Kenapa orang homoseksual lebih banyak terinfeksi dengan HIV ?

Dilihat 511 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada 2 faktor yang mendorong terjadinya HIV pada homoseksual .


  • Faktor pertama adala Luka . Luka yang di hasilkan dari seks lewat anus adalah luka yang tidak bisa di remehkan . Peneterasi yang di terjadi dengan penis dan anus itu sangat membahyakan bagi kesehatan anus yang terpeneterasi . Ini akan menyebabkan luka . Ini karena anus memang tidak di desain untuk menerima peneterasi , lubang yang kecil itu tidak biasanya di paksakan dijadikan tempat penterasi . Walaupun sudah di lubrikasi , namun tetap , ini akan menyebabkan luka. Yang lainnya adalah , bagi yang melakukan peneterasi , penisnya akan juga akan mengalami resiko luka akibat terjepit atau karena mengalami pergesekan yang sangat hebat . Tidak seperi vagina , yang lebih elastis dan lebih merangsang penis . Anus lebih tidak elastis dan lebih sulit untuk merangksang seorang laki laki . jadi kegiatan peneterasi berlangsung lebih lama . Luka lecet ini akan sangat memudahkan vitus HIV untuk menyebar dan menginfeksi laki laki homoseksual . Padahal HIV sendiri sudah mudah tersebar melalui seks hetero , jika tambah dengan luka , maka ini akan lebih sering terjadi .

  • Yang kedua merupakan faktor Sosial . Dulu Komunitas homoseksual itu di benci dan di berikan stigma yang buruk . Jadi orang merasa takut untuk mengekspresikan sifat nya . Tapi karena sekarang kita sudah lebih mengakui dan menghargai homoseksualitas , mereka jadi hilang halangannya untuk mengekspresikan sifat nya . Jadi mereka cenderung melakukan seks setiap kali atau kapan mu mereka mau , karena menurut mereka hal yang mereka mau lakukan dari duhula kala bisa di capai dan sekarang adalah waktunya mereka melakukan mimpi nya . Jadi mereka sekarang adalah komunitas yang paling cenderung melakukan seks , karena halangan dahulu . Jadi mereka melakukan seks dengan beberapa laki laki yang akhirnya menginfeksi laki laki lain dan akhirnya membuat angka HIV dalam komunitas homoseksual tinggi .

Cara yang baik untuk melawan ini adalah dengan cara menghilangkan stigma homoseksual , dari pada mengubah orang itu sendiri . Jadi anda harus menghargai orang homoseksual dan mereka bisa di terima 100% oleh masyratakat dan mengadopsi normal yang sesuai dengan tradisi lokal . Kita juga harus menyediakan edukasi yang baik juga bagaimana dan kapan saja dapat melakukan seks dengan aman bebas dan tidak menyebakan penyakit yang parah seperti ini


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang