Kenapa obat memiliki banyak macam seperti kapsul, tablet, sirup, dll?

Dilihat 3,67 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Obat biasanya diberikan berdasarkan organ yang akan diobati dan cara kerja yang diharapkan, jadi jika seseorang ingin mengobati perut, maka obat yang diberikan adalah obat tablet yang dapat langsung mencapai perut dan bekerja. Hal ini akan berhasil kalau kamu memiliki akses langsung ke organ yang ingin diobati, seperti perut, usus (terutama usus besar), mulut (melalui table larut), kulit (dengan salep, losion, dll).


Yang menjadi masalah adalah ketika kamu ingin mengibati organ yang tidak bisa diakses secara langsung, seperti jantung, otak, usus kecil, pankreas, darah, dll. Untuk hal ini, kita menggunakan cara yang berbeda dan formulasi spesial seperti kapsul (yang tidak hancur oleh asam lambung dan dapat langsung mencapai usus kecil dimana obat tersebut dapat larut dan mulai bekerja).


Berdasarkan rute dari cara kerjanya:


  • Jika kita membutuhkan obat yang langsung bekerja, kita menggunakan tablet yang diletakkan di bawah lidah, yang langsung bekerjda dalam kasus darurat seperti serangan jantung, dimana nitrogliserin diberikan untuk segera meringangkan kondisi pasien.
  • Rute oral merupakan rute yang paling dipilih jika kondisinya tidak darurat  - ini merupakan cara yang paling nyaman dan murah, tapi memiliki kelemehan lain seperti iritasi pada mukosa lambung, waktu yang dibutuhkan lebih lama dan reaksi metabolik yang tidak diinginkan lainnya seperti obat bereaksi terhadap enzim usus. Bentuk yang berbeda adalah tablet (terdiri dari campuran zat aktif dan eksipien, biasanya dalam bentuk bubuk, atau dibuat menjadi bentuk padat), kapsul (dimana obat dibungkus di dalam gel agar obat dapat melewati asam lambing dan dapat digunakan sebagai obat anal, dan obat cair juga dapat diberikan dalam bentuk kapsul), sirup (tidak berbeda jauh, tapi beberapa jenis obat lebih aktif dalam bentuk cair, dan kadang hal tersebut lebih nyaman digunakan, misalnya pada anak - anak)
  • Obat oles - Dengan mengantarkan obat secara lansung ke area yang terinfeksi, resiko dari efek samping sistem berkurang. Tapi hal ini dapat menyebabkan iritasi kulit, dan untuk beberapa bentuk seperti krim atau losion, dosisnya sulit untuk dikendalikan karena hal itu tergantung dari orang yang menggunakannya.
  • Obat hirup - Obat hirup dapat diserap dengan cepat, dab bereaksi secara lokal dan sistemik. Teknik yang tepat dalam penggunaan alatnya merupakan hal yang penting untuk mendapatkan dosis yang sesuai. Beberapa obat dapat memiliki bau yang tidak sedap atau menyebabkan iritasi pada mulut. Obat hirp merupakan cara yang terbaik untuk mengantarakan obat ke otak, karena obat akan langsung mencapai otak tanpa diencerkandi dalam peredaran darah sistemik dan efeknya lebih ampuh.
  • Suntikan. Istilah suntikan mencakup intravena (IV), intramuskular (IM), dan subkuntan (SC). Suntikan akan bereaksi dalam waktu 15 detik - 30 menit dan obat yang disuntukkan akan langsung masuk ke dalam sistem tubuh. Suntikan dapat digunakan untuk obat - obatan yang penyerapannya buruk dan tidak efektif ketika diberikan secara oral. Kelemahan dari suntikan adalah potensi rasa sakit dan rasa tidak nyaman yang dialami oleh pasien dan kebutuhan dari staff yang terlatih menggunakan teknik aseptic.

Jadi itulah semua jenis obat yang dijelaskan dalam istilah orang awam.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang