Kenapa pemerintah khawatir mengenai campak kalau hampir semua orang sudah divaksin?

Dilihat 547 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kita anggap saja semua orang yang memenuhi syarat sudah divaksin (sebenarnya tidak, tapi anggap saja begitu). Bayi tidak divaksin sampai mereka berumur satu tahun, jadi ada 4 juta orang yang rentan terhadap campak di Amerika. Vaksin campak efektif sekitar 98%, jadi ada 6 juta orang lagi yang rentan terhadap campak. Jadi totalnya ada 10 juta orang di Amerika yang rentan terhadap penyakit campak, bahkan sekalipun kita menganggap bahwa seluruh orang yang memenuhi syarat sudah divaksin.


Kenyatannya, hanya sekitar 91% orang sudam mendapatkan vaksin campak, bukan 100%. Jadi ada 27 juta orang lain yang merupakan korban potensial. Kita anggap saja 30 juta orang. Perkiraan kasarnya, 28% orang yang terkena campak dirawat di rumah sakit. Berarti ada 7,5 juta orang yang masuk rumah sakit. Satu dari seribu orang terkena radang otak yang menyebabkan gangguan mental yang parah. Berarti ada 30,000 orang yang memiliki potensi terkena kerusakan otak.

Tingkat kematian karena campak adalah sekitar 0.01-0.05% pada negara maju. Yang berarti ada sekitar 10,000 kematian (kalau kita menganggap orang yang divaksin sudah 100%, maka angkanya menjadi 10,000 kasus radang otak dan paling tidak 10,000 kematian, yang kebanyakan di antaranay merupakan bayi di bawah umur satu tahun). Pemerintah khawatir mengenai campak karena mereka tidak mau ada ribuan bayi yang meninggal karena campak. Saya tahu orang - orang yang anti vaksin tidak keberatan membunuh bayi, tapi hampir semua orang yang waras akan menentangnya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang