Kenapa orang - orang selalu berpikir bahwa Indonesia adalah negara miskin dan terbelakang?

Dilihat 4,23 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Berikut adalah beberapa alasan kenapa orang - orang berpikir bahwa Indonesia adalah negera miskin yang terbelakang :


  • Bagi kebanyakan orang, entah mereka tinggal di California atau Kenya, mereka tidak memiliki pemahaman geografi, ekonomi, dan politik yang cukup. Bagi kebanyakan orang yang ada di dunia ini, pengetahuan yang mereka miliki tentang suatu negara hanya terdiri dari pecahan informasi yang ketinggalan jaman dan kesan - kesan yang tidak jelas. Butuh waktu yang cukup lama bagi orang - orang tersebut untuk memperbaharui pandangan mereka, misalnya, masih ada sebagian orang yang mengasosiasikan Etiopia dengan panceklik (yang terjadi 20 tahun lalu) dan mereka melihat Asia Timur sebagai negara miskin.
  • Indonesia seringkali disandingkan dengan negara tetangganya yang terkenal dan lebih baik, misanya Singapura, Malaysia, Brunei, Thailan, dan Australia. Negara - negara tersebut bisa dibilang lebih berkembang dan memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah serta jejak rekam kemanusiaan yang lebih baik. Walaupun Indonesia jauh lebih berkembang dibanding Timur Timor, Papua Nugini, Kamboja, dan Myanmar, kebanyakan orang tidak mengenal negara - negara tersebut. Indonesia merupakaan negara yang besar dengan berbagai kepulauan, dan sebagian diantaranya memang cukup miskin dan terbelakang sementara wialayaha lainnya merupakan wilayah konflik seperti Papua Barat dan Maluku Selatan dimana hampir 500,000 orang dibantai oleh tentara Indonesia sejak tahun 60an. Meskipun begitu, kenyataannya, Indonesia merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang berkembang dimana orang - orang hidup dengan infrastruktir yang layak, peluang yang cukup besar dan kondisi yang relatif stabil.
  • Sebagian besar orang Indonesia yang merantau merupakan orang Cina Indonesia yang pergi dari Indonesia pada tahun 60an dan biasanya memiliki kesan yang tidak baik terhadap Indonesia. Saya mengatakan ini berdasarkan pengalaman saya bertemu dengan orang Cina Indonesia di Taiwan dan Amerika. Selain itu, orang Singapuran dan Malaysia juga memliki kesan yang tidak baik terhadap Indonesia walaupun banyak dari mereka belum pernah berkunjung ke Indonesia meski jaraknya cukup dekat. Tentu saja, sentimen itu sudah ketinggalan jaman, tapi seperti yang saya bilang, kebanyakan orang butuh waktu untuk memperbaharui pandangan mereka yang kabur.
  • Ketika Indonesia menjadi berita internasional, seringkali itu merupakan berita yang negatif: eksekusi dari bandar narkoba asing, penahanan dari Alexander Aan karena tulisannya yang atein di FB, pembantaian Timur Timor, kekerasan terhadap etnis tiongkok, terorisme di Bali, Tsunami di tahun 2004.. yaahh.. semacam itulah. Banyak orang yang melihat Indonesia sebagai Bali yang Indah dan tempat - tempat yang hanya berani didatangi oleh para petualang. Tentunya ini tidak adil, karena Indonesia sangat besar dan kejadian - kejadian buruk tersebut terjadi pada wilayah pinggiran Indonesia. Sayangnya, media sangat sensasional dan berita bagus tentang seorang keluarga di Pontianak yang anaknya belajar kedokteran di Jakarta dianggap terlalu membosankan bagi media.
  • Dari sisi yang lebih terang, saya melihat bahwa ada berita positif yang menyebutkan bahwa Indoensia merupakan "raksasa Asia yang masih tidur" dan berita lainnya mengenai bertambahnya jumlah orang kaya di pulai Jawa. Selain itu, pariwisata juga mulai menyebar di Bali dan Lombok yang memungkinkan orang - orang untuk melihat Indonesia yang sebenarnya yang jauh lebih baik dibanding kesan negatif yang sebelumnya mereka miliki.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang