untuk mendapatkan penangan lebih lanjut.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang