Kenapa banyak orang Indonesia yang pendek?

Dilihat 1,24 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Bagi sebagian orang, permasalahan tinggi badan sama sensitifnya dengan masalah berat badan. Ada yang menganggap bahwa tubuh pendek sangat memalukan dan membuat penampilan jadi sangat buruk. Kemudian berusaha setengah mati untuk menambah tinggi badan baik dengan olah raga maupun operasi.


Hal ini sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan, karena pertumbuhan manusia dipengaruhi oleh banyak hal dan tentu tidak sama antara manusia yang satu dan yang lainnya. Hal yang mempengaruhi ini misalnya faktor genetik dan makanan, ini juga yang menyebabkan kenapa banyak orang bertubuh pendek dan sedikit orang tinggi di Indonesia.


Nah, sekarang mari kita bahas lebih dalam beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab tubuh pendek orang Indonesia!


pertumbuhan manusia

Penyebab Orang Indonesia Bertubuh Pendek



Sebenarnya, tinggi badan itu sangat relatif. Jika kamu bertanya mengapa orang Indonesia banyak yang bertubuh pendek, siapa perbandingannya? 

Jika dibandingkan dengan orang Amerika dan Eropa yang memiliki ras berbeda dengan kita, kita memang jauh lebih pendek. Tapi di Asia sendiri, orang Indonesia digolongkan bertubuh cukup tinggi.


Jadi pertama, ras orang Indonesia berbeda dengan orang Barat. Secara fisik, ras Mongoloid memiliki tubuh yang lebih kecil dibandingkan ras Kaukasoid.


Tapi hal tersebut hanya berlaku apabila dibandingkan dengan orang-orang ras Kaukasoid. Seorang pakar gizi medik dari UI tidak percaya bahwa tinggi badan seseorang hanya ditentukan dari faktor genetik dan ras.


Mengapa demikian? Karena 30 tahun yang lalu, orang-orang Jepang dikenal memiliki tubuh yang sangat pendek, tapi sekarang anak-anak di Jepang tumbuh lebih tinggi dibandingkan anak-anak Indonesia.


Pakar tersebut percaya bahwa pertumbuhan manusia dipengaruhi 20% dari genetik dan 80% dari gizi dan nutrisi. Ia pernah melakukan sebuah penelitian perbandingan tinggi badan antara anak-anak dari SD negeri di daerah miskin dengan anak-anak SD swasta dari daerah yang berkecukupan. Hasilnya, anak-anak dari daerah berkecukupan memiliki tubuh yang jauh lebih tinggi.


Dari penelitian tersebut, kesimpulannya pengetahuan tentang kecukupan gizi dan nutrisilah yang mempengaruhi pertumbuhan badan seseorang. Mengapa bukan kekayaan orang tua?


Pakar tersebut menyatakan, salah satu yang mempengaruhi tinggi badan adalah protein, Protein bisa didapatkan dari daging sapi dan ayam, tapi bukan berarti tidak ada makanan lain yang lebih murah yang memiliki kandungan gizi setara. Dalam hal ini, misalnya tahu dan tempe.


pertumbuhan manusia


Namun, tidak semua orang memiliki pengetahuan tentang nutrisi dan gizi, terutama orang-orang di daerah pedesaan miskin dan terbelakang.


Pertumbuhan manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan akan kalsium, dan kalsium yang paling penting kita dapatkan dari ASI ibu kita. Kita sering mendengar bahwa ASI pertama sangat bergizi dan mengandung kolostrum yang sangat berperan terhadap tinggi badan dan pertumbuhan otak. 


Namun, banyak ibu di daerah pedesaan yang justru membuang ASI pertama mereka karena menganggap ASI ini sebagai 'susu basi' dan berbahaya bagi bayinya. Setelah itu, bukannya memberikan anak-anak mereka susu bubuk yang bernutrisi, mereka menggantinya dengan air tajin (air bekas cucian beras) yang hampir tidak mengandung kalsium sama sekali.


Karena tidak ada pembiasaan akan produk susu, dampaknya adalah banyak orang Indonesia yang intoleran terhadap laktosa. Padahal, kandungan dalam susu sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang.


pertumbuhan manusia

Faktor Lain Penyebab Tubuh Pendek



  • Kurang Olahrahga

Ada beberapa pihak yang menjelaskan bahwa olahraga tertentu dapat berpengaruh pada tinggi badan, misalnya bermain basket. Basket tidak terlalu populer di Indonesia karena infrastruktur untuk olahraga ini belum tersedia di seluruh daerah. Namun itu tidak bisa dijadikan kambing hitam karena ada olah raga lain yang dapat membantu menambah tinggi badan seperti pull up, lari, lompat tali, berenang, dan bersepeda.


  • Konsumsi Karbohidrat

Pola makan orang Indonesia cukup berbeda dengan orang dari negara lain, terutama Jepang. Orang Indonesia selalu makan dengan porsi karbohidrat lebih banyak dibandingkan 'makanan yang sesungguhnya'. Berlebihnya karbohidrat disebut dapat menghambat perkembangan tulang. 

Makanan pokok orang Jepang adalah ikan, nasi hanyalah sebagai pelengkap. Tidak jauh berbeda dengan orang Tiongkok, porsi nasi mereka lebih sedikit dibandingkan lauk pauk. Sama seperti orang barat yang lebih sering mengonsumsi daging merah dan ayam dibandingkan karbohidrat.


  •  Rokok

Mungkin agak mengejutkan, tapi salah satu penyebab sedikitnya orang tinggi di Indonesia adalah rokok. Rokok dapat mempengaruhi tinggi badan karena mengganggu hormon pertumbuhan sehingga tidak bekerja dengan sempurna. Selain itu, anak yang berasal dari lingkungan orang tua perokok juga berpotensi memiliki tubuh yang pendek.


  • Kurang Populernya Produk Susu

Sepoerti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak orang Indonesia yang intoleran terhadap produk susu karena memang tidak terbiasa. Produk susu ini termasuk keju, yogurt, dan mayonnaise. Salah satu penyebab orang Barat memiliki tubuh yang tinggi besar adalah tingginya tingkat konsumsi produk susu sehari-hari. Mereka hampir tidak bisa lepas dari keju, dan minuman susu bukanlah barang mahal.


  • MSG atau Micin

Konsumsi MSG di Indonesia tergolong tinggi dan banyak orang tua yang tidak paham bahayanya kedua produk ini. Micin dapat menghambat perkembangan otak, mental, daya tahan tubuh, dan juga pertumbuhan tulang. Harganya yang murah dan rasanya yang gurih membuat banyak ibu masih memasukan zat ini ke dalam masakan mereka. Selain itu, tingginya tingkat konsumsi mie instan dan jajanan tidak sehat di kalangan anak-anak juga turut mempengaruhi.


orang tinggi di Indonesia


Meningkatkan Tinggi Badan



Jika Anda menginginkan anak dengan tinggi badan di atas rata-rata, maka paling baik untuk memulainya sejak bayi. Berikan mereka ASI sebanyak mungkin, lalu setelah lepas dari ASI pastikan untuk memberi mereka susu pengganti yang berkualitas. Untuk makanan, berikanlah yang banyak mengandung protein dan kalsium seperti salmon, ceker ayam, dan dengkul sapi atau tetelan sapi.


Tapi jika Anda sendiri yang ingin tumbuh lebih tinggi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, namun harap diingat bahwa perempuan berhenti bertumbuh pada usia 18 dan laki-laki pada 21 tahun.


Beberapa hal tersebut adalah:


  • Olahraga rutin setiap hari minimal 30 menit sampai satu jam, lakukan sesuai kemampuan Anda dan jangan dipaksakan.
  • Konsumsi makanan yang sehat, tinggi nutrisi, dan kaya protein. terutama yang mengandung kalsium dan vitamin D seperti susu, ikan, sayur bayam, kacang-kacangan, dan daging.
  • Hindari begadang dan pastikan untuk tidur setidaknya 7-8 jam setiap malam.
  • Jangan konsumsi rokok dan alkohol, apalagi narkoba.
  • Bagi body builder dan olahragawan, hindari mengonsumsi suplemen dan obat yang mengandung steroid karena dapat mempengaruhi hormon pertumbuhan.

Sebenarnya ada cara lain untuk meningkatkan tinggi badan, yaitu dengan cara meminum obat khusus dan operasi. Namun kedua hal ini memiliki risiko yang masih belum jelas, sebaiknya jangan dilakukan kecuali jika memang Anda tidak memiliki pilihan lain dan benar-benar harus menambah tinggi badan dalam waktu singkat untuk tujuan yang penting.


Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang