Kenapa memar bisa terasa sakit tapi tidak terlihat dan satu minggu kemudian terlihat tapi tidak terasa sakit?

Dilihat 460 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Jaringan pada area tersebut mengalami kerusakan sehingga tubuh merespon dengan peradangan untuk memulihkan memar. Cairan, neutrofil dan protein dikirim ke area tersbut untuk membantu prosesnya. Memar menyebabkan beberapa sel dan pembuluh darah kecil rusak, melepaskan beberapa sitoplasma (isi sel), dan darahseluruh hal tersebut juga terjadi pada area kecil itu sehingga muncullah pembengkakan, yang meningkatkan tekanan, yang juga dapat meningkatkan jumlah darah dan sitplasma yang merembes.


Pembengkakan (yang merupakan bagian dari respon peradangan) adalah yang menyebabkan terjadinya sakit. Kamu mungkin meliha tanda merah ketika kamu terbentur kaki ranjang atau sudut meja, atau apapun juga, tapi kamu tidak melihat yang namanya "memar" - area yang berwarna hitam, biru, kadang kuning dan hijau - kamu hanya melihat tanda merah, mungkin sedikit bengkak, dan rasa tidak nyaman.


Bebarapa hari kemudian, peradangannya berkungan - sehingga rasa tidak nyaman juga berkurang - karena tubuh melakukan tugasnya, memperbaiki pembuluh darah dan jaringan yang rusak, dan hal yang harus dilakukan sekarang adalah pembersihan. Yang dibersihkan adalah sel - sel dan darah mati , sitoplasma yang terpakai, yang seiring dengan berjalannya waktu, hal - hal tersebut kan membusuk. Jadi warnanya akan berubah dari merah menjadi kebiru - biruan, kehijau - hijauan, kecoklah - coklatan. Itu merupakan proses pemulihan.

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang