Kenapa nilau tukar rupiah di tahun 2015 sangat rendah?

Dilihat 2,56 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada banyak alasannya dan di sini saya akan membagi alasan tersebut menjadi 2 faktor, yaitu luar negeri dan dalam negeri. Faktor luar negeri adalah hal - hal yang terjadi di luar negeri yang mempengaruhi nilai tukar rupiah. Faktor dalam negeri merupakan hal - hal yang terjadi di dalam negeri yang mempengaruhi rupiah.


Faktor luar negeri :


  • Perekonomian Amerika membaik. Sejak tahun 2008, The Fed (Bank Sentral Amerika) telah menyuntikkan dolar Amerika ke banyak negara berkembang (termasuk Indonesia) sebagai cara untuk melalui krisis Amerika. Di tahun 2013, perekenomian Amerika membaik dan The Fed memutuskan untuk menarik jumlah dolar Amerika yang beredar dengan menetapkan serangkaian kebijakan. Tiba - tiba dolar menjadi langka dan seperti kelangkaan komoditas berharga lainnya, nilainya menjadi naik. Di Indonesia, dolar masih banyak digunakan dalam transaksi harian oleh banyak perusahaan. Karena itu, permintaan terhadap dolar menjadi meningkat yang menyebabkan nilai tukarnya menjadi semakin tinggi. Inilah awal yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar.
  • Cina mendevaluasi mata uangnya. Hal ini dilakukan untuk membuat produk - produk buatan Cina menjadi lebih murah dibanding dengan produk dari negara lain dan meningkatkat ekspor. Eksportir Indonesia bersaing dengan produk Cina dalam pasar global. Sementara itu, produk lokal juga menjadi kurang diminati karena harga produk CIna jauh lebih murah. Seluruh barang impor tersebut dibeli dengan mata uang asing, yang menyebabkan nilai tukar rupiah semakin melemah. Sederhananya, setiap kali kita melakukan impor barang, kita membuat nilai mata uang asing menjadi lebih tinggi dan nilai rupiah menjadi lebih rendah.
  • Harga dari barang komoditas menurun. Komoditas seperti batubara, minyak kelapa sawit, karet, merupakan sumber ekspor utama Indonesia. Karena mata uang global melemah terhadap dolat, banyak negara yang mengurangi pengeluarannya yang akhirnya membuat harga komoditas menurun. Dengan kata lain, ekpor Indonesia mengalami penurunan yang drastis tapi masih tetap melakukan impor barang dari luar. Hal tersebut pada akhirnya menyebabkan transaksi berjalan.

Faktor Dalam Negeri :

  • Defisit transaksi berjalan. Defisit transaksi berjalan merupakan suatu keadaan dimana nilai barang dan jasa yang diimpor dari luar negeri melebihi nilai barang dan jasa yang di eksport. Dengan menurunnya harga komoditas, Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan yang menyebabkan rupiah menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi perubaan nilai tukar.
  • Lambatnya pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran pemerintah dan dalam negeri sangat rendah pada kuartal pertama tahun 2015. Hal ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi dibanding kuartal sebelumnya. Kesimpulannya, ada faktor - faktor yang saling berhubungan yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah di tahun 2015, tapi kelihatannya bagi sebagian orang lebih mudah untuk menimpakan kesalahan kepada presiden yang menjabat saat itu.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang