Apa yang membuat pendukung PKS terkadang kurang menyenangkan ?

Dilihat 365 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia.  Partai Keadilan Sejahtera adalah pelanjut dari Partai Keadilan. Sejak awal berdirinya, partai ini mengusung semangat dakwah dan antikorupsi. Nama PKS sendiri baru muncul pada Pemilu 1999. Ketika itu PKS bernama Partai Keadilan (PK). Kemunculan perdananya kala itu menarik perhatian banyak pengamat politik.

PK adalah satu-satunya partai yang ketika awal berdirinya punya struktur kepengurusan yang amat transparan. Partai ini terorganisir rapi dan memiliki agenda program yang jelas.

                

Tak seperti partai Islam lain, yang bergantung pada ketokohan atau figur, PK mengedepankan egalitarianisme. Asas egaliterianisme ini memandang semua anggota partai sama, sederajat. Tak cuma itu, PK juga mementingkan kekuatan kolektif dan tidak banyak memberi ruang bagi kemunculan tokoh karismatik. PK menggalang basis dukungannya dari kalangan aktivis Tarbiyah. Kebanyakan mereka berasal dari daerah perkotaan, terdidik, berusia muda, dengan pandangan agama yang ortodoks.

Tapi ternyata kemunculan PK tak mempesona sebagian pemilih Indonesia. Pada Pemilu 1999, suara mereka amat minim, yakni hanya 1,3 persen, mungkin penyebabnya karena partai ini dipandang terlalu eksklusif. Meski banyak kadernya militan dan terdidik, dalam pemilu nilai mereka sama saja dengan nilai suara rakyat biasa yang tak terdidik dan awam agama.

Aktivis PK belajar cepat dari kegagalan itu. Mereka beralih rupa menjadi Partai Keadilan Sejahtera pada 2002. Pada pemilu legislatif 2004, PKS berhasil meraih 7,34 persen suara. Pencapaian itu dianggap luar biasa. Sejak itu, PKS terus menanjak menjadi kekuatan politik yang amat diperhitungkan di negeri ini. 

Tetapi apakah PKS tetap konsisten dengan konsep awalnya ? Mari kita lihat:


Pendukung PKS

Saya menulis ini bukan karena saya membenci PKS, sebenarnya saya sangat menyukai konsep awal mereka. Akan tetapi sekarang, sepertinya saya pikir semua partai politik selalu memiliki prilaku yang sama, mereka semua oportunistik, terlepas dari latar belakangnya , apakah Islam, Nasionalis, Demokratis, dan lain sebagainya. 

Kembali lagi, sebelum PKS menjadi partai besar, gerakan itu bertujuan untuk memberikan kesejahteraan antara masyarakat dengan konsep Islami. Tujuannya adalah dakwah untuk menjadi agamis dan berbudi dalam berpolitik.

Setelah bertahun-tahun ada sedikit penyimpangan dalam gerakan mereka. Partai ini memiliki keinginan untuk terus berkembang dan bertambah besar. Jika keinginan tersebut dicapai dengan proses yang lambat dan penuh kesabaran sambil tetap menjaga ideologi awal, keimanan dan tetap berbudi dalam berpolitik, itu akan menjadi hasil yang baik. Namun, hal ini tidak terjadi di dalam tubuh PKS, justru partai ini mengalami pergeseran arah gerakan, pemikiran, metode gerakan dan juga orang-orang yang berada di dalam Partai. Hal ini bisa terlihat jelas sekarang, PKS berubah menjadi partai terbuka yang dapat beranggotakan oleh mereka yang non muslim dan ternyata beberapa anggota dewan pun di daerah sudah ada yang berasal dari non muslim. Sehingga tersirat bawa orientasi partai politik ini berubah haluan yaitu mengejar kekuasaan dan uang 


    


Para politisi PKS menjadi oportunis, mereka tergiur untuk terus menggali dan menghasilkan lebih banyak uang. Di sisi lain para pemimpin partai ingin membuat para pendukungnya PKS tetap setia untuk terus mendukung mereka, namun cara mereka salah. Terkadang pemikiran mereka bisa menyesatkan pendukungnya, karena tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam murni (sudah tercampur dengan pemikiran Barat), pemikirannya tidak jernih, dan tidak lagi bersih. Contoh pemikiran-pemikiran yang diusung PKS yang telah bercampur dengan pemikiran Barat yang bertentangan dengan Islam yaitu :

  • Tidak bisa membedakan antara demokrasi dan syuro
  • Keinginan untuk menjadi partai terbuka dengan asumsi kekuasaan harus diraih dengan mengambil suara orang-orang sekuler
  • Mengatakan agenda penegakan syariah sudah agenda lama 

Mereka membuat pendukung fanatik yang justru menyebabkan ajaran Islam menjadi melenceng. Dan inilah yang menyebabkan pendukung PKS terlihat menyebalkan. Namun anggota partai lain (yang bukan petinggi partai), sebenarnya adalah anggota yang tidak tahu apa-apa, jika mereka tahu bahwa pemikiran dan ideologi partai berubah dan agak melenceng dari ajaran Islam murni, mungkin saja mereka akan langsung melawan dan melakukan protes.  

    


Itulah sedikit gambaran terhadap situasi yang terjadi di PKS.  Semoga PKS bisa kembali menjadi Partai Islam ideal yang menjadi teladan bagi partai lainnya.  Karena memburuknya citra Partai Keadilan Sejahtera (PKS) beberapa tahun terakhir ini memang cukup memprihatinkan. Pasalnya partai tersebut mengemban amanat yang tidak ringan, yakni sebagai partai berbasis Islam. PKS dapat mengembalikan citra positif dengan kembali menjadi partai dakwah.  Jika PKS kembali  menjadi partai dakwah akan berdampak signifikan pada popularitas partai tersebut.  Kembalinya PKS ke konsep awalnya sangat di tunggu realisasinya, agar dakwah dalam politik bisa kembali santun dan tidak timbul kesan di masyarakat tentang samanya kelakuan antara partai dakwah dan partai umum, sama-sama gemar melakukan KKN. (Baca: Apa saja 10 peristiwa penting dalam sejarah Indonesia?)

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang