Kenapa makanan cepat saji tidak menyebabkan obesitas waktu dulu?

Dilihat 247 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Dahulu kala, kebanyakan makanan cepat saji itu cukup tinggi lemak alami nya. Ketika seseorang memsan burger, kentang goreng, dan milkshake, semua itu penuh dengan lemak. Artinya, kalau seseorang memakan hidangna cepat saji, mereka akan mengalami rasa kekenyangan yang penuh setelah makan, dan kemungkinan hanya makan tiga hidangan sehari. Di tahun 1977, Panitia Nutrisi dan Kebutuhan Manusia memberikan apa yang dikenal sebagai Laporan McGovern. Meskipun adanya keberatan dari profesional-profesional medis, laporan ini, ditulis oleh ajudan vegetarian Senator George McGovern yang tidak memilki latar belakang nutrisional, menyalahkan lemakjenuh untuk beragam penyakit-penyakit. Laporan ini menganjurkan pengurangan dalam mengonsumsi lemak hewani. Hal ini juga berfungsi sebagai konstituen McGovern di Dakota Selatan dengan mendorong lebih banyak mengonsumsi biji-bijian, yang merupakan ekspor utama.

Selama beberapa dekade berikutnya, makanan cepat saji berubah. Lemak jenuh secara besar diganti dengan minyak sayur yang sebagian dihidrogenasikan. Minyak seperti itu kaya akan lemak trans, yang sekarang dikenal untuk peradangan stroke dan membuat penambahan berat badan. Baru-baru ini, sebagai efek lemak trans yang sangat efektif ini telah dipahami lebih baik, karbohidrat tinggi, makanan rendah lemak telah menjadi sangat populer. Tidak seperti makanan cepat saji yang lama, makanan yang inti pokoknya karbohidrat tidak memproduksi rasa kenyang yang lama. Orang-orang bisa minum soda dan makan pretzel sepanjang hari, mengonsumsi jauh lebih kalori daripada yang mereka bisa dengan makanan berlemak tinggi. Perubahan ini telah dipercepat oleh kebijakan pertanian, yang mebuat jumlah besar jagung murah yang digabungkan dalam makanan cepat saji.Cheetos terbuat dari tepung jagung, gummy bear terbuat dari sirup jagung, dan yang mengejutkan, banyak produk-produk lain yang murah berkat subsidi pertanian.

Jadi, jawaban singkatnya adalah makanan cepat sajitelah berubah secara substansial secara alami sejak zaman dahulu kala.


Tambahan: Beberapa orang mengatakan kalau perubahan dalam aktivitas fisik itu sebagai penyebab utama dalam memperparah obesitas. Nyatanya, peneliti mengatakan kalau tingkat aktivitas fisik tetap berada tingkat yang mirip di dunia maju dari 30 tahun yan lalu, aktivitas fisik seperti itu tidak mempengaruhi resiko obesitas: waktunya untuk mengklarifikasikan pesan kesehatan publik. Beberapa ahli berpikir kalau kepentingan perusahaan yang kuatlah yang memanipulasi persepsi publik dalam hal ini, seberti yang dideskripsikan dalam editorial ini: Inilah waktunya untuk menerobos mitos inaktivitas fisik dan obesitas: kamu tidak bisa kabur dari makanan buruk. Jadi, selagi menyalahkan gaya hidup ini seperti hipotesis yang sangat masuk akal, peneliti masih belum memberikan dukungan empirisnya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang